Permanas

dan jika kebebasan adalah kata-kata yang tak terantai, maka ia tak perlu dipasung

Arsip untuk Februari 23rd, 2008

Bacalah dengan teliti, ini sangat penting!

Ditulis oleh permanas di/pada 23 Februari 2008

Pernah ada anak lelaki dengan watak buruk. Ayahnya memberi dia sekantung penuh paku, dan menyuruh memaku satu batang paku di pagar pekarangan setiap kali dia kehilangan kesabarannya atau berselisih paham dengan orang lain

Hari pertama dia memaku 37 batang di pagar.Pada minggu-minggu berikutnya dia belajar untuk menahan diri, dan jumlah paku yang dipakainya berkurang dari hari ke hari. Dia mendapatkan bahwa lebih gampang menahan diri daripada memaku di pagar

Akhirnya tiba hari ketika dia tidak perlu lagi memaku sebatang paku pun dan dengan gembira disampaikannya hal itu kepada ayahnya

Ayahnya kemudian menyuruhnya mencabut sebatang paku dari pagar setiap hari bila dia berhasil menahan diri/bersabar. Hari-hari berlalu dan akhirnya tiba harinya dia bisa menyampaikan kepada ayahnya bahwa semua paku sudah tercabut dari pagar

Sang ayah membawa anaknya ke pagar dan berkata: ”Anakku, kamu sudah berlaku baik, tetapi coba lihat betapa banyak lubang yang ada di pagar.”

Pagar ini tidak akan kembali seperti semula. Kalau kamu berselisih paham atau bertengkar dengan orang lain, hal itu selalu meninggalkan luka seperti pada pagar

Kau bisa menusukkan pisau di punggung orang dan mencabutnya kembali, tetapi akan meninggalkan luka. Tak peduli berapa kali kau meminta maaf/menyesal, lukanya tinggal. Luka melalui ucapan sama perihnya seperti luka fisik. Kawan-kawan adalah perhiasan yang langka. Mereka membuatmu tertawa dan memberimu semangat. Mereka bersedia mendengarkan jika itu kau perlukan, mereka menunjang dan membuka hatimu. Tunjukkanlah kepada teman-temanmu betapa kau menyukai mereka

Kirim surat ini kepada mereka yang kau anggap teman, walaupun berarti kau mengembalikannya kepada yang mengirimnya kepadamu. Bila pesan ini kembali padamu, itu berarti bahwa kau mempunyai lingkaran teman

Untuk mengakhiri: ”Keindahan persahabatan adalah bahwa kamu tahu kepada siapa kamu dapat mempercayakan rahasia.” (Alessandro Manzoni)

Beberapa baris untuk direnungkan…
Jika kau menerima pesan ini, ketahuilah bahwa ada orang yang bermaksud baik padamu dan bahwa dari dirimu ada juga orang yang kau kasihi.Jika kau terlalu sibuk untuk menyisihkan beberapa menit untuk meneruskan ini kepada orang lain dan berpikir: ”Saya akan melakukannya beberapa hari yang akan datang”, lupakan saja, karena mungkin kau tidak akan pernah melakukannya. Tantra ini datang dari bagian Utara India

Entah kau percaya tahyul atau tidak…
sisihkanlah beberapa menit untuk membaca ini. Ada beberapa pesan yang baik untuk jiwa kita
• Berilah kepada orang lebih dari yang mereka harapkan, dan lakukan secara bijaksana.
• Yakinlah pada dirimu ketika berkata: ”Aku mencintaimu.”
• Jika kau berkata: “Aku menyesal,” tataplah mata lawan bicaramu
• Jangan permainkan harapan orang lain. Mungkin kau bisa tersinggung, tetapi itulah satu-satunya cara untuk menjalani hidupmu
• Jangan adili orang lain, tetapi adili dirimu secara kritis
• Bicaralah pelan, tetapi cepat dalam berpikir
• Jika kau ditanya sesuatu yang tak ingin kau jawab, senyumlah, dan tanya: ”Mengapa kamu mau tahu?”
• Ingatlah bahwa kasih yang paling indah dan sukses yang terbesar mengandung banyak risiko
• Jika kau kalah, jangan lupakan pelajaran dibalik kekalahan itu
• Hargai dirimu. Hargai orang lain. Bertanggung jawablah atas tindakanmu
• Jangan biarkan selisih paham merusak indahnya persahabatan
• Tersenyumlah ketika menjawab telepon, orang yang menelponmu akan mendengarnya dari suaramu
• Baca yang tersirat
• Bila kau tidak mendapatkan apa yang kau inginkan, mungkin saja itu keberuntunganmu

TOTEM TANTRA ini harus dikirim dalam 96 jam.
Kirimlah beberapa copy dan lihat apa yang terjadi padamu dalam beberapa hari mendatang. Ini benar, walaupun kau tidak percaya tahyul… Dan sekarang sisanya… Kirim pesan ini kepada paling kurang 5 orang dan hidupmu akan menjadi lebih baik.
• 0 – 4 orang: hidup akan menjadi lebih baik
• 5 – 9 orang: hidup menjadi lebih baik dan harapanmu akan terpenuhi.
• 9 – 14 orang: kau akan mendapatkan 5 kejutan dalam 3 minggu mendatang
• 15 orang atau lebih: hidupmu menjadi lebih baik, dan apa yang pernah kau impikan, mulai menjadi kenyataan.

Jika kau tiba pada akhir berita ini, proficiat…

Origineel bericht van ANDRÉ DESNOYERS
en op Power Point gezet door SYLVIE SIMONEAU,
vertaald uit het Frans door GUSTAAF BOGAERTS

Ditulis dalam KAMU MAU TAHU? (dari berbagai sumber) | Bertanda: , , , , | Leave a Comment »

Dia Yang Terbang!

Ditulis oleh permanas di/pada 23 Februari 2008

Guruku pernah bilang ‘kau tak perlu takut, kau hanya perlu melompat, dan terbang.’

Aku tidak pernah tahu kelanjutannya sampai sekarang. Satu-satunya yang terus kusaksikan, tidak ada yang benar-benar telah selesai. Itu kurasakan, dan kau tidak akan pernah menebak di mana kau akan mendarat dan bertanya di mana kau akan berakhir seharusnya. Tidak ada seharusnya, hanya itu jawaban yang akan kau dengar sepanjang hari.

Satu kali aku mulai mengerti, meski samar, seakan itu mulai menjelaskan benang merahnya kepadaku. Waktu itu aku duduk sendiri di bangku paling pojok dekat panggung pada acara pementasan balet. Kau pasti tahu, bagaimana rasanya kau berdiri pada ibu jari kakimu?

Kau tak perlu menyanyi dengan suara terindahmu, atau yang paling jelek sekali pun. Sekali lagi terlintas kata guruku. Kau tak perlu takut, kau hanya perlu melompat, dan terbang. Sekarang aku tahu maksudnya. Kulihat penari kecil itu menatap padaku hingga lekat. Tak ada ruang waktu saat itu. Ia melakukan apa yang dapat dilakukannya, pada saat bersamaan ia memandang mataku dengan dalam. Dan memang tidak ada yang seharusnya menjadi seharusnya.

Kalau kau ingin melakukan sesuatu yang menurutmu baik untuk kau kerjakan, kau tinggal lakukan saja, kau harus merasakannya sendiri. Jika tidak, kau ragu-ragu, selanjutnya kau akan memberitahuku kalau kau takut.

Sekali lagi ia menghentakkan kakinya dari lantai panggung, melompat, dan …, terbang! Kembali ia mengatakan padaku melalui lambaian tubuh, rambut dan gaun terindah miliknya. Kau tak perlu memikirkan di mana kau akan mendarat, atau terjatuh, atau ada kelucuan setelahnya. Aku sempat berpikir, ia pasti akan tersenyum setelahnya kepadaku dan kepada semua orang yang menyaksikan dirinya.

Waktu melesat, dan aku semakin kesepian di pojokan panggung setelah semuanya kembali pulang. Tapi aku masih memikirkan apa yang terjadi selanjutnya setelah ini. Kau tak perlu khawatir akan jawabannya. Selalu akan ada jawaban untuk setiap kehidupan. Panggung itu kosong, tapi tidak dengan pertanyaan yang ada dalam kepalaku.

Ia yang menatapku saat menari, itu juga membuatku iri, ia yang menyembulkan sedikit wajahnya dari kisi-kisi panggung, itu juga yang menghentikan pertanyaan-pertanyaanku ketika ia menghampiri seakan tanpa maksud apa-apa. Hanya senyumnya yang akan kuingat, dan akan tetap seperti itu.

“Kulihat hanya tinggal kau sekarang,” sapanya kepadaku.

“Tapi sekarang tidak.” Ada yang ingin kulanjutkan dengan kata-kata itu, sedikit berat, tapi harus dikatakan. Jadi, “Bagaimana rasanya terbang?”

Ia tidak bilang apa-apa kepadaku. Lucunya, aku menunggu lama untuk melihat bibirnya bergerak. Kau tak perlu membayar mahal atas waktu untuk menunggu sesuatu, lebih dari itu, atas apa yang kau dengar dan lihat. Akan ada banyak emosi melilit lehermu, lebih tepatnya, hati dan pikiranmu. Tapi aku tidak pernah takut atas apa yang kumulai sendiri. Perlahan sekali ia bergerak, tapi tidak seperti yang kuharap sebelumnya. Bibir miliknya.

Ia menuliskan sesuatu dengan tangan terlembutnya. Jari-jari itu seperti dirinya sendiri yang dengan lentur menari pada lantai panggung. Yang kulihat, kertas putih yang sudah ditulis oleh dirinya sendiri. Ia memberikannya, lalu meninggalkanku.

“Tidak ada. Kau harus merasakannya sendiri.” Hanya itu yang kubaca. Aku tidak terkejut.

Tidak ada yang perlu diceritakan panjang lebar, atau dunia akan berubah menjadi dongeng-dongeng yang akan membuatmu bosan karena terlalu seringnya kau mendengar, atau bosan melihatnya karena menumpuk pada rak bukumu yang kau taruh tepat di atas kepala tempat tidurmu dan berharap kau akan menjadi bagian darinya. Kalau begitu kau akan merasakan dunia yang tragis dari dunia anak-anak. Jangan tanya, aku merasakannya sendiri.

Dan, inilah aku. Kau menatapnya sekarang. Laki-laki yang tidak pernah punya rumah untuk dirinya juga pikirannya, yang pergi dari rumah setelah merobek karton berisi peraturan-peraturan rumahnya. Bukan untuk menghina, tapi untuk mengatakan kalau ada sesuatu yang harus dirubah. Kau pasti akan bilang kalau aku tidak tahu bagaimana cara mengungkapkan sesuatu. Kalau begitu kau benar. Aku memang tidak tahu caranya.

Jadi, apakah ia menari dan melompat seperti angsa putih yang tidak berdosa, atau ia melakukan yang seharusnya dilakukan. Tidak ada jawaban. Seperti katanya, ‘Kau harus merasakannya sendiri.’ Aku tidak akan bertanya lagi.

Kau tidak perlu takut, kau hanya perlu melompat, dan …, terbang. Kau pasti akan bertanya-tanya sekarang, apakah aku melakukannya atau tidak. Kalau begitu, cari aku di tempat-tempat yang tinggi. Jika tidak, kau akan menemukanku tergeletak dibawahnya karena sudah tidak punya lagi tempat bermain. Permanas/01062005

Ditulis dalam CERPEN | Bertanda: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »