tanpa judul
Ditulis oleh permanas di/pada 16 Februari 2008
waktu berdetak tanpa pernah dapat merasakan entakan detik dan detak.
hari ini,
kurasakan detak detik waktu
saat kutemukan kau
di salah satu puncak kedewasaan
lagumu
bernyanyi;
dan menari
sukaku tak bisa sembunyi
tak bisa;
kau bilang:
“bawa aku
waktuku kini bersamamu
usiaku bukan alangan
masamu bukan rintangan
hadiahmu untukku
cuma satu kupinta;
bawa aku sekarang
kemana kau suka.”
kau menunggu
aku bisa, aku bisa
tapi biar kukecup
sekali ini saja
pada keningmu
pada telingamu
(aku tidak bisa mengatakan apa-apa)
dari jiwaku
hatiku kutitipkan dan kutaruh
dekat jantungmu biasa berdetak
hari ini ulang tahunmu
hari ini juga
sebagian diriku
ada padamu.
pedati, 10 februari 2008/Permana. (tanpa judul)
(ditulis untuk teman dari yahooanswer yang meminta dibuatkan puisi untuk perempuan yang lagi ulang tahun, dikirim pada tanggal yang sama saat puisi ini dibuat)
Entri ini dituliskan pada 16 Februari 2008 pada 10:44 dan disimpan dalam PUISI. Bertanda: ada, bahasa, biasa, BUDAYA, dewasa, hadiah, hari, kecup, menunggu, PUISI, rasa, SASTRA, sembunyi, ulang tahun, usia, waktu. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan atas artikel ini melalui RSS 2.0 pengumpan. Anda bisa tinggalkan tanggapan, atau lacak tautan dari situsmu sendiri.
bigcore berkata
puisi lo cuma buat pacar aja yach?
isinya boleh gw pinjam buat gw kasih mama gw ga?
bisa juga buat my mother khan?
thanks b4!
permanas menjawab: siapa pun boleh menggunakan tulisan aku. kau pun boleh memberikan puisi itu untuk ibumu yang kau cintai .
ryuzaki berkata
semoga bahagia…. ^_^
permanas menjawab: aku juga mendoakan siapa saja untuk bisa merasakan kebahagiaan. setiap manusia berhak merasakan yang terbaik dalam hidup mereka.