Permanas

dan jika kebebasan adalah kata-kata yang tak terantai, maka ia tak perlu dipasung

Arsip untuk Februari 16th, 2008

Kepemimpinan sejati

Ditulis oleh permanas di/pada 16 Februari 2008

Kepemimpinan sesungguhnya tidak ditentukan oleh pangkat atau pun jabatan seseorang. Kepemimpinan adalah sesuatu yang muncul dari dalam dan merupakan buah dari keputusan seseorang untuk mau menjadi pemimpin, baik bagi dirinya sendiri, bagi keluarganya, bagi lingkungan pekerjaannya, maupun bagi lingkungan sosial dan bahkan bagi negerinya.Hal ini dikatakan dengan lugas oleh seorang jenderal dari Angkatan Udara Amerika Serikat:

I don’t think you have to be
wearing stars on your shoulders or a title to be a leader. Anybody who wants to raise his hand can be a leader any time.

—General Ronal Fogleman, US Air Force—

Kepemimpinan adalah sebuah keputusan dan lebih merupakan hasil dari proses perubahan karakter atau transformasi internal dalam diri seseorang. Kepemimpinan bukanlah jabatan atau gelar, melainkan sebuah kelahiran dari proses panjang perubahan dalam diri seseorang. Ketika seseorang menemukan visi dan misi hidupnya, ketika terjadi kedamaian dalam diri (inner peace) dan membentuk bangunan karakter yang kokoh, ketika setiap ucapan dan tindakannya mulai memberikan pengaruh kepada lingkungannya, dan ketika keberadaannya mendorong perubahan dalam organisasinya, pada saat itulah seseorang lahir menjadi pemimpin sejati. Jadi pemimpin bukan sekedar gelar atau jabatan yang diberikan dari luar melainkan sesuatu yang tumbuh dan berkembang dari dalam diri seseorang. Kepemimpinan lahir dari proses internal (leadership from the inside out).
Ketika pada suatu hari filsuf besar Cina, Lao Tsu, ditanya oleh muridnya tentang siapakah pemimpin yang sejati, maka dia menjawab:
As for the best leaders, the people do not notice their existence.
The next best, the people honour
And praise.
The next, the people fear, And the next the people hate.
When the best leader’s work is done, The people say, ‘we did it ourselves’.

Justru seringkali seorang pemimpin sejati tidak diketahui keberadaannya oleh mereka yang dipimpinnya. Bahkan ketika misi atau tugas terselesaikan, maka seluruh anggota tim akan mengatakan bahwa merekalah yang melakukannya sendiri. Pemimpin sejati adalah seorang pemberi semangat (encourager), motivator, inspirator, dan maximizer.
Konsep pemikiran seperti ini adalah sesuatu yang baru dan mungkin tidak bisa diterima oleh para pemimpin konvensional yang justru mengharapkan penghormatan dan pujian (honor and praise) dari mereka yang dipimpinnya. Semakin dipuji bahkan dikultuskan, semakin tinggi hati dan lupa dirilah seorang pemimpin. Justru kepemimpinan sejati adalah kepemimpinan yang didasarkan pada kerendahan hati (humble).
Pelajaran mengenai kerendahan hati dan kepemimpinan sejati dapat kita peroleh dari kisah hidup Nelson Mandela. Seorang pemimpin besar Afrika Selatan, yang membawa bangsanya dari negara yang rasialis, menjadi negara yang demokratis dan merdeka.
Saya menyaksikan sendiri dalam sebuah acara talk show TV yang dipandu oleh presenter terkenal Oprah Winfrey, bagaimana Nelson Mandela menceritakan bahwa selama penderitaan 27 tahun dalam penjara pemerintah Apartheid, justru melahirkan perubahan dalam dirinya. Dia mengalami perubahan karakter dan memperoleh kedamaian dalam dirinya. Sehingga dia menjadi manusia yang rendah hati dan mau memaafkan mereka yang telah membuatnya menderita selama bertahun-tahun.
Seperti yang dikatakan oleh penulis buku terkenal, Kenneth Blanchard, bahwa kepemimpinan dimulai dari dalam hati dan keluar untuk melayani mereka yang dipimpinnya. Perubahan karakter adalah segala-galanya bagi seorang pemimpin sejati. Tanpa perubahan dari dalam, tanpa kedamaian diri, tanpa kerendahan hati, tanpa adanya integritas yang kokoh, daya tahan menghadapi kesulitan dan tantangan, dan visi serta misi yang jelas, seseorang tidak akan pernah menjadi pemimpin sejati.

Karakter Seorang Pemimpin Sejati
Setiap kita memiliki kapasitas untuk menjadi pemimpin. Dalam tulisan ini saya memperkenalkan sebuah jenis kepemimpinan yang saya sebut dengan Q Leader. Kepemimpinan Q dalam hal ini memiliki empat makna. Pertama, Q berarti kecerdasan atau intelligence (seperti dalam IQ – Kecerdasan Intelektual, EQ – Kecerdasan Emosional, dan SQ – Kecerdasan Spiritual). Q Leader berarti seorang pemimpin yang memiliki kecerdasan IQ—EQ—SQ yang cukup tinggi. Kedua, Q Leader berarti kepemimpinan yang memiliki quality, baik dari aspek visioner maupun aspek manajerial.
Ketiga, Q Leader berarti seorang pemimpin yang memiliki qi (dibaca ‘chi’ – bahasa Mandarin yang berarti energi kehidupan). Makna Q keempat adalah seperti yang dipopulerkan oleh KH Abdullah Gymnastiar sebagai qolbu atau inner self. Seorang pemimpin sejati adalah seseorang yang sungguh-sungguh mengenali dirinya (qolbu-nya) dan dapat mengelola dan mengendalikannya (self management atau qolbu management).
Menjadi seorang pemimpin Q berarti menjadi seorang pemimpin yang selalu belajar dan bertumbuh senantiasa untuk mencapai tingkat atau kadar Q (intelligence – quality – qi — qolbu) yang lebih tinggi dalam upaya pencapaian misi dan tujuan organisasi maupun pencapaian makna kehidupan setiap pribadi seorang pemimpin.
Untuk menutup tulisan ini, saya merangkum kepemimpinan Q dalam tiga aspek penting dan saya singkat menjadi 3C , yaitu:
1. Perubahan karakter dari dalam diri (character change)
2. Visi yang jelas (clear vision)
3. Kemampuan atau kompetensi yang tinggi (competence)
Ketiga hal tersebut dilandasi oleh suatu sikap disiplin yang tinggi untuk senantiasa bertumbuh, belajar dan berkembang baik secara internal (pengembangan kemampuan intrapersonal, kemampuan teknis, pengetahuan, dll) maupun dalam hubungannya dengan orang lain (pengembangan kemampuan interpersonal dan metoda kepemimpinan).
Seperti yang dikatakan oleh John Maxwell: ”The only way that I can keep leading is to keep growing. The day I stop growing, somebody else takes the leadership baton. That is the way it always it.” Satu-satunya cara agar saya tetap menjadi pemimpin adalah saya harus senantiasa bertumbuh. Ketika saya berhenti bertumbuh, orang lain akan mengambil alih kepemimpinan tersebut. http://kahlilpooh.wordpress.com/umum/

Ditulis dalam KAMU MAU TAHU? (dari berbagai sumber) | Bertanda: , , | Leave a Comment »

If your birthday is on …

Ditulis oleh permanas di/pada 16 Februari 2008

If your birthday is on …

Scroll down to find out about your nature .. .

 

December 23rd – January 1st Red
January 2nd – January 11th Orange
January 12th – January 24th Yellow
January 25th – February 3 Pink
February 4th – February 8th Blue
February 9th – February 18th Green
February 19th – February 28th Brown
March1st – Match 10th Aqua
March 11 – March 20th Lime
March 21 st Black
March 22 nd – March 31st Purple
April 1st – April 10th Navy
April 11th – April 20th Silver
April 21st – April 30th White
May 2nd – May 14th Blue
May 15th – May 24th Gold
May 25th – June 3rd Cream
June 4th – June13th Gray
June 14 – June 23rd Maroon
June 24th Gray
June 25 – July 4th Red
July 5th – July 14th Orange
July 15th – July 25 th Yellow
July 26th – August 4 th Pink
August 5th – August 13th Blue
August 14th – August 23rd Green
August 24 – September 2nd Brown
September 3rd – September12th Aqua
September 13th – September 22nd Lime
September 23rd Olive
September 24th – October 3rd Purple
October 4th – October 13th Nave
October 14th – October 23rd Silver
October 24 – November 11th White
November 12th – November 21st Gold
November 22nd – December1st Cream
December 2nd – December11th Gray
December 12th – December 21st Maroon
December 22nd Teal

RED
Cute and lovable type, you are picky but always in love …and liked to be loved. Fresh and cheerful, but can be “moody” at times. Capable with people, nice, soft, and that can love you for the way you are. Likes people that are easy to talk to, and can make you feel comfortable.
CREAM
Competitive and sportive. Don’t like losing and always cheerful! You are trustworthy, and very out-going. You choose love carefully, and don’t fall in love easily. But once you find the right one, you don’t let go for a long long time.
TEAL
You are mostly interested in your looks. And have high standards in picking love. You think and make a solution precisely, and hardly make stupid mistakes. You like to lead, and is easy for you to make new friends.
GREY
You are attractive, and active. You never hide your feelings, and express everything that’s inside. But can be selfish at times. You want to be noticed, and don’t like to be treated unequally. You can brighten up people’s day. You know what to say at the right time, and you have a good sense of humor.
GREEN
You get along well with new people. You are not really a shy person, but sometimes you can hurt people’s feelings by your words… You like to be loved and noticed by your lover, but mostly you are single, waiting for the right person.
GOLD
You know what’s right and what’s wrong. You are cheerful and out going. It’s hard for you to find the one you want, but once you find the right person, you won’t be able to fall in love again for a long time.
PINK
You are always trying your best in everything, and like to help and care for other people. But you are not easily satisfied. You have negative thoughts, and you look for romantic love like in a fairytale.
YELLOW
You are sweet and innocent. Trusted by many people, and have a strong leadership towards relationships. You make good decision and make the right choice at the right time. And always dreaming of romantic relationship.
MAROON
You are intelligent, and know what’s right. You like to take things go your way, which can sometimes cause trouble or not thinking about other people’s feelings. But you are patient when it comes to love… Once you get a hold of the right person, it’s hard for you to find a better love.
ORANGE
You are responsible for your own actions, and you know how to treat people. You always have goals to reach, and are competitive. When it comes to friendship, you find it hard to trust someone, but once you find the right friend, you trust them for ever.
PURPLE
You are mysterious, never selfish and get interested in things easily. Your day can be sad or happy depending on your mood. You are popular between friends but you can act stupid at times, and forget things easily. You go for person that’s trustworthy.
LIME
You are calm, but easily stressed out. You get jealous easily, and complain over little things. You can’t get stuck into one thing, but you have a capable personality for everyone to trust you and like you.
SILVER
You are imaginative and shy, but you like trying new things. You like to challenge yourself. You learn things easily, and like “Hard to get”. Your love life is normally hard and confusing.
WHITE
You dream and have goals in your life. You get jealous easily and you don’t react to things easily. You are different and sometimes thought highly by others.
OLIVE
You are warm and light hearted. You seem to flow well with friends and family. You don’t like violence and know what’s right. You are kind and cheerful, but don’t envy other people easily.
BROWN
You are active and sportive. It’s hard for other people to become close with you, but you fall in love easily. But once you find out you can’t get something, you give up and let go easily as well.
BLUE
You have low self-esteem, and very picky. You are artistic and like to fall in love, but you let your love pass by, by loving with your mind, not your heart.
NAVY
You are attractive, and love your life. You have a strong feeling towards everything. And very easily distracted. Once you get angry at someone, it’s hard for you to forgive them.
AQUA
Your feelings change suddenly and easily. You are always lonely, and like travelling. You are truthful, but listen and believe other people too easily. It’s hard to find love for you, and you get lost in love easily. Sometimes you get hurt by love.
BLACK
You are challenging, and have the “guts”. But you don’t like changes in your life. And once you make a decision, you keep it that way for a long time. Your love life is also challenging, and different.
ORANGE
You are responsible for your own actions, and you know how to treat people. You always have goals to reach, and are competitive. When it comes to friendship, you find it hard to trust someone, but once you find the right friend, you trust them for ever.

 

 

Ditulis dalam KAMU MAU TAHU? (dari berbagai sumber) | Bertanda: , , , | Leave a Comment »

cari tahu kelahiran kamu berdasarkan pohon

Ditulis oleh permanas di/pada 16 Februari 2008

Cari tahu karakteristik Anda berdasarkan jenis pohon yang ada di dunia, hanya berpatokan dengan tanggal kelahiran Anda. Selamat mencoba !
Tanggal Kelahiran
Jenis Pohon
23 Desember – 1 Januari
Apel
2 Januari – 11 Januari
Fir
12 Januari – 24 Januari
Elm
25 Januari – 3 Februari
Cypress
4 Februari – 8 Februari
Poplar
9 Februari – 18 Februari
Cedar
19 Februari – 28 Februari
Pinus / Pine
1 Maret – 10 Maret
Weeping Willow
11 Maret – 20 Maret
Lime
21 Maret
Oak
22 Maret – 31 Maret
Halzelnut
1 April – 10 April
Rowan
11 April – 20 April
Maple
21 April – 30 April
Walnut
1 Mei – 14 Mei
Poplar
15 Mei – 24 Mei
Chestnut
25 Mei – 3 Juni
Ash
4 Juni – 13 Juni
Hornbeam
14 Juni – 23 Juni
Fig
24 Juni
Birch
25 Juni – 4 Juli
Apel
5 Juli – 14 Juli
Fir
15 Juli – 25 Juli
Elm
26 Juli – 4 Agustus
Cypress
5 Agustus – 13 Agustus
Poplar
14 Agustus – 23 Agustus
Cedar
24 Agustus – 2 September
Pinu / Pine
3 September – 12 September
Weeping Willow
13 September – 22 September
Lime
23 September
Olive
24 September – 3 Oktober
Hazelnut
4 Oktober – 13 Oktober
Rowan
14 Oktober – 23 Oktober
Maple
24 Oktober – 11 November
Walnut
12 November – 21 November
Chestnut
22 November – 1 Desember
Ash
2 Desember – 11 Desember
Hornbeam
12 Desember – 21 Desember
Fig
22 Desember
Beech
APEL, Si Cinta
Penuh pesona dan daya tarik, menyenangkan, petualang, senstif, selalu dalam cinta, suka dicintai dan mencintai, teman yang penyayang dan dapat dipercaya, sangat dermawan, pemikiran teknis, hidup untuk hari ini, ahli filsafat penuh imaginasi
FIR, Si Misterius
Citra rasa luar biasa, mulia, menyukai sesuatu yang indah, perasa, keras kepala, egois, agak modis, sangat ambisius, berbakat, banyak teman, banyak musuh, dapat diandalkan
ELM, Si Mulia
Mempunyai fisik yang menyenangkan, modis, tidak gampang memaafkan kesalahan, periang, suka memimpin dan tidak menyukai dipimpin, teman yang jujur dan setia, suka mengetahui semua karakter orang dan memberi keputusan, dermawan, sense of humor yang baik, praktis
CYPRESS, Si Setia
Kuat, mudah beradaptasi, periang, optimis, memerlukan uang dan pendidikan yang cukup, benci kesendirian, pecinta yang tidak pernah puas, setia, pemarah, tidak dapat diatur, dan ceroboh
POPLAR, Si Tidak Pasti
Sangat dekoratif, tidak percaya diri, berani jika diperlukan, memerlukan lingkungan yang berkeinginan baik dan menyenangkan, sangat pemilih, sering sendiri, pendendam, bakat artistik, organizer yang baik, cenderung berfilososfi, dapat diandalkan di berbagai situasi, memandang hubungan dengan serius
CEDAR , Si Percaya Diri
Kecantikan yang langka, tahu bagaimana beradaptasi, menyukai kemewahan, cenderung memandang rendah orang lain, percaya diri, tidak sabar, mempunyai banyak bakat, pekerja keras, optimis, menunggu cinta sejati, dapat membuat keputusan cepat.
PINE, Si Istimewa
Menyukai kawan yang sepaham, sangat sehat, tahu bagaimana hidup menyenangkan, sangat aktif, alami, teman yang baik tetapi jarang bersahabat, gampang jatuh cinta tetapi cepat pudar, dengan mudah menyerah, praktis dan dapat dipercaya.
WEEPING WILLOW, Si Melankolis
Si Cantik yang penuh dengan ke – melankolis – an, aktraktif, menyukai segala sesuatu yang indah dan bercitra rasa, suka berpetualang, pemimpi, gelisah, pendorong semangat, jujur, dapat dipengaruhi tetapi tidak mudah hidup dengannya, penuntut, intuisi baik, menderita dalam cinta tetapi kadang menemukan pasangan yang tepat.
LIME, Si Peragu
Menerima hidup apa adanya, tidak menyukai perkelahian, tekanan dan pekerjaan, cenderung malas dan mengganggur, berkorban demi teman, banyak talenta tetapi tidak ada kemauan dalam mengembangkan, selalu mengeluh, setia tetapi sangat pencemburu.
HAZELNUT, Si Luar Biasa
Mempesona, tidak penuntut, sangat pengertian, tahu bagaimana membuat sebuah impresi, pejuang sosial yang aktif, terkenal, pecinta yang mendorong semangat, teman yang jujur dan penuh dengan toleransi, rasa keadilan yang tepat.
ROWAN, Si Sensitif
Penuh dengan pesona, periang, tidak egois, suka menarik perhatian, menyukai kehidupan, pergerakan ketergantungan dan mandiri, citarasa tinggi, artistik, penuh gelora dan emosional, teman bicara yang baik dan tidak mudah memaafkan.
MAPLE, Si Pemikir Mandiri
Bukan orang biasa, penuh imaginasi dan keaslian, pemalu dan perasa, ambisius, sombong, menyukai pengalaman baru, kadang gugup, kompleks, ingatan baik, belajar dengan mudah, kehidupan cinta yang rumit.
WALNUT, Si Gelora
Aneh dan penuh dengan kontradiksi, sering egois, agresif, spontan, ambisis yang tak terbatas, menimbulkan reaksi yang tak diharapkan, kaku, rekan yang sulit dan tidak biasanya, tidak selalu disukai tapi sering dipuja, strategi hebat, sangat pencemburu dan tanpa kompromi
CHESTNUST TREE, Si Jujur
Kecantikan yang sukar ditemui, mempunyai rasa keadilan yang cukup baik, menarik, diplomatis, sensitif dalam kelompok, kadang-kadang bersikap layaknya pemimpin, merasa tidak mengerti akan cinta, susah menemukan pasangan
ASH TREE, si Ambisi
Daya tarik yang luar biasa, tidak perduli terhadap kritik, ambisius, pintar, bertalenta, senang akan tantangan, kadang egois, dapat dipercaya, kadang pikiran menguasai kata hati dan memandang tinggi arti persahabatan.
HORNBEAM, Si Citarasa Tinggi
Sangat peduli terhadap kecantikan dan kondisi tubuhnya, citarasa tinggi, cenderung egois, membuat hidup senyaman mungkin, memimpin dengan rasional, displin tinggi, rekan yang emosional tetapi berkualitas, memimpikan pasangan yang luar biasa, jarang menyukai perasaannya sendiri, tidak yakin dengan keputusannya.
FIG TREE, Si Sensitif
Sangat kuat / tangguh, mandiri, tidak membiarkan kontrakdisi atau alasan, menyukai kehidupan, keluarga, anak – anak dan binatang, rasa humor tinggi, pintar
OAK, Si Sehat Alami
Berani, Mandiri, kuat / tangguh, kalem, tidak menyukai perubahan, orang aktif.
BIRCH, Si Inspirasi
Menyukai kehidupan, atraktif, elegan, modis,bersahabat, menyukai hidup alami dalam ketenangan, tidak terlalu berambisi, penuh dengan imaginasi, mampu menciptakan suasana yang tenang.
OLIVE TREE, Si Bijaksana
Menyukai surya, perasaan yang teang dan hangat, sangat rasional, adil, menghindari keagresifan dan keributan, sangat toleransi, periang, kalem, rasa keadilan yang terbina baik, sensitif, bebas dari rasa cemburu, suka membaca dan teman yang menyenangkan.
BEECH, Si Kreatif
Citarasa baik, peduli terhadap penampilannya, materialistis, si organizer yang baik untuk kehidupan dan perjalanan kariernya, ekonomis, pemimpin yang baik, rasional, menjaga kondisi tubuh dengan baik seperti diet, olahraga dll.

Ditulis dalam KAMU MAU TAHU? (dari berbagai sumber) | Bertanda: , , , , , | Leave a Comment »

TIPS MENCARI SEKOLAH IDEAL

Ditulis oleh permanas di/pada 16 Februari 2008

Posted by Admin in Misc, News. add a comment

Date: Tue, 31 Jul 2007 02:49:40 -0000

http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=13&dn=20070730133045

Oleh : Imam Subkhan

30-Jul-2007, 14:20:05 WIB – [www.kabarindonesia.com]

KabarIndonesia -
Setiap menjelang tahun ajaran baru, hampir semua orangtua bingung
mencari sekolah yang tepat untuk anak-anaknya. Sebagai orangtua,
tentu kita ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anak. Namun yang
ada, Anda justru pusing dibebani segudang pertanyaan. Seperti apa
bentuk sekolah yang baik dan ideal? Apakah harga menjamin kualitas
yang diberikan? Dan lain sebagainya. “Ideal” menurut kamus bahasa
Indonesia artinya “sesuai dengan yang diharapkan”.

Tentunya orang tua berharap sekolah yang dipilih akan mampu menjadi
tempat mengembangkan kemampuan anak secara optimal. Berikut ini,
penulis mencoba memberikan tips bagaimana mencari sekolah yang ideal
atau tepat bagi anak-anak.

Libatkan anak ketika memilih sekolah.
Seharusnya selalu disadari dan dipahami oleh orang tua, bahwa yang
nantinya sekolah adalah anak, bukan mereka. Maka, melibatkan anak
dalam memilih sekolah merupakan langkah penting, meskipun usia
prasekolah. Orang tua jangan menganggap remeh kemampuan anak, karena
pada saat usia pra sekolah anak mengalami perkembangan fisik dan
mental yang sangat pesat.

Dalam buku “Magic Trees of Mind”, Marianne Diamond menggambarkan,
perkembangan kemampuan matematika dan intelegensia ruang pada anak
diperkirakan dimulai pada usia satu tahun. Kemampuan bahasa anak
malah sudah dimulai sejak masih dalam kandungan. Ini berarti, daya
nalar dan logika anak pada saat akan memasuki sekolah dasar (6
tahun) sudah berkembang baik.

Tinggal bagaimana orang tua merangsang kemampuan anaknya. Kondisikan
agar proses mencari sekolah dasar tidak menjadi beban berat bagi si
anak melainkan menjadi proses belajar yang menyenangkan. Bagaimana
jika ternyata pilihan anak jatuh pada sekolah yang menurut orangtua
kurang sesuai? Di sinilah peran orang tua diperlukan.

Pada saat orang tua telah membuat pilihan sekolah mana yang akan
dimasuki anak nanti, buatlah kesepakatan sukarela dengan anak bahwa
sekolah yang akan dimasuki adalah murni pilihan anak. Dengan
demikian anak akan merasa bangga karena diberi kesempatan melakukan
hal yang penting. Di sisi lain anak akan lebih bertanggung jawab
karena merasa sekolah yang dimasukinya adalah pilihannya sendiri.

Ketahuilah visi dan misinya.
Banyak ahli yang mengingatkan tentang pentingnya aspek visi dan misi
pendidikan yang disandang suatu sekolah. Sekolah yang memiliki
kualitas baik tentu saja memiliki visi dan misi yang jelas, terukur
dan realistis. Untuk dapat mengetahui visi-misi sekolah yang
diinginkan, dapat dilihat di buku profil, brosur, papan nama atau
media publikasi yang digunakan oleh sekolah tersebut. Dari visi dan
misi yang dipaparkan dapat terlihat bagaimana orientasi tujuan dan
profil output yang akan dihasilkan.

Pernyataan visi dan misi ini dapat dipotret dari beberapa aspek,
antara lain aspek keagamaan, akademis, mental, perilaku, kecakapan
hidup, kemandirian dan kewirausahaan. Seperti yang sudah terungkap
di muka, orang tua saat ini masih memandang aspek akademis menjadi
pertimbangan pertama dalam memilih sekolah. Maka, tidak heran jika
banyak orang tua yang rela melakukan apa saja untuk mendapatkan
sekolah dengan prestasi akademik tinggi.

Pihak sekolah pun akan melakukan seleksi ketat terhadap calon
siswanya. Hanya siswa yang memiliki IQ tinggi yang dapat diterima di
sekolah yang bersangkutan. Dari kasus ini, Penulis jadi tergelitik,
sebenarnya yang unggul sekolah atau siswanya. Sangat masuk logika,
jika sekolah yang hanya menerima input baik-baik saja, kemudian out
putnya juga baik.

Oleh sebab itu, orang tua seharusnya tidak lagi terjebak pada
istilah-istilah sekolah favourit, unggulan, plus dan lain-lain.
Padahal yang dikembangkan hanya pada aspek kognitif saja atau
academic minded. Sekolah yang baik adalah sekolah yang mampu
menggali, mengembangkan dan mengoptimalkan seluruh potensi (baca:
kecerdasan majemuk) peserta didiknya.

Porsi Pendidikan Agama.
Di era sekarang ini, dimana banyak kasus yang menimpa generasi
penerus kita termasuk dalam hal ini para pelajar, mulai dari kasus
tawuran, narkotika, pergaulan bebas dan perbuatan menuyimpang
lainnya, maka peran pendidikan agama menjadi sangat signifikan
terutama dalam membentuk kharakter dan perilaku siswa.

Penulis berpendapat bahwa, pendidikan moral tertinggi terletak di
dalam doktrin-doktrin agama yang diyakini seseorang. Melalui
pendidikan agama yang cukup, diharapkan para peserta didik akan
muncul kesadaran dan pemahaman yang benar mengenai tugas, peran dan
tanggung jawabnya sebagai hamba Tuhan, anak, siswa dan anggota
masyarakat. Sebagai implementasinya, anak mampu menghargai orang
lain dengan segala perbedaan serta mampu memilah dan memilih
kegiatan-kegiatan yang bermanfaat dan tidak.

Oleh karena itu, porsi pendidikan agama yang diterapkan oleh suatu
sekolah hendaknuya menjadi bahan pertimbangan penting orang tua dan
anak dalam memilih sekolah. Barangkali, jika kita ingin mendapatkan
pendidikan agama yang lebih di sekolah negeri, nampaknya sulit
diwujudkan. Pasalnya, sesuai aturan yang berlaku, sekolah-sekolah
negeri hanya menerapkan 2 (dua) jam pelajaran agama dalam sepekan,
kecuali inisiatif pihak sekolah untuk mengadakan jam tambahan.

Mungkin dari sini, sekolah-sekolah swasta yang berbasiskan agama
dapat menjadi solusinya. Sekolah ini jelas-jelas memberikan porsi
lebih banyak untuk pendidikan agama, bahkan sudah dipadukan dengan
mata pelajaran lain, sehingga terdapat internalisasi nilai-nilai
agama di setiap bahan ajar. Apalagi di jenjang pendidikan dasar,
ibaratnya sebagai momentum peletakan pondasi bangunan kepribadian
dan pengoptimalan seluruh potensi siswa.
Maka, agama menjadi
komponen paling penting dalam membentuk dan membangun kharakter
siswa.

Kurikulum pembelajaran.
Kurikulum bisa dikatakan sebagai jantungnya pendidikan. Dikarenakan
di dalamnya berisi tentang perencanaan pembelajaran yang menyangkut
semua kegiatan yang dilakukan dan dialami peserta didik dalam
perkembangan, baik formal maupun informal guna mencapai tujuan
pendidikan. Walaupun penerapan kurikulum ini sudah diatur dan
diseragamkan dari pusat, tetapi pihak penyelenggara pendidikan dapat
melakukan modifikasi-modifika si disesuaikan dengan kondisi sekolah,
lingkungan, dan kebutuhan masyarakat.

Dalam kebijakan kurikulum terbaru, yaitu Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP) sangat memberikan keleluasaan kepada pihak sekolah
(negeri maupun swasta) untuk berkreasi dan berinovasi selama masih
mengacu kepada standar kompetensi yang ditentukan.

Maka, sangat dimungkinkan akan terjadi kompetisi di antara sekolah-
sekolah, tentang bagaimana menampilkan profil sekolah dan keunggulan-
keunggulannya dalam hal muatan materi pembelajaran dan kegiatan
sekolah. Oleh karena itu, orang tua dan calon siswa harus benar-
benar jeli dan teliti dalam memilih sekolah terutama pertimbangan
dari sisi kurikulum yang diterapkan sekolah tersebut.

Kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler yang diselenggarakan sekolah juga
perlu dicermati, apakah dimungkinkan dapat mengoptimalkan bakat dan
potensi peserta didik.

Profil Pendidik.
Keberhasilan dari proses dan hasil output pendidikan tidak dapat
dilepaskan dari andil guru. Boleh dikatakan guru sebagai ujung
tombak pendidikan untuk mencetak dan mengkader generasi penerus yang
didambakan. Apalah artinya kurikulum yang ideal jika tidak didukung
oleh pelaksananya, yaitu sumber daya manusia yang cakap.

Maka tidak heran, jika pemerintah terus-menerus berusaha
meningkatkan kompetensi guru melalui berbagai program, mulai dari
penataran-penataran , beasiswa pendidikan dan sertifikasi guru.

Raka Joni (1980) mengemukakan adanya tiga dimensi umum yang menjadi
kompetensi tenaga kependidikan, antara lain:

(1) Kompetensi personal atau pribadi, maksudnya seorang guru harus
memiliki kepribadian yang mantap yang patut diteladani. Dengan
demikian, seorang guru akan mampu menjadi seorang pemimpin yang
menjalankan peran : ing ngarso sung tulada, ing madya mangun karsa,
tut wuri handayani.

(2) kompetensi profesional, maksudnya seorang guru harus memiliki
pengetahuan yang luas, mendalam dari bidang studi yang diajarkannya,
memilih dan menggunakan berbagai metode mengajar di dalam proses
belajar mengajar yang diselenggarakannya.

(3) Kompetensi kemasyarakatan, artinya seorang guru harus mampu
berkomunikasi baik dengan siswa, sesama guru, maupun masyarakat
luas. Mungkin secara sederhana, ketika kita mengamati profil guru
sebuah sekolah, bisa dilihat dari riwayat pendidikan, pengalaman
mengajar, prestasi, penampilan, sikap dan gaya mengajar apabila
dimungkinkan.

Gedung dan fasilitas.
Komponen pendidikan yang tidak kalah pentingnya adalah sarana dan
prasarana yang mendukung. Mulai dari bangunan fisik, ruang kelas,
taman, perpustakaan, laboratorium, sarana olah raga dan kesenian,
arena bermain, kantin, perlengkapan kelas, sampai dengan alat peraga
edukasi yang dimiliki. Seiring dengan kemajuan bidang informasi dan
teknologi, nampaknya bukan hal yang baru sebuah sekolah memiliki
fasilitas akses jaringan internet dan website sendiri, dimana setiap
stake holders dapat berinteraksi dan berkomunikasi di dunia maya.

Hal ini, akan sangat membantu bagi orang tua untuk memantau
perkembangan putra-putrinya secara cepat tanpa harus secara fisik
datang ke sekolah. Dengan didukung sarana dan prasarana yang baik,
diharapkan semua peserta didik dapat belajar secara enjoy, nyaman,
dan betah. Sekolah diibaratkan sebagai rumah kedua bagi anak-anak,
sehingga sekolah yang baik mampu memenuhi kebutuhan dan keinginan
siswa. Hal yang perlu diperhatikan juga mengenai rasio jumlah siswa
dengan luas ruangan kelas serta fasilitas pembelajaran yang lain.

Lokasi sekolah dan lingkungan.
Lokasi yang dimaksud dapat dipandang dari jarak sekolah ke rumah,
lingkungan sekitar dan sarana transportasinya. Bisa dibayangkan
seorang anak harus bangun pagi-pagi sekali karena letak sekolahnya
jauh. Tentu ia pulang dalam keadaan lelah karena jarak yang
ditempuhnya memakan waktu yang lama. Belum lagi jika terjadi
kemacetan lalu lintas, bisa dimungkinkan sering terlambat pulang
maupun masuk sekolahnya.

Lalu kapan ia bisa belajar di rumah dengan nyaman? Bagaimana ia bisa
mengembangkan interaksi dengan anggota keluarga lain di rumahnya?
Maka, faktor lokasi dan lingkungan ini hendaknya diperhatikan oleh
orang tua dan anak itu sendiri dalam menentukan sekolah pilihannya.
Perlu dipikirkan juga mengenai sekolah yang berlokasi di pusat
perkotaan atau keramaian dan yang berada di pinggiran atau lebih
dekat dengan suasana alam, semua memiliki plus-minus-nya.

Biaya pendidikan.
Barangkali bagi sebagian kalangan, faktor biaya ini menjadi
pertimbangan paling utama dalam memutuskan sekolah yang dipilih,
terutama bagi masyarakat yang secara ekonomi kelas menengah ke
bawah. Biaya pendidikan yang ditarik pihak sekolah secara umum
terdiri iuran SPP, bantuan pembangunan/ gedung, seragam, buku,
praktikum dan kegiatan ekstrakurikuler. Sekolah-sekolah yang
dianggap favourit, unggul maupun plus biasanya juga akan memasang
biaya pendidikan yang tidak murah.

Hal ini berkaitan dengan fasilitas pembelajaran dan program-program
unggulan yang ditawarkan. Namun yang perlu diingat bahwa, tingginya
biaya pendidikan yang diterapkan pihak sekolah hendaknya diikuti
juga dengan pelayanan pendidikan yang berkualitas. Oleh karena itu,
sebelum menentukan pilihan sekolah, orang tua diharapkan sudah mampu
mengukur kemampuan secara ekonomi tentang biaya pendidikan yang
harus dikeluarkan termasuk anggaran lain di luar program sekolah,
seperti uang saku, transportasi, perlengkapan sekolah dan lain-lain.

Ketertiban dan kebersihan sekolah.
Kondisi sekolah yang nyaman, teduh, tenang, tertib dan lingkungan
yang bersih tentu saja akan mendukung suasana proses pembelajaran.
Berbeda dengan suasana sekolah yang terkesan kumuh, gersang, gaduh,
penempatan perabot sekolah yang semrawut, dan tidak ada kedisiplinan
yang diterapkan, maka proses belajar mengajar akan banyak terganggu
dan kurang optimal hasilnya. Kata kuncinya, siswa di sekolah harus
merasa senang dan betah seperti ketika berada di rumahnya sendiri
(feels like second home).

Lihat prestasi dan keberhasilan alumninya.
Kriteria yang tidak boleh ditinggalkan dalam memilih sekolah yang
ideal adalah prestasi dan profil output-nya. Sekolah yang baik,
selain unggul di dalam proses, juga unggul pada hasilnya. Seperti
telah diurakaikan di muka, yang disebut prestasi tidak hanya secara
akademik, tetapi juga non akademik baik siswa, guru maupun
institusinya.

Bagaimana perkembangan bakat dan potensinya, sikap, perilaku,
kemandirian, keterampilan dan keahlian lain yang mendukung.
Sedangkan Keberhasilan alumni dapat diukur dari lulusan sekolah
dapat diterima di sekolah lanjutan yang kualitasnya baik serta
memiliki life skill yang cukup untuk mampu eksis di tengah
masyarakat.

Dari paparan di atas, semoga dapat menjadi bahan pertimbangan bagi
orang tua dan anak di tengah euforia kebingungan mencari sekolah
yang ideal. Terlebih-lebih dengan diterapkannya sistem penerimaan
siswa baru (PSB) on line yang masih mengedepankan nilai akademik
(ujian nasional) di dalam proses seleksinya. Hal ini, tentu saja
membuat keresahan dan kepanikan tersendiri terutama bagi yang
nilainya di bawah atau pas-pasan.

Penulis berharap, kedepan sistem seleksi penerimaan siswa baru yang
sekarang ini berlaku perlu dikaji secara mendalam, bukan komponen IT-
nya (sistem on line), tetapi kriteria yang dijadikan alat
penerimaan, yaitu hanya nilai ujian nasional. Oleh karenanya, pihak
sekolah sendiri secara otonom yang dapat menentukan kriteria
penerimaan siswa baru di tempatnya, semoga!

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com
Email: redaksi@kabarindonesia.com
Big News Today..!!! Let’s see here:
www.kabarindonesia.com

Ditulis dalam KAMU MAU TAHU? (dari berbagai sumber) | Bertanda: , , , | Leave a Comment »

Tip Menulis E-mail Bisnis

Ditulis oleh permanas di/pada 16 Februari 2008

Posted by Admin in Tips. add a comment

Surat elektronik atau e-mail adalah bagian penting dari perangkat komunikasi moderen bagi para eksekutif, pengusaha yang bekerja dibelakang komputer. Kehadiran e-mail sangat penting untuk melancarkan pekerjaan atau berhubungan dengan klien. Namun karena sifatnya yang cepat dan mudah seringkali orang melupakan etiket dalam mengirim e-mail terutama e-mail bisnis dan yang menyangkut pekerjaan.

Padahal, pesan yang Anda tulis dalam e-mail untuk rekan bisnis, klien, bahkan atasan Anda, haruslah berbeda dengan pesan yang Anda kirimkan untuk teman.

Berikut tip agar Anda dapat menuliskan e-mail pekerjaan dengan kesan profesional:

Langkah I

Jangan pernah lupa mengisi judul e-mail Anda. (Berada di baris Subject). Setiap orang dapat menerima lusinan email setiap hari atau setiap jamnya. Penulisan judul yang tepat membuat si penerima langsung perhatian pada email Anda dan membukanya.

Langkah II

Buatlah e-mail Anda singkat dan padat. Sebutkan langsung tujuan e-mail Anda dan sertakan permintaan respon jika Anda memang mengharapkan respon darinya. Baca lagi isi e-mail Anda untuk menghindari kesalahan seperti informasi yang sebenarnya tidak perlu dikemukakan atau hal yang tidak penting.

Langkah III

Gunakan gramatika yang benar apapun bahasanya. Jika klien Anda kebetulan adalah seorang asing yang tidak bisa berbahasa Indonesia, maka tulis e-mail Anda dalam bahasa Inggris dengan aturan yang benar.
Hilangkan penyingkatan kata seperti “pd’ untuk ‘pada’, ‘mhn’ untuk ‘mohon’ atau untuk bahasa Inggris: ‘ur’ untuk ‘your’, ‘2nite’ untuk ‘tonight’, dll.
Kecuali Anda memang memakai akronim resmi seperti: TNI, ABRI, NASA, PBB, dst.

Jika Anda lemah untuk masalah ejaan terutama jika menulis email dalam bahasa Inggris maka Anda bisa manfaatkan spell-check tool yang telah tersedia di setiap program e-mail yang Anda gunakan.

Langkah IV

Penggunaan tanda baca dan tanda huruf besar seperlunya. Anda tidak perlu menggunakan huruf kapital di seluruh isi pesan e-mail Anda atau tanda baca, koma, titik, tanda tanya atau tanda seru, jika memang tidak diperlukan.

Langkah V

Baca kembali e-mail Anda dari kolom atas yaitu alamat email orang yang Anda kirim(TO), lalu judul e-mail Anda (Subject) kemudian isi pesan Anda. Ini berguna untuk mengkoreksi jika ada yang ingin ditambahkan atau dikurangi. Langkah ini jangan pernah Anda lupakan.
*
Jika Anda ingin menambahkan beberapa orang namun sekedar hanya untuk mengetahui, isi kolom CC, atau jika Anda ingin mengirimkan lampiran e-mail tersebut ke orang lain tanpa diketahui si penerima, isi kolom BCC.

sumber : http://www.conectique.com

Ditulis dalam KAMU MAU TAHU? (dari berbagai sumber) | Bertanda: , , , , , , | 1 Komentar »

Arti Definisi / Pengertian Pemasaran Menurut Para Ahli

Ditulis oleh permanas di/pada 16 Februari 2008

Posted by Admin in Misc. add a comment

Sun, 22/07/2007 – 1:12am

A. Pengertian Pemasaran Menurut WY. Stanton

Pemasaran adalah sesuatu yang meliputi seluruh sistem yang berhubungan dengan tujuan untuk merencanakan dan menentukan harga sampai dengan mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang bisa memuaskan kebutuhan pembeli aktual maupun potensial.

B. Pengertian Pemasaran Menurut H. Nystrom

Pemasaran merupakan suatu kegiatan penyaluran barang atau jasa dari tangan produsen ke tangan konsumen.

C. Pengertian Pemasaran Menurut Philip dan Duncan

Pemasaran yaitu sesuatu yang meliputi semua langkah yang dipakai atau dibutuhkan untuk menempatkan barang yang bersifat tangible ke tangan konsumen.

D. Pengertian Pemasaran Menurut Asosiasi Pemasaran Amerika Serikat / American Merketing Association

Pemasaran adalah pelaksanaan kegiatan usaha pedagangan yang diarahkan pada aliran barang dan jasa dari produsen ke konsumen.

sumber : http://organisasi.org

Ditulis dalam KAMU MAU TAHU? (dari berbagai sumber) | Bertanda: , | 1 Komentar »

Makna Kata Ulang Dalam Bahasa Indonesia – Arti Pengertian Perulangan Kata

Ditulis oleh permanas di/pada 16 Februari 2008

Posted by Admin in Misc. add a comment

Sun, 24/06/2007 – 7:36pm

Kata ulang sangat banyak digunakan dalam percakapan kita sehari-hari dalam bahasa Indonesia. Lihat saja kata sehari-hari pada kalimat di atas adalah termasuk kata ulang. Di bawah ini merupakan arti dari kata ulang yang ada di Indonesia, yaitu antara lain :

1. Kata ulang yang menyatakan banyak tidak menentu

Contoh :
- Di tempat kakek banyak pepohonan yang rimbun dan lebat sekali.
- Pulau-pulau yang ada di dekat perbatasan dengan negara lain perlu diperhatikan oleh pemerintah.

2. Kata ulang yang menyatakan sangat

Contoh :
- Jambu merah pak raden besar-besar dan memiliki kenikmatan yang tinggi.
- Anak kelas 3 ipa 1 orangnya malas-malas dan sangat tidak koperatif.

3. Kata ulang yang menyatakan paling

Contoh :
- Setinggi-tingginya Joni naik pohon, pasti dia akan turun juga.
- Mastur dan Bornok mencari kecu sebanyak-banyaknya untuk makanan ikan cupang kesayangannya.

4. Kata ulang yang menyatakan mirip / menyerupai / tiruan

Contoh :
- Adik membuat kapal-kapalan dari kertas yang dibuang Pak Jamil tadi pagi.
- Si Ucup main rumah-rumahan sama si Wati seharian di halaman rumah.

5. Kata ulang yang menyatakan saling atau berbalasan

Contoh :
- Ketika mereka berpacaran selalu saja cubit-cubitan sambil tertawa.
- Saat lebaran biasanya keluarga di rt.4 kunjung-kunjungan satu sama lain.

6. Kata ulang yang menyatakan bertambah atau makin

Contoh :
- Biarkan dia main hujan! lama-lama dia akan kedinginan juga.
- Ayah meluap-luap emosinya ketika tahu dirinya masuk perangkap penipu kartu kredit.

7. Kata ulang yang menyatakan waktu atau masa

Contoh :
- Orang katro dan ndeso itu datang ke rumahku malam-malam.
- Datang-datang dia langsung tidur di kamar karena kecapekan.

8. Kata ulang yang menyatakan berusaha atau penyebab

Contoh :
- Setelah kejadian itu dia menguat-nguatkan diri mencoba untuk tabah.

9. Kata ulang yang menyatakan terus-menerus

Contoh :
- Anjing buduk dan rabies itu suka mengejar-ngejar anak kecil yang lewat di dekat kandangnya yang bau.
- Mirnawati selalu bertanya-tanya pada dirinya apakah kesalahannya pada Bram dapat termaafkan.

10. Kata ulang yang menyatakan agak (melemahkan arti)

Contoh :
- Karena berjalan sangat jauh kaki si Adul sakit-sakit semua.
- Jangan tergesa-gesa begitu dong! Nanti jatuh.

11. Kata ulang yang menyatakan beberapa

Contoh :
- Sudah bertahun-tahun nenek tua itu tidak bertemu dengan anak perempuannya yang pergi ke Hong Kong.
- Mas parto berminggu-minggu tidak apel ke rumahku. Ada apa ya?

12. Kata ulang yang menyatakan sifat atau agak

Contoh :
- Lagak si bencong itu kebarat-baratan kayak dakocan.
- Wajahnya terlihat kemerah-merahan ketika pujaan hatinya menyapa dirinya.

13. Kata ulang yang menyatakan himpunan pada kata bilangan

Contoh :
- Coba kamu masukkan gundu bopak itu seratus-seratus ke dalam tiap plastik!
- Jangan beli beyblade banyak-banyak nak! Nanti uang sakumu habis.

14. Kata ulang yang menyatakan bersengang-senang atau santai

Contoh :
- Dari tadi padi si Bambang kerjanya cuma tidur-tiduran di sofa.
- Ular naga panjangnya bukan kepalang berjalan-jalan selalu riang kemari.

sumber : http://organisasi.org

Ditulis dalam KAMU MAU TAHU? (dari berbagai sumber) | Bertanda: , , , | Leave a Comment »

Corat-Coret Tanda Ekspresi Jiwa Anda

Ditulis oleh permanas di/pada 16 Februari 2008

Posted by Admin in Misc. add a comment

Sun, 15/07/2007 – 3:15pm

Tanpa sadar, kita suka iseng membuat corat-coret diatas kertas yang membentuk sebuah gambar. Ternyata hal tersebut dapat menggambarkan kepribadian dan perasaan kita yang tersembunyi. Ingin tahu lebih lanjut arti makna dan pengertian dari coretan yang anda buat? Hasilnya adalah seperti sebagai berikut di bawah ini :

- Binatang = Mencerminkan bagaimana memandang diri sendiri. Jika menggambar hewan peliharaan berarti memiliki pribadi yang ramah. Hewan kecil mengindikasikan perasaan takut yang tersembunyi. Sedangkan hewan liar mencerminkan agresivitas.

- Tanda panah = Tanda panah ke kiri berarti sedang mengenang masa lalu. Tanda panah ke kanan berarti siap untuk menyongsong masa depan. Tanda panah ke suatu objek berarti marah atau penasaran dengan objek tersebut.

- Burung = Memiliki daya imajinasi yang tinggi, penuh petimbangan, cinta kasih, dan menyukai kebebasan.

- Kotak-kotak dan bentuk geometris = Pribadi yang terorganisir dan problem solver yang baik.

- Lingkaran = Flesksibel, mudah beradaptasi dan menyesuaikan diri. Memiliki iman yang kuat sehingga memiliki jiwa optimis dan pantang menyerah.

- Bunga = Riang, ceria, bahagia menjadi diri sendiri, menikmati hidup, dan sedang mencari cinta.

- Simbol mata uang = Sedang banyak uang atau sama sekali tidak punya uang dan berharap bisa punya uang banyak.

- Mata = Mencerminkan cara memandang dunia. Mata kecil mencerminkan perenungan dan mata yang besar menunjukkan kecurigaan dan perasaan yang sangat sensitif
Anting Suka membesar-besarkan segala sesuatu.

- Wajah dengan warna redup = Sikap waspada.

- Wajah dengan warna gelap = Karakter dominan namun labil.

- Jerapah = Ingin mengetahui seberapa besar daya tarik terhadap lawan jenis, semakin panjang leher jerapah yang digambar, semakin dalam pesona dalam diri yang ingin digali.

- Happy face = Perilaku yang ditampilkan tidak sejalan dengan hati nurani. Namun pribadi ini senang menebar keceriaan disekitarnya dan senang bertemu dengan banyak orang juga bersahabat dengan siapapun.

- Jantung hati = Penuh cinta, welas asih, dan pengertian.

- Inisial = Ingintahu lebih banyak tentang pemilik inisial dimaksud.

- Bentuk yang saling bertautan = Mencerminkan pemikiran yang logis dan senang berbagi segala hal dengan orang-orang di sekeliling

- Garis bergerigi = Sedang merasa terhimpit dan marah. Apabila garis tersebut melingkari suatu objek mencerminkan rasa balas dendam. Namun jika garis tersebut melingkar tapat diatas suatu objek berarti sedang marah terhadap sesuatu

- Ciuman = Mendambakan cinta

- Pisau = Sisi agresif yang tersembunyi

- Benang kusut = Lingkaran kusut yang besar melambangkan keinginan akan gaya hidup bebas yang menggelnding begitu saja. Lingkaran kusut yang kecil melambangkan perasaan marah yang terpendam

- Bibir = Bibir tipis menunjukkan kekhawatiran dan bibir terbuka mencerminkan perhatian dan rasa cinta kasih

- Kumis = Apabila suka menambahkan kumis, kacamata, atau tanduk pada foto/gambar orang, berarti sedang menginginkan untuk dapat hidup mandiri
Uang Keinginan untuk meraih sukses, kekuatan, dan jabatan lebih dari yang dimiliki saat ini

- Nama = Menulis nama seseorang berulang kali menandakan rasa penasaran dan perhatian terhadap si pemilik nama. Sedangkan coretan nama sendiri disertai desain khusus disekitarnya melambangkan pencarian jati diri

- Gurita = Simbol dari kelahiran kembali. Sama maknanya seperti laba dan naga. Bisa juga sedang merasa jenuh dan tidak menarik

- Batu dan kerikil = Pribadi yang rendah hati dan memiliki pikiran bahwa hidup penuh dengan tantangan dan cobaaan yang harus dihadapi.

- Pasangan = Kekhawatiran akan perpisahan. Dapat juga mencerminkan cara pandang yang seimbang antara segi positif dan negatif

- Tanda tanya = Keraguan yang selalu menyelimuti pikiran

- Hujan = Depresi yang cukup dalam

- Pelangi = Usaha untuk mencerminkan rasa stres dan kesedihan yang selama ini terpendam

- Bintang = Sosok yang optimis, tangguh, dan tidak mudah larut dalam kekecewaan karena memiliki sifat ambisius dan yakin terhadap cita-cita
Sosok tegak Haus perhatian

- Matahari = Sedang senang dan bahagia

- Garis-garis = Pesimis dengan ide-ide baru dan memerlukan motivasi dari orang-orang terdekat

- Segitiga = Pandai mengatur segala sesuatu dengan baik

- Wajah cemberut = Menunjukkan mood yang sedang tidak bagus dan rasa tidak suka terhadap orang lain

- Unicorn = Mengekspresikan harapan dan perasaan yang murni

- Vampir = Suka mengambil keuntungan dari orang lain

- Gunung = Amarah yang meledak-ledak

- Aliran air = Aliran air yang tenang melambangkan suasana hati yang damai. Laut yang penuh ombak bergulung menandakan kekhawatiran akan bencana

- Rumah kecil dikelilingi pagar = Keinginan akan kasih sayang, kehangatan, dan kenyamanan dari sebuah rumah

- Huruf X dan O = Pribadi yang kompetitif dan serius dalam menghadapi hidup

- Huruf Y = Tidak yakin dalam mengambil keputusan

- Angka 0 = Lambang dari segala sesuatu yang bersifat kontradiktif. Bisa juga mencerminkan perasaan terpuruk

- Huruf Z = Tipe pekerja keras. Namun apabila huruf Z-nya banyak berarti sedang ingin cepat-cepat tidur

sumber : http://organisasi.org

Ditulis dalam KAMU MAU TAHU? (dari berbagai sumber) | Bertanda: , , , , , | 1 Komentar »

Kendala bagi seorang penulis scenario

Ditulis oleh permanas di/pada 16 Februari 2008

Kendala bagi seorang penulis scenario yang baru mencoba dan ingin mencoba mulai :

Mengapa sulit untuk menyelesaikan sekenario tersebut sampai usai ???

Mengapa ketika saya mencoba menulis saya tidak tahu harus memulai dengan apa dan berakhir dengan bagai mana ??

Oleh karena itu work shop kali ini dibuat untuk mencoba memberi jawaban atau penyelesaian terhadap kedua kendala yang umum terjadi tersebut.

Sederhananya, kendala diatas adalah akibatdari :

1. kurangnya pemaham akan pengertian skenario itu sendiri

2.. pentingnya bagi kita untuk memahami terlebih dahulu prosedur kerja yang benar dan bertahap didalam penulisan scenario film sebelum memulai menulisnya.

Mari kita jawab bersama :

1. Apa itu skenario ??

Pengertian skenario adalah

Naskah yang di dalamnya terdapat deskripsi visual dan audio yang terrangkai dalam sebuah pengadegan sebagai acuan untuk pra produksi , produksi dan paska produksi bagi tiap – tiap departemen didalam suatu produksi film .

2. Sarana apa saja yang dibutuhkan oleh seorang penulis skenario ??

A. Kertas dan alat tulis

Ini Penting sebagai alat perekam dari pada ide- ide kita yang menabjukan .. terkadang dengan atau tanpa spontanitas kita menemukan sebuah ide yang bagus , dan menemui kesulitan saat itu juga untuk menuliskannya dalam komputer.

Ide perlu direkam kedalam tulisan agar tidak begitu saja terlupakan dan hilang.

Dan juga karena sifat manusia yang memiliki sifat lupa

B. Perangkat keras dan lunak.

Perangkat Keras = Mesin tik atau computer

Perangkat lunak = yang paling sederhana adalah Microsoft word. Untuk tingkat yang professional dapat menggunakan format penulisan scenario film seperti Final Draft, Wind Word ,Sophocles dan lain- lain

C. Meningkatkan Wacana dan Wawasan

Seorang penulis tidak akan dapat menciptakan kaya yang inovatif, kreatif, representative dan eksploitatif apa bila tidak haus akan wawasan dan wacana

Wawasan dan wacana = ilmu

Tidak hanya ilmu pada bidang film itu sendiri. Seorang penulis harus mengerti berbagai disiplin ilmu lainnya seperti : Psikologis, komunikasi soial, antropologi, fisika , sastra dan lain sebaginya.

Namun ilmu yang menjadi pandasi adalah agama. Karena kecerdasan tak bias terlepas dari ketiganya:

Kecerdasan spiritual ( SQ )

Kecerdasan Emosi ( EQ )

Kecerdasan Otak ( IQ )

Bermula dari Kecerdasan spiritual ( SQ )

Kecerdasan Emosi ( EQ ) sebagai pondasi

Lantas terbentuk lah kecerdasan Kecerdasan Otak ( IQ ) yang cemerlang

Banyak cara meningkatkan wacana dan wawasan, beberapa di antaranya :

1. Memperluas akses informasi

a. Menjalin hubungan atau silaturahmi dengan orang- orang yag berpendidikan dan ahli dalam hal- hal tertentu.

b. Memberdayakan internet

c. Menjadi member atau anggota perpustakaan atau pusat kebudayaan atau lembaga kesenian, menjadi member konunitas film atau kine klub dan sebagainya

d. Mengikutu seminar, workshop dan berbagai diskusi tidak hanya film saja, apasaja jika betul- betul membawa manfaat bagi wawasan dan wacana yang baik.

e. Mengadakan diskusi atau studi banding

f. Dan masih banyak lagi

2. Mengasah apresiasi kehidupan

Mengasah apresiasi kehidupan meksudnya adalah tidak hanya menikmati tetapi juga mengamati mempelajari dan merenungkan arti dan nilai dari kehidupan serta memetik hikmah dari segala kejadian yang ada disekitar kita agar ilmu yang kita miliki dapat membawa kita kepada kebijaksanaan dan memacu kreatifias pikiran .

3. Bagai mana memulai skenario dan tahapannya seperti apa ?

A. Pertama adalah mengetahui bentuknya dulu .

Skenario film memiliki 2 bentuk , Yaitu naratif dan non- naratif

Naratif yaitu susunan cerita yang dibuat berdasarkan konvensi ( unsur- unsur ) dramatik tertentu. Ada tokoh Protagonis dan antagonis, serta kedua tokoh pendukungnya, konflik yang terus berkembang, akhir yang menyenangkan, tragis atau memberi pertanyaan lainnya yang belum terjawab.

Contohnya : Rambo, terminator,FTV, AADC, Dan sebagainya

Non Naratif yaitu susun atau diskripsi rangkaian gambar dari awal hingga akhir dengan tidak terpaku pada konvensi dramatik tertentu.

Contohnya : Semua film yang ada di Discovery Channel, Film Eksperimental, Video klip dan sebagainya.

B. Menentukan teori bertutur atau genre yang akan digunakan untuk skenario yang akan dibuat.

Genre adalah kategori yang memuat gaya atau bentuk isi tertentu, memiliki peraturan dan karakterisik tersendiri. Atau dapat di arikan pula cara bertutur kita. Apakah dengan humor atau canda, aksi- aksi yang menegangkan, atau dengan ketakutan- ketakutan atau dengan musik atau dengan konflik psikologis dan msih banyak yang lainnya.

Seperti Action ( Terminator ), Drama ( Titanic ), Horor ( Scary Movie ), Musical ( Petualangan Sherina ) dan lain sebagainya

Setelah kita mengetahu bentuk yang kita inginkan seperti apa dan genrenya bagaimana, baru kita berlanjut ke penulisan . Penulisan dibatasi dalam bentuk cerita naratif.

C. Mulai Menulis dan bertahap

a. Menentukan target penonton dan tujuan dari cerita.

Pikirkan ketika kita membuat cerita, cerita kita tujukan untuk siapa dan agar apa. Ini berguna bagi kita untuk mengetahui cara yang di pakai dalam berkomunikasi dan mengetahui esensi atau menfaat dari cerita yang kita buat.

b Menuliskan ide dalam satu kalimat atau satu paragraf.

Maksud dan tujuan dari cerika yang kita buat kita tulis dalam satu kalimat atau satu paragraph. Ada persoalan atau permasalahan , dan ada pemecahan. Ada akibat dan ada sebab. Ada aksi dan ada reaksi,

c. Merumuskan ide pokok

Ide pokok ini adalah satu kalimat perenungan yang sekiranya dapat di petik dari cerita tersebut. Contohnya : Kekersan di lawan kekerasan tidak menyelesaikan masalah.

d. Merumuskan tema.

Tema ini adalah satu kalimat yang menjelaskan tokohnya siapa dan apa kehendak yang inin di capai dari cerita di film dari awal hingga akhir

Contoh : ( ilm Children of Heaven ) eorang anak laki- laki dari keluarga pas- pasan yang berjuang untuk mengatasi persoalan akibat sepatu adiknya yang hilang.

e. Membuat sinopsis

Sinipsis disini adalah garis besar keseluruhan cerita yang inigin kita suguhkan . di dalamnya menjelaskan :

1. Tokoh protagonis dan antagonis. Tokoh pendukung lain dari protagonis

2. Apa kehndak si tokoh dari awal hingga akhir atau apa yang menjadi pencapai an terakhir dari apa yang di inginkan tokoh

3. Ada ketergangguan atau apa yang membuat tokoh protagionis terganggu kehendaknya

4. Ada Aksi. Maksudnya adalah tokoh melakukan sesuatu atau tindakan setelah merasa terganggu dan ada alasannya mengapa ia bertindak demikian.

5. Ada konflik yang terus berkembang. Maksudnya adalah ketika sitokoh melakukan sesuatu dalam pencapaian kehendaknya , si tokoh menemukan hambatan maka di situlah terjadi konflik.

6. Dan konflik berkemban jika dari awal hingga akhir intensits konflik tersebut semakin berkembang

7. Ada alur ceritanya. Maksudnya adalah plot- plotnya jelas, diawali dengan apa, pertengahannya bagiamana dan berakhir dengan apa

8. Ada penyelesaian. Maksudnya adalah cerita berakhir dengan apa/ jawaban dari kehendak yang ingin di capai tokoh protagonisnya bagaimana, menyenangkankah, menyedikankah atau terjadi pertanyaan baru

f. Unsur dan kerangka dramatik.

Unsur dramatic disini maksudnya adalah beberapa factor yang menjadi resep atau rumus bagaimana memberi nilai dramatic. Dan kerangka dramatic di sini adalah tingkat atau tangga dramatic yang bertahap dari awal cerita hingga akhir. Unsur dramatic terbagi menjadi :

a. Konflik . Yaitu bertemunya kehendak dengan hambatan.

Hambatan

 
 

Kehendak Tujuan

b. Suspens. Yaitu Penonton dibuat ragu akan tercapai atau tidaknya si tokoh dalam mencapai kehendak atau keinginannya.

c. Curiosity. Yaitu Informasi yang tidak ada hubungannya dengan adegan sebelumnya namun akan terjawab demikian. Disini maksudnya adalah untuk membuat penonton menjadi penasaran.

d. Surprise. Yaitu kejutan atau kejadian di dalam adegan yang tiba- tiba mebuat penonton merasa tertipu atau terkeceoh dengan tafsiran atau perkiraan ceritannya

e. Struktur 3 Babak

Struktur 3 babak merupakan struktur yang banyak di gunakan oleh para penulis skenario di seluruh dunia . Struktur ini di pakai agar menghasilkan skenario yang dapat memberikan cerita yang bisa menampung segenap kecendrungan-kecenderungan atau dampak bagi penontonnya. Yang bisa membuat penonton betah hingga film usai. Yang membuat penonton terhanyut dan terbawa kepada persoalan yang ada di dalm filmnya oleh karena ceritanya.

Skenario dengan sturktur 3 babak yang baik mengandung 6 faktor :

- Memperkenalkan tokoh denga jelas

- Segera menghadirkan konflik

- Tokoh di landa krisis

- Cerita mengalir dengan suspense

- Jenjang cerita menuju klimaks dan setelah itu ant klimaks atau tanpa anti klimaks

- Dan di akhiri dengan tuntas

Diagram Struktur 3 Babak

Babak I ( opening )

Babak II ( middle )

Babak III ( ending )

1. Perkenalkan karakter tokoh protagonisnya.

2. Hadapkan pada problem atau krisis

3. Perkenalkan tokoh antagonisnya

4. Bangunlah alternatif yang mengerikan

- Intensifkan problem sang tokoh protagonis dengan sejumlah komplikasi

- Pecahkan masalah seperti di kehendaki penonton yakni selamat, sukses atau sebaliknya, berkahir tragis

f. Mengetahui format bentuk fisik naskah dalam penulisan skenario

Bentuk fisik naskah skenario ada duamacam, yaitu naskah satu kolom dan naskah dua kolom

Naskah satu kolom. Dalam naskah satu kolom penulisan deskripsi unsur audio dan visual tidak di pisahkan . semua dituliskan berurutan tanpa pemisahan kolom. Biasa digunakan dalam film cerita …

Contoh :

3. MS – RUNIATI 3

Runiati pandangannya mencari seseorang di antara hiruk pikuk orang di peron. Ia berhenti dan wajahnya berseri ketika ia mengenali seseorang

RUNIATI

( melambai )

ibu

( memanggil lebih keras )

ibu

CUT TO :

4.. RUNIATI POV ( Point of View ) 4

ketika Bu Marto, seorang wanita cantik, usia tengah baya, percaya diri, mendengar panggilan Runiati dan memandangnya, Bu Marto Melambai dan dengan tergesa- gesa kearah Runiati

CUT TO :

 

5. 2 S – RUNIATI DAN BU MARTO 5

Kedua wanita itu berangkulan , Runiati menangis

BU MARTO

( Penuh perhatian )

Runi anakku.

( Menepuk - nepuk )

Jangan menangis, ada apa nak ?

Naskah Dua kolom

Dalam naskah dua kolom penulisan deskripsi visual seperti setting, gerakan kamera, instruksi acting, den efek visual di tuliskan di kolom yang terpisah dari kolom audio. Jadi , kolom audio khusus untuk menuliskan unsure- unsure audio termasik narasi, dialog, sound effect, musik dan instruksi acting . biasanya digunakan dalam membuat klip, iklan, animasi pendek .

Contoh :

 

video

Audio

23. INT – RUANG PAMERAN- MALAM

MLS. – Suasana Sarasehan

PANNING lukisan- lukisan

 

ZOOM TO CUT

NARASI : Affandi, pelukis yang karya- karyanya di sebut- sebut sebagai suatu coreng moreng itu sebenarnya siapa dia ?

 

 

Pada prinsipnya, dari segi isi, naskah satu kolom dan dua kolom akan menghasilkan produk yang identik . Namun, dari segi instruksi naskah dua kolom lebih kompak, sedangkan dari segi tata letak tanpak lebih konvensional. Walaupun demikian produksi yang sesungguhnya banyak sutradara lebih menyukai bentuk satu kolom. Alasannya , bagian kiri naskah yang kosong dapat di gunakan sebagai tempat untuk membubuhkan catatan khusus arahan. Misalnya, kapan harus CUT atau Dissolve dari satu kamera ke kamera lain , tanda atau clue gerak kamera atau objek, musik , sound effect, dan berbagai catatan lainnya.

Yang perlu di perhatikan dalam membuat penulisan skenario adalah riset penulisan skenario film dan proses editing informasi . proses ini penting sekali saekalipun dalam lingkup kecil . misalnya kita ingin membuat cerita tentang orang yang merasa tidaknyaman melihat orang lin yang sedang mengupil. Maka akan lebih matang lagi penyajian dalam film kita jika kita meriset permasalahan itu terlebih dahulu. Hal ini berguna sekali bagi kita agar kita mendapatkan informasi yang banyak mengenai persoalan yang kita ingin angkat tersebut. Setelah informasi dari hasil riset telah kita kumpulkan dengan usaha yang maksimal, lantas kita pilah – pilah kembali ( atau bisa disebut pengeditan ). Proses pengeditan informasi ini penting sekali , agar informasi yang kita suguhkan representative, dan hal ini mendukung sekali tercapainya efektifitas penyajian. Jadi informasi yang tidak terlaklu penting dapat kita hilangkan jika tidak mendukung dari pada cerita di dalam sekenario film yang kita ingin tuliskan.

Dalam membuat cerita dapat memadukan bebrapa genre yang ada. Yang jelas kita dapat memerdekakan pikiran kita dalammembuat suatu karya asalkan dengan catatan kita mengerti dan paham akan memformulasikan genre tersebut hingga penyampaian ide dapat di pahami.

Untuk supaya kita segera mendapatkan manfaatnya , ada baiknya segera memulai menulisnya. Siapkan kertas dan lainnya. Karena mulai menulis, mencoba dan terus mencoba adalah awal dari keberhasilan. Karena keberhasilan bermula dari kegagalan dan beranilah untuk gagal ……………..

Mohon maaf atas segala kekurangan

Penulis menerima kritik dan saran yang bersifat membangun bagi kepentingan bersama

Thank’s

Sumber :

Sepucuk ilmu, Langkah Praktis coba tau dan coba buat skenatio film. Agres setiawan

Buku, artikel internet, diktat mata kuliah penulisan skenario, materi workshop dan lain- lain

Ditulis dalam KAMU MAU TAHU? (dari berbagai sumber) | Bertanda: , , , , , | 4 Komentar »

Proses Kreatif Kurnia Effendi

Ditulis oleh permanas di/pada 16 Februari 2008

KOLEKSI JUDUL

Sampai saat ini, saat menulis esai ini, aku membuat cerita pendek atau cerita panjang, selalu dimulai dengan “judul”. Mungkin tidak akan berubah, karena agak berlebihan jika kukatakan belum berubah. Cara itu tidak sengaja kulatih, bukan pula merupakan jalan terakhir setelah gagal dengan cara yang lain. Sama sekali tidak. Itu adalah cara pertama yang kemudian menjadi – setelah tahu namanya: – proses kreatif.

Bertahun-tahun yang lalu, ketika diwawancara oleh redaktur majalah remaja, dan terlontar pertanyaan: Bagaimana biasanya kamu menulis cerpen? – aku tidak perlu memikirkan jawaban. Saya mulai dari judul, demikian jawabku. Dan memang seperti itu yang terjadi. Dalam dompetku suka tersimpan selipat kertas, yang kutulisi beberapa judul, entah cerpen atau cerber. Pada saat judul itu kutuliskan, kadang-kadang belum terlintas kisah apa pun. Belum terpikir serangkai cerita, belum terbentang tuturan atau alur nasib seorang tokoh. Sebuah frasa atau kelompok kata yang tiba-tiba melintas, mempesona pikiran dan perasaan, segera ku’tangkap’, kutulis atau kuingat, selanjutnya menjadi ‘biji-biji’ yang tersimpan dalam ‘tanah gembur’ proses kreatif. Ada yang langsung tumbuh menjadi sosok cerita, banyak pula yang terus terlelap menunggu secercah cahaya gagasan yang kelak membangunkannya.

Mungkin ini menjadi semacam keberuntungan, bahwa aku menulis dari sisi yang – menurutku – paling tepat. Mengapa? Karena judul adalah kata atau kalimat yang dibaca pertama kali oleh 99,99% pembaca. Untuk jenis bacaan apa pun. Kadang-kadang, ketika seseorang mendapatkan sebuah majalah di ruang tunggu dokter, misalnya, secara highlight akan membuka lembar demi lembar untuk menemukan judul yang menarik minatnya sebelum membaca lebih jauh. Bahkan seandainya aku menulis sebuah novel, atau cerpen, yang diawali dengan: Tanpa Judul; itu pun sebuah judul!

Apakah kusadari sejak awal bahwa judul itu penting? Ternyata tidak. Itu semacam refleks, impulsif, atau kebiasaan yang tidak diniatkan seperti ketika seseorang mencoba mendisiplinkan sesuatu. Tiba-tiba saja berkelebat. Tertangkap. Melekat. Andaikata aku sangat percaya terhadap daya ingat, mungkin tidak perlu mencatat. Tapi aku cukup senang dengan sesekali membaca koleksi judul-judul itu di kala senggang. Oleh sebab itulah, pada kertas kecil, atau apa saja yang bisa dibubuhkan tulisan: kutorehkan judul-judul itu.

Misalnya, beberapa yang kuingat: Segenggam Melati Kering, Tetes Hujan Menjadi Abu, Berjalan di Sekitar Ginza, Anak Arloji, Kincir Api, Menemani Ayah Merokok, Laras Panjang Senapan Cinta, Abu Jenazah Ayah, Tilas Cemeti di Punggung… Hampir semua dimulai dari kelebat aksara khayali atau bunyi yang tertangkap hati. Kadang-kadang ketika sedang bercakap-cakap dengan teman, lalu terangkai dari percakapan itu sebuah komposisi kata yang menarik, nah! Lalu seperti ada lampu menyala. Byar! Wah, ini asyik untuk judul!
Melalui tuturan ini, hendak kubongkar rahasia. Seperti kuungkap tadi, kadang-kadang aku tak punya cerita apa pun sebelumnya. Tetapi, justru sebuah judul sanggup menghamparkan kisah. Bahkan, secara agak tak terduga, ternyata judul itu pintar menghimpun cerita. Maka judul itu akhirnya mendapat tugas sebagai penyimpan gagasan sebuah kisah, baik untuk karya prosa maupun puisi. Dengan mengingat sebuah judul, seolah-olah terurai jalan hidup seorang tokoh dengan pelbagai konflik di dalamnya. Kukira, itulah yang umumnya terjadi pada riuh-rendah benakku dalam proses menulis karya sastra.

CURAH KISAH

Sewaktu-waktu, ketika sedang bersamaku, jangan heran jika kucurahi cerita. Biasanya, judul yang mengemban kandungan cerita itu tak cukup sabar tetap tersimpan dalan vestiaire angan-angan. Aku akan menyampaikan semacam fragmen: mungkin segerumbul percakapan para tokoh, atau gambaran perilaku, bahkan semacam abstraksi hikayat, atau hal-hal yang menjadi tumpuan tema. Mengapa demikian? Jika suatu ketika aku mau menulis, dan kebetulan lupa harus mulai dari mana, aku tinggal menelepon kawan yang sempat mendengarkan ‘petikan’ kisahku.

Pernah di suatu makan malam dengan dua sahabat di café, aku menceritakan tentang perilaku seseorang yang sedang patah hati yang dipandang tak masuk akal oleh tokoh lainnya… Jadi jangan heran jika suatu saat nanti aku menanyakan pada kalian detil yang mungkin terlepas dari ingatan. Begitulah. Tak ada rasa cemas, andai gagasan itu kemudian dicuri oleh sang pendengar yang kebetulan (dan biasanya) juga seorang pengarang. Jika memang diambil-alih, aku akan gembira karena ternyata ide yang berasal dari kepalaku itu menarik juga dibuat cerpen oleh orang lain. Tetapi, boleh jadi, cara kita bercerita berbeda.

Sejak menggunakan mesin ketik, aku tak pernah membuat konsep terlebih dulu. Langsung tulis saja. Dulu, untuk menulis cerpen 8 halaman, kadang-kadang membutuhkan lebih dari seratus lembar kertas. Karena selalu ada suntingan atau perubahan setiap kali dibaca ulang. Namun kini dengan komputer, jika salah ketik mudah dihapus. Mudah dipindah, digandakan, dan yang lebih terasa manfaatnya: dapat disimpan.

Dengan kemampuan alat seperti itu, kebiasaanku mengoleksi judul, semakin terasa hikmahnya. Kini aku ke mana-mana membawa disket, yang di dalamnya telah siap sepuluh file dengan masing-masing judul. Lantas bagaimana caraku bekerja? Duduk di depan komputer, buka file pertama, misalnya: Puisi di Bangku Taman. Eh, baru lima paragraf mendadak buntu, segera kubuka file kedua: Mengapa Hiuma Berduka? Hei, itu fabel, cerita buat anak-anak! Tak jadi soal. Entah mengapa, ada saja yang secara otomatis mengubah diri di rongga benakku, sehingga yang muncul adalah fantasi kanak-kanak. Demikian seterusnya.

Jadi, jika aku membekal lima disket (mungkin kelak segera kuganti flashdisc, agar lebih banyak menyimpan calon naskah) ada berapa calon cerpen, puisi, novelet, di dalamnya? Ayo lakukan seperti aku! Pasti asyik. Dan tak perlu menyepi ke balik gunung atau ke dasar samudera. Karena aku bukan pengarang menara gading. Cukup menempati koridor yang menghubungkan antara ruang tamu dengan ruang makan. Sambil sesekali nonton tivi, atau ngajari PR anak-anak. Atau di meja samping kantor ketika jam kerja belum mulai (sering datang kepagian karena ada kewajiban mengantar anak-anak yang masuk sekolah jam tujuh). Atau di sebuah warnet dekat hotel tempat menginap ketika sedang tugas keluar kota. Yang paling kerap terjadi, aku menulis pukul 22.00 sampai tengah malam.

SELALU “YA”

Di tengah rapat kantor, tiba-tiba telepon selular bergetar. “Halo.” Setengah berbisik. “Lagi sibuk?” suara di sana. “Lagi meeting, apa kabar?” Ujung-ujungnya: “Ada stok naskah cerpen nggak? Buat edisi Oktober, sepuluh hari selesai, ya?” Tentu kujawab: “Ya.” Mengapa tidak? Dengan ucapan ‘ya’, aku yakin ada semacam keajaiban yang bekerja ekstra di seluruh kepalaku. Judul-judul berlintasan seperti meteor. Tapi, tentu aku meneruskan pekerjaan dulu sampai selesai jam kantor. Dengan ucapan ‘ya’, seluruh peri yang beterbangan di udara meniupkan pelbagai gagasan. Nah: “Percakapan Sepasang Peri…” Haha, bagus nggak kedengarannya?

Itu stimulus yang datang dari luar. Setidaknya, istilah produktif tak hanya digenjot dari dalam diri sendiri. Ada saja yang kemudian meminta cerpen. Dan ada saja majalah atau surat kabar yang tahu-tahu telah lama tidak kujenguk dengan karya. Mungkin Matra, Gadis, Femina, Lampung Post, Suara Merdeka, Jurnal Cerpen, atau Bee Magazine… Ya. Ternyata aku tidak melulu menulis untuk sastra koran. Untuk majalah Cinta tentu harus cerita remaja. Ya sudah. Aku terus menyambar-nyambar ke pelbagai segmen pembaca. Nggak dosa, kan? Justru asyik, lho! Apalagi anakku sudah tiba usia remaja, saatnya memberi mereka bacaan yang baik. Menurutku, tentu.

Setelah pernah menulis di Kompas dan Horison, ternyata aku enjoy aja mengirimkan naskah ke tabloid milik sebuah radio swasta di Jombang. Kupikir, mereka yang ada di ujung pulau atau dikepung pegunungan juga perlu membaca cerpenku. Redaksinya menelepon, meminta, ya aku buatkan. Tidak pilih-pilih. Juga harus bagus. Menurutku, tentu.

Untuk membuat diriku ‘malu’, aku selalu membuat target di awal tahun. Misalnya tahun ini aku akan menulis 48 cerpen, 200 puisi, satu novel, 12 esai. Kutulis dan kukirim melalui sms kepada para sahabat ketika tiba tanggal 1 Januari. Dan menjelang Desember, aku mulai menghitung prestasi. Apakah tercapai? Apa pun hasilnya, kukirim melalui sms juga kepada sahabat yang pernah menerima informasi target. Sebagai evaluasi diri. Mudah-mudahan para sahabat yang selalu menerima informasi itu tidak bosan. (Kan tinggal pencet delete, sms itu terhapus). Seandainya luput terlampau banyak, tentu aku malu dan kembali mengejar di tahun berikutnya.

Jadilah pengrajin! Kata Zen Hae: kita ini hanya si tukang cerita. Boleh jadi demikian. Tetapi, seseorang yang telah memiliki ketrampilan teknis seperti Seno Gumira, Arswendo, dan Putu Wijaya, bisa menjadi pengrajin yang berkualitas. Mengapa? Karena keluasan wawasan mereka, di samping memang sudah terlalu piawai menangkap ilham. Dengan kata lain, ilham itu tidak ditunggu. Tetapi dikejar!

SIHIR BRAGA

Dulu sekali, waktu masih kuliah di Bandung, ada sejenis ‘hantu’ kalimat yang selalu berkelindan dalam rongga benakku. Begini kira-kira: Tiga hari yang lalu, aku menerima fotomu, close up dan berwarna. Tadi pagi ibumu mengirim telegram yang mengabarkan bahwa engkau telah tiada.

Dua kalimat itu terus saja terngiang, bahkan mungkin tercetak semacam cukil kayu di batok kreatifku. Apakah itu yang disebut obsesi? Ini harus jadi cerpen! Ini harus memenangkan lomba! Lalu aku agak bimbang dengan judul yang telah berkelebat. Catatan Sepanjang Braga atau Kenangan Sepanjang Braga? Lantas kutanya pada sahabat Acep Zamzam Noor, bagaimana menurut pendapat dia. Ia menjawab lugas: “Potong saja yang tak perlu. Sepanjang Braga.Itu bagus sekali.”

Cerpen itu, Sepanjang Braga, kemudian memenangkan juara pertama lomba cerpen majalah Gadis tahun 1988. Itu jauh di masa lalu. Kini, ternyata aku telah memiliki empat versi cerita “Sepanjang Braga”. Ada apa dengan Braga? Mengapa aku selalu merasa wajib melintasi jalan itu setiap kali berkunjung ke Bandung? (sekarang aku tinggal, berkeluarga, dan bekerja di Jakarta).

Mungkin Braga memang menyimpan masa silam Bandung, dekat dengan aroma kolonial dan seni, juga dekat dengan peristiwa bersejarah semacam KTT Asia Afrika. Hampir sama dengan ikatan chemistry seseorang terhadap Malioboro di Yogya, misalnya. Atau Jalan Sabang di Jakarta. Atau Jalan Somba Opu di Makassar. Mungkin. Tapi demikianlah perasaanku terhadap Braga.

Itu kusebut ilham yang membius. Yang menerbitkan rasa haru. Dan perasaan seperti itu, dulu, sanggup membuatku tiba-tiba ingin pulang untuk menulis padahal sedang jalan bersama seorang kawan. Atau terpaksa tidak kuliah demi mengalirnya banjir cerita untuk menjadi halaman-halaman prosa.

SUMBER ILHAM DAN BUKU

Selalu terngiang ucapan Joni Ariadinata yang meminta cerpen-cerpenku untuk dibuat buku antologi pribadi. Buku? Wah, apakah sudah saatnya? Itu tahun 2002. Begitulah, pada tahun 2004, terealisasi 2 buku sekaligus: Senapan Cinta (Penerbit Kata-Kita) dan “Bercinta di bawah Bulan” (Metafor Publishing). Pada tahun 2005 menyusul 2 buah lagi: Aura Negeri Cinta (Lingkar Pena Publishing House) dan Kincir Api (Gramedia). Sementara di tahun 2006, aku berhasil menerbitkan novel remaja Selembut Lumut Gunung (Cipta Sekawan Media).

Kadang-kadang aku tidak menyangka dengan momentum seperti itu. Mungkin karena banyak uluran tangan sahabat juga yang membuat buku-buku itu lalu menyebar sebagai pemberitaan maupun koleksi.

Aku bekerja di perusahaan otomotif (ATPM) Suzuki Mobil. Sangat beruntung karena aku berada pada bagian pengembangan showroom seluruh Indonesia. Setidaknya 3 kali keluar kota dalam sebulan. Setidaknya berkali-kali mengunjungi wilayah-wilayah baru di pelbagai daerah. Jadi sudah terbiasa, sejak dari bandara aku sudah sms kepada para sahabat (jurnalis, penyair, budayawan, redaktur, seniman) di daerah tujuan. Saat aku keliling daerah itulah, kujumpa beribu tunas cerita. Tak hanya melihat sunset di pantai Pare-Pare, atau memandangi tamasya ikan di dasar laut Bunaken melalui Katamaran. Bertemu dengan kawan-kawan sastrawan, jurnalis, dan seniman di daerah, membuat hidup ini sangat berwarna. Ternyata, ketika ide mampet, ngobrol dengan kawan-kawan itu seperti charging baterei dalam pikiranku. Dari sanalah ilham mengalir. Tinggal: sempat atau tidak menuliskannya di antara waktu yang padat oleh kegiatan formal kantor?

Jadi, mohon jangan menolak jika sewaktu-waktu kalian kutelepon, hanya untuk sekadar makan malam di TIM, atau sama-sama menikmati sate kambing di Bukafe milik Mas Kiki di Duren Tiga. Tentu tak ketinggalan berusaha hadir pada acara-acara yang digelar oleh toko buku MP Point Book, Selasar Omah di Empu Sendok, Bentara Budaya atau PDS HB Jassin dan Teater Utan Kayu. Entah kenapa, otakku jadi berbinar-binar.

Selalu kupanas-panasi kawan untuk terus menulis. Kubagi alamat email semua redaktur kepada teman sejawat. Pokoknya, mari kita menulis! Agar dunia bacaan kita makin ramai. Dan tentu akan melahirkan sejumlah buku-buku baru lagi. Jangan pikirkan award atau pernghargaan dulu. Yang penting batin kita puas dan orang lain beroleh pencerahan.

Dari satu buku (yang disiapkan demikian lama) ke buku yang lain, ternyata mengalir saja. Itulah yang kusebut momentum tadi. Dan tak terhindarkan dari campur tangan tulus orang lain. Maka sebaik-baik pengarang adalah (menurutku, tentu) yang memiliki banyak jaringan, dan saling berkomunikasi secara tulus dan saling berbagi.

Kurnia Effendi

Kurnia Effendi

  • Jenis Kelamin: Male
  • Lokasi: Indonesia

Mengenai Saya

Pecinta sastra: membaca untuk mendapatkan pencerahan, dan menulis untuk berbagi pemikiran, dalam bentuk prosa, puisi, dan perbincangan peristiwa.

Buku Favorit

  • Olenka (Budi Darma)
  • Hujan Bulan Juni (Sapardi Djoko Damono)
  • Cafetaria Nostalgi (Jay Bimo)

Ditulis dalam KAMU MAU TAHU? (dari berbagai sumber) | Bertanda: , , , , , , , | Leave a Comment »