Permanas

dan jika kebebasan adalah kata-kata yang tak terantai, maka ia tak perlu dipasung

STRATEGI PEMASARAN DAN PENGENDALIAN MUTU PRODUK

Posted by permanas pada 5 Maret 2008

Hadi Sugito

Pusat Pengembangan Bisnis & Manajemen (P2BM) RIAU December 11, 2005

 

Pendahuluan
Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial di mana individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan menciptakan, menawarkan dan bertukar sesuatu yang bernilai satu sama lain. Definisi ini berdasarkan pada konsep inti, yaitu : kebutuhan, keinginan dan permintaan; produk, nilai, biaya dan kepuasan; pertukaran, transaksi dan hubungan; pasar, pemasaran dan pemasar. Adapun tujuan pemasaran adalah mengenal dan memahami pelanggan sedemikian rupa sehingga produk cocok dengannya dan dapat terjual dengan sendirinya. Idealnya pemasaran menyebabkan pelanggan siap membeli sehingga yang tinggal hanyalah bagaimana membuat produknya tersedia. Sedangkan proses pemasaran terdiri dari analisa peluang pasar, meneliti dan memilih pasar sasaran, merancang strategi pemasaran, merancang program pemasaran, dan mengorganisir, melaksanakan serta mengawasi usaha pemasaran.

Strategi pemasaran adalah serangkaian tindakan terpadu menuju keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Faktor-faktor yang mempengaruhi strategi pemasaran adalah :

faktor mikro, yaitu perantara pemasaran, pemasok, pesaing dan masyarakat, faktor makro, yaitu demografi/ekonomi, politik/hukum, teknologi/fisik dan sosial/budaya. Sedangkan strategi dan kiat pemasaran dari sudut pendangan penjual (4 P) adalah tempat yang strategis (place), produk yang bermutu (product), harga yang kompetitif (price) dan promosi yang gencar (promotion). Sedangkan dari sudut pandang pelanggan (4 C) adalah kebutuhan dan keinginan pelanggan (customer needs and wants), biaya pelanggan (cost to the customer), kenyamanan (convenience) dan komunikasi (comunication). Tujuan akhir dan konsep, kiat dan strategi pemasaran adalah kepuasan pelanggan sepenuhnya (“total Customer Statisfaction”). Kepuasan pelanggan sepenuhnya bukan berarti memberikan kepada apa yang menurut kita keinginan dari mereka, tetapi apa yang sesungguhnya mereka inginkan serta kapan dan bagaimana mereka inginkan. Atau secara singkat adalah memenuhi kebutuhan pelanggan.

Ada hubungan erat antara mutu suatu produk dengan kepuasan pelanggan serta keuntungan industri. Mutu yang lebih tinggi menghasilkan kepuasan pelanggan yang lebih tinggi, sekaligus mendukung harga yang lebih tinggi dan sering juga biaya lebih rendah. Eksekutif puncak masa kini melihat tugas meningkatkan dan mengendalikan mutu produk sebagai prioritas utama, sehingga setiap industri tidak punya pilihan lain kecuali menjalankan manajemen mutu total (“Total Quality Management”).

Konsep Pemasaran

1. Kebutuhan , Keinginan dan Permintaan

Ada perbedaan antara kebutuhan, keinginan dan permintaan. Kebutuhan manusia adalah keadaan dimana manusia merasa tidak memiliki kepuasan dasar. Kebutuhan tidak diciptakan oleh masyarakat atau pemasar, namun sudah ada dan terukir dalam hayati kondisi manusia. keinginan adalah hasrat akan pemuas tertentu dari kebutuhan tersebut. Keinginan manusia dibentuk oleh kekuatan dan institusi sosial. Sedangkan Permintaan adalah keinginan akan sesuatu yang didukung dengan kemampuan serta kesediaan membelinya.

Keinginan menjadi permintaan bila didukung dengan daya beli. Perbedaan ini bisa menjelaskan bahwa pemasar tidak menciptakan kebutuhan; kebutuhan sudah ada sebelumnya. Pemasar mempengaruhi keinginan dan permintaan dengan membuat suatu produk yang cocok, menarik, terjangkau dan mudah didapatkan oleh pelanggan yang dituju.

2. Produk

Produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan pelanggan. Pentingnya suatu produk fisik bukan terletak pada kepelikannya tetapi pada jasa yang dapat diberikannya. Oleh karena itu dalam membuat produk harus memperhatikan produk fisik dan jasa yang diberikan produk tersebut.

3. Nilai, Biaya dan Kepuasan

Nilai adalah perkiraan pelanggan tentang kemampuan total suatu produk untuk memenuhi kebutuhannya. Setiap produk memiliki kemampuan berbeda untuk memenuhi kebutuhan tersebut, tetapi pelanggan akan memilih produk mana yang akan memberi kepuasan total paling tinggi. Nilai setiap produk sebenarnya tergantung dari seberapa jauh produk tersebut dapat mendekati produk ideal, dalam ini termasuk harga.

4. Pertukaran, Transaksi dan Hubungan

Kebutuhan dan keinginan manusia serta nilai suatu produk bagi manusia tidak cukup untuk menjelaskan pemasaran. Pemasaran timbul saat orang memutuskan untuk memenuhi kebutuhan serta keinginannya dengan pertukaran. Pertukaran adalah salah satu cara mendapatkan suatu produk yang diinginkan dari seseorang dengan menawarkan sesuatu sebagai gantinya. Pertukaran merupakan proses dan bukan kejadian sesaat. Masing-masing pihak disebut berada dalam suatu pertukaran bila mereka berunding dan mengarah pada suatu persetujuan. Jika persetujuan tercapai maka disebut transaksi. Transaksi merupakan pertukaran nilai antara dua pihak. Untuk kelancaran dari transaksi, maka hubungan yang baik dan saling percaya antara pelanggan, distributor, penyalur dan pemasok akan membangun suatu ikan ekonomi, teknis dan sosial yang kuat dengan mitranya. Sehingga transaksi tidak perlu dinegosiasikan setiap kali, tetapi sudah menjadi hal yang rutin. Hal ini dapat dicapai dengan menjanjikan serta menyerahkan mutu produk, pelayanan dan harga yang wajar secara kesinambungan.

5. Pasar

Pasar terdiri dari semua pelanggan potensial yang memiliki kebutuhan atau keinginan tertentu serta mau dan mampu turut dalam pertukaran untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan itu. Istilah pasar untuk menunjukan pada sejumlah pembeli dan penjual melakukan transaksi pada suatu produk.

6. Pemasaran dan Pemasar

Pemasaran adalah keinginan manusia dalam hubungannya dengan pasar, pemasaran maksudnya bekerja dengan pasar untuk mewujudkan transaksi yang mungkin terjadi dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia. Pemasar adalah orang yang mencari sumberdaya dari orang lain dan mau menawarkan sesuatu yang bernilai untuk itu. Kalau satu pihak lebih aktif mencari pertukaran daripada pihak lain, maka pihak pertama adalah pemasar dan pihak kedua adalah calon pembeli.

Dari konsep inti pemasaran maka, ada lima konsep pemasaran yang mendasari cara organisasi melakukan kegiatan pemasarannya.

A. Konsep Pemasaran Berwawasan Produksi
Konsep ini adalah salah satu konsep tertua, yaitu akan memilih produk yang mudah didapat dan murah harganya. Dalam hal ini memusatkan perhatiannya untuk mencapai efisiensi produksi yang tinggi serta cakupan distribusi yang luas. Konsep ini dapat dijalankan apabila permintaan produk melebihi penawarannya dan dimana biaya produk tersebut sangat tingi. Kelemahan konsep pemasaran ini adalah pelayanan tidak ramah dan buruk.

B. Konsep Pemasaran Berwawasan Produk
Konsep ini berpendapat bahwa pelanggan akan memilih produk yang menawarkan mutu, kinerja terbaik dan inovatif dalam hal ini memuaskan perhatian untuk membuat produk yang lebih baik dan terus menyempurnakannya. Industri yang berwawasan ini cenderung tidak memperhatikan keinginan dan kebutuhan dari pelanggan, sehingga divisi pemasaran akan mengalami kesulitan dalam pemasaran.

C. Konsep Pemasaran Berwawasan Menjual
Konsep ini berpendapat bahwa kalau pelanggan dibiarkan saja, pelanggan tidak akan membeli produk industri dalam jumlah cukup sehingga harus melakukan usaha penjualan dan promosi yang agresif. Konsep ini beranggapan bahwa pelanggan enggan membeli dan harus didorong supaya membeli. Konsep ini sering digunakan pada “ Produk yang tidak dicari” atau tidak terpikir untuk dibeli serta pada industri yang mengalami kelebihan kapasitas produksi.

D. Konsep Pemasaran Berwawasan Pemasaran
Konsep ini berpendapat bahwa kunci untuk mencapai tujuan industri terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diinginkan secara lebih efektif dan efisien daripada saingannya. Konsep berwawasan pemasaran bersandar pada empat pilar utama, yaitu

  1. pasar sasaran,
  2. kebutuhan pelanggan,
  3. pemasaran yang terkoordinir serta
  4. euntungan.

Konsep ini telah dinyatakan dalam banyak cara :

  • Memenuhi kebutuhan dengan menguntungkan
  • Temukan keinginan dan penuhilah
  • Cintailah pelanggan bukan produknya
  • Dapatkanlah sesuai kesukaan anda
  • Berusaha sekuat tenaga memberikan nilai, mutu dan kepuasan tertinggi bagi uang pelanggan.

E. Konsep Pemasaran Berwawasan Bermasyarakat
Konsep ini beranggapan bahwa tugas industri adalah menentukan kebutuhkan, keinginan serta kepentingan pasar sasaran dan memenuhi dengan lebih efektif serta lebih efisien daripada saingannya dengan cara mempertahankan atau meningkatkan kesejahteraan pelanggan dan masyarakat. Konsep pemasaran bermasyarakat meminta pemasar untuk menyeimbangkan tiga faktor dalam menentukan kebijaksanaan pemasaran, yaitu

  1. keuntungan industri jangka pendek,
  2. kepuasan pelanggan jangka panjang dan
  3. kepentingan umum dalam pengambilan keputusan.

Kepuasan Pelanggan Sepenuhnya (Total Customer Satisfaction)

Kepuasan adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja (atau hasil) yang dirasakan dibandingkan dengan harapannya. Jadi tingkat kepuasan adalah fungsi dari perbedaan antara kinerja yang dirasakan dengan harapan.

Kepuasan pelanggan sepenuhnya dapat dibedakan pada tiga taraf, yaitu:

1. Memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar pelanggan, contoh : Wiraniaga toko daging A menunjukan jenis daging yang dibutuhkan seseorang pelanggan. Ia menanyakan beberapa kg diperlukan, kemudian ditimbang dan dibungkus.

2. Memenuhi harapan pelanggan dengan cara yang dapat membuat mereka akan kembali lagi. Contoh : Wiraniaga toko daging B menunjukan jenis daging yang dibutuhkan seorang pelanggan. Ia menunjukan jenis daging apa yang diperlukan (disesuaikanCdengan masakannya), yang sudah di “aging” atau tidak (dijelaskan keuntungannya), kemudian di timbang diberi es dan dibungkus.

3. Melakukan lebih daripada apa yang diharapkan pelanggan. Contoh : Wiraniaga toko daging C (selain seperti di toko daging B), juga dijelaskan berbagai hal tentang kualitas daging dan perbedaan dari masing-masing jenis daging, jenis kemasan (vacum atau tidak dan selain itu diberikan alternatif daging dari industri yang lain (setengah atau sudah matang). Setelah itu ditimbang, diberi es , dibungkus dan diserahkan sambil tersenyum serta mengucapkan terima kasih.

Dari ketiga taraf diatas, keberhasilan strategi pemasaran dapat dicapai apabila sudah mencapai ketaraf 3, yaitu yang paling memberikan kepuasan kepada pelanggan.

Setiap orang di Industri mempunyai pelanggan yang harus dipuaskannya. Ini yang pertama-tama harus disadari setiap karyawan. Kepuasan pelanggan relevan untuk kita semua, apapun pekerjaan kita, jadi kepuasan pelanggan bukan semata-mata urusan dan tanggung jawab divisi pemasaran dan pelayanan purna jual. Langkah pertama dalam usaha memuaskan pelanggan adalah menentukan dan mengantisipasi kebutuhan-kebutuhan pelanggan. Pelanggan yang berbeda dapat pula berlainan kebutuhannya dan juga berbeda perioritasnya, tetapi pada dasarnya kebutuhan-kebutuhan umum hampir sama. Untuk mencapai kepuasan pelanggan dalam konteks industri diperlukan beberapa kondisi dan usaha, antara lain :

(a) filosofi kepuasan pelanggan
(b) mengenal kebutuhan atau harapan pelanggan
(c) membuat standar dan pengukuran kepuasan pelanggan
(d) orientasi karyawan
(e) pelatihan
(f) keterlibatan karyawan dan
(g) pengakuan.

Sedangkan dalam konteks karyawan, ada empat unsur pokok yang harus dimiliki karyawan, yaitu

(a) keterampilan
(b) efisiensi, yaitu target “zero defect” dan tepat waktu “ deadline”
(c) ramah dan
(d) rasa bangga.

Siapa yang Termasuk Pelanggan
Setiap orang adalah pelanggan. Pelanggan adalah setiap orang, unit atau pihak dengan siapa kita bertransaksi, baik langsung maupun tidak langsung dalam penyediaan produk. Pada dasarnya ada dua jenis pelanggan, yaitu Pelanggan Eksternal dan Pelanggan Internal
Pelanggan Eksternal. Pelanggan eksternal adalah orang diluar industri yang menerima suatu produk (end-user). Pelanggan eksternal setiap industri jelas adalah masyarakat umum yang menerima produk industri tersebut. Beberapa hal yang diperlukan pelanggan eksternal adalah

(a) kesesuaian dengan kebutuhan akan produk
(b) harga yang kompetitif
(c) kualitas dan realibilitas
(d) pengiriman yang tepat waktu dan
(e) pelayanan purna jual.

Pelanggan Internal. Pelanggan internal adalah orang yang melakuakan proses selanjutnya dari suatu pekerjaan (“next process”) Pelanggan internal merupakan seluruh karyawan dari suatu industri. Yang diperlukan pelanggan internal adalah

(a) kerja kelompok dan kerjasama,
(b) struktur dan sistem yang efisien,
(c) pekerjaan yang berkualitas dan
(d) pengiriman yang tepat waktu.

Apa yang Terjadi Jika Pelanggan Tidak Puas ?
Pelanggan Eksternal. Hasil studi di Amerika menunjukan hal-hal berikut :

  • 90 % Pelanggan yang tidak puas tidak akan membeli lagi produk
  • Setiap pelanggan yang tidak puas akan menceritakan kepada paling sedikit 9 orang lain
  • Waktu usaha, tenaga dan uang yang diperlukan untuk menarik seseorang pelanggan baru 5 kali lebih banyak daripada untuk mempertahankan seorang pelanggan lama.
  • Setiap pelanggan yang puas akan menceritakannya kepada paling sedikit 5 orang lainnya, yang sebagian diantaranya dapat menjadi pelanggan.

Hasil Studi “ National Productivity Board” di Singapura menunjukkan :

- 77 % responden menyatakan tidak akan kembali jika mendapatkan pelayanan yang buruk di restoran, pusat perbelanjaan atau “sevice counter”
– 55 % responden menyatakan akan memberitahukan kepada teman mereka agar tidak belanja atau pergi ketempat tersebut.

Pelanggan Internal Pada umunya, bila karyawan sebagai pelanggan internal tidak puas maka kesalahan yang dibuat akan bertambah, kualitas produk menurun dan biaya industri meningkat. Jika suatu proses produksi telah menyimpang sejak awal, berapa banyak biaya yang harus ditambahkan untuk perbaikan atau penggantian.

Tujuh Langkah Psikologis dalam Mengkonsumsi Produk

Secara psikologis ada tujuh tahap yang dilewati pelanggan sebelum memutuskan membeli suatu produk:

Langkah 1 : Perhatikan
– Calon pelanggan memandang sekejap mata produk yang dipanjang di etalase atau ruang pamer.

Langkah 2 : Minat
– Calon pelanggan menunjukan minat pada produk tertentu dipajang, mencari tahu rancangan, harga dan kualitasnya.

Langkah 3 : Asosiasi Gagasan
– Calon Pelanggan membayangkan dirinya menggunakan produk sesuai dengan iklannya

Langkah 4 : Keinginan
– Jika calon pelanggan ragu-ragu, maka ia akan membandingkan dengan produk lain yang sejenis dan kemudian akan mengevaluasinya terhadap rancangan, harga dan kualitasnya.

Langkah 5 : Kepercayaan
– Keputusan calon pelanggan untuk membeli suatu produk didasarkan atas kepercayaan tumbuhnya rasa kepercayaan dipengaruhi oleh wiraniaga, reputasi industri, merek produk dan kualitas produk

Langkah 6 : Tindakan
– Calon pelanggan membeli produk

Langkah 7 : Kepuasan
– Setelah membeli produk, pelanggan dapat mengalami 2 jenis kepuasan, yaitu kepuasan saat proses pembelian (pelayanan wiraniaga) dan kepuasan menggunakan produk (kualitas)

Ada dua hal yang dapat dipetik dari tujuh langkah psikologi tersebut :

1. Keputusan untuk membeli terjadi karena kebutuhan-kebutuhan pelanggan terpuaskan, mulai dari ruang pamer yang telah mengantisipasi kebutuhan, penyusunannya (display) yang menarik, pelayanan penjualan dan purna jual yang prima serta kualitas produk terpercaya.

2. Setiap karyawan sebenarnya terkait kepada produk dan mempunyai andil untuk memberikan kepuasan pelanggan, mulai dari karyawan produksi sampai wiraniaga.

Bagaimana Mengukur Kepuasan Pelanggan ?
Cara sederhana yang digunakan untuk mengukur kepuasan pelanggan, yaitu :

a. Sistem Keluhan dan Saran

Industri yang berwawasan pelanggan akan menyediakan formulir bagi pelanggan untuk melaporkan kesukaan dan keluhannya. Selain itu dapat berupa kotak saran dan telepon pengaduan bagi pelanggan. Alur informassi ini memberikan banyak gagasan baik dan industri dapat bergerak lebih cepat untuk menyelesaikan masalah.

b. Survei Kepuasan Pelanggan

Industri tidak dapat menggunakan tingkat keluhan sebagai ukuran kepuasan pelanggan. Industri yang responsif mengukur kepuasan pelanggan dengan mengadakan survei berkala, yaitu dengan mengirimkan daftar pertanyaan atau menelpon secara acak dari pelanggan untuk mengetahui perasaan mereka terhadap berbagai kinerja industri. Selain itu juga ditanyakan tentang kinerja industri saingannya.

c. Ghost Shopping (Pelanggan Bayangan)

Pelanggan bayangan adalah menyuruh orang berpura-pura menjadi pelanggan dan melaporkan titik-titik kuat maupun titik-titik lemah yang dialami waktu membeli produk dari industri sendiri maupun industri saingannya. Selain itu pelanggan bayangan melaporkan apakah wiraniaga yang menangani produk dari industri.

d. Analisa Pelanggan yang Beralih.

Industri dapat menghubungi pelanggan yang tidak membeli lagi atau berganti pemasok untuk mengetahui penyebabnya (apakah harganya tinggi, pelayanan kurang baik, produknya kurang dapat diandalkan dan seterusnya, sehingga dapat diketahui tingkat kehilangan pelanggan.

Manajemen Mutu Total (Total Quality Management)

Manajemen mutu total dapat dilihat sebagai pendekatan utama untuk mendapatkan kepuasan pelanggan dan keuntungan industri. Industri harus memahami bagaimana pelanggannya memandang mutu dan tingkat mutu yang diharapkan pelanggan. Industri harus berusaha menawarkan mutu lebih baik dari pada saingannya. Hal ini melibatkan komitmen manajemen dan karyawan secara total dalam usaha mencapai mutu yang lebih tinggi.

Mutu adalah keseluruhan ciri serta sifat produk yang berpengaruh pada kemampuannya memenuhi kebutuhan yang dinyatakan atau yang tersirat. Definisi ini berpusat pada pelanggan , dimana pelanggan punya kebutuhan dan pengharapan tertentu. Selain itu mutu dapat diartikan jaminan kesetiaan pelanggan, pertahanan terbaik melawan saingan dari luar dan satu-satunya jalan menuju pertumbuhan dan pendapatan yang langgeng.

Bagaimana Memacu Mutu Lebih Tinggi ?
Custom Research Incorporate (CRI) di Amerika Serikat menggunakan kreteria Baldrige untuk dapat meningkatkan mutu dari suatu produk, yaitu:

  • Menjalankan strategi yang berpusat pada membangun hubungan dekat dengan pelanggan.
  • Diorganisasi berdasarkan tim antar divisi yang berpusat pada pelanggan
  • Mengembangkan proses dan prosedur untuk menyelesaikan pekerjaan dan mengukur hasilnya.
  • Bertanya pada pelanggan secara eksplisit apa yang mereka harapkan dari hubungan kemitraan.
  • Mencari umpan balik dari pelanggan tentang masing-masing produk maupun hubungan keseluruhan.
  • Memperkerjakan orang-orang terbaik dan menananam modal dalam pengembangan diri mereka.
  • Tetap fleksibel, gesit, cepat bergerak dan memberi wewenang pada semua untuk “ bertindak saja”
  • Bergembira dengan suka ria dan pemberian penghargaan
  • Terus membangun mutu
  • Tidak pernah puas

Menurut Prof Charlie Chang (1995), untuk menjamin kemampuan suatu industri bertahan (“survive”) dalam era global ini, maka penerapan Manajemen Mutu Total bukan lagi merupakan suatu pilihan, tetapi suatu keharusan. Untuk mengelola manajemen secara baik dan praktis, maka dapat dibagi atas tiga suara, yaitu Voice of Customer, Voice of Employee dan Voice of Process.

Voice of Customer, pendekatan manajemen pemasaran klasik dimana “prilaku” pelanggan seringkali sebagai “objek” penelitian, pemasaran, dimanipulasi dan dieksploitasi. Sedangkan manajemen mutu total melihat pelanggan sebagai salah satu “aset” usaha yang terpenting. Bahkan dapat dikatakan bahwa suatu industri ada karena “diperbolehkan ada ” oleh pelanggan, oleh karena itu persaingan usaha adalah dalam kemampuannya mendengarkan “ Voice of Customer” dan mencoba memenuhinya secara lebih baik.

Voice Employee. Selaras dengan falsafah mengenai pelanggan. maka manajemen mutu total juga memberikan perhatian yang luar biasa dalam “pemberdayaan” karyawan (empowerment). Dalam hal ini jauh melampaui wewenang, namun juga penghapusan atas “ atasan-bawahan”, keterbukaan atas “rahasia industri” dan mengembangkan setiap karyawan agar dapat bertindak sebagai pengusaha atau presiden direktur. Sehingga manajmen mutu total berlandaskan asas mampaat bisnis, bukan semata-mata “demokratis atau sosialis”. Manajemen mutu total dapat membuktikan bahwa “management Control” yang dikenal sebagai pengendali karyawan dalam rangka pengendali biaya (realized Cost), maka pengelolaan “Voice of employe” adalah “prediktor” yang baik bagi efisiensi industri (future costs).

12

Voice of Process. Setelah kedua “voice” diatas organisasi manajemen mutu total dapat dijamin, maka keduanya perlu diwadahi dalam bentuk proses kerja organisasi yang memadai, atau lebih tepat dapat mengantisipasi masa depannya (future sales – future costs = future profit).

Voice of Process mengintegrasikan potensi-potensi dari pengelolaan kedua vioce diatas kedalam sistem kerja mempunyai tatacara, kinerja, target dan ambisi yang maksimal.

Daftar Pustaka

Cung, C. 1995. Best Practices of Total Quality Management, Makalah seminar PQM. Jakarta

Gruenwald, G. 1985. Seri Pemasaran dan Promosi, Pengembangan Produk Baru, PT Alex Media Komputindo, Jakarta

Ishikawa, K. dan David, J.L. 1992. Pengendalian Mutu terpadu. Penerbit P.T. Remaja Rosdakarya, Bandung

Nainggolan, M. 1996. Total Customer sutisfaction, P.T. Agro Manunggal International Corporate Training Centre, Jakarta.

Kotler, P. 1995. Manajemen Pemasaran; Analisa, Perencanaan, Implementasi dan Pengendalian. Jilid I, edisi kedelapan, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.

 

About these ads

29 Tanggapan to “STRATEGI PEMASARAN DAN PENGENDALIAN MUTU PRODUK”

  1. dwi aditya said

    Bagaimana pemasaran untuk tas kulit yang dimana rate harga 2jt s/d 8 jt

    permanas menjawab: untuk hal ini saya kurang memahami pangsa pasar tas kulit. tapi bukan berarti saya tidak pernah menjadi seorang marketing. sekedar berbagi, saya pernah menjadi konsultan bisnis dalam perdagangan bursa saham dimana peluang-peluang yang saya tawarkan berkisar 100 juta sampai tergantung kemauan si investor. tapi menurut saya semua kiat bisnis adalah sama. sebelum kita menjual produk kita, kita mengedepankan kepercayaan. tidak mudah menawarkan peluang bisnis dan memercayakan uang besar kepada orang yang belum lama kita kenal, begitu juga seperti anda menawarkan tas kulit dengan harga yang tidak murah. tapi sekali anda mendapatkan kepercayaan pelanggan anda, respect anda terhadap pelanggan anda, saya rasa anda tidak akan pernah kekurangan pelanggan berapa pun harga yang akan anda tawarkan kepada pelanggan anda. memang tidak mudah dan memerlukan waktu, tapi anda akan mendapatkan lebih dari sekedar pelanggan. itulah kenapa banyak pebisnis-pebisnis besar melakukan kegiatan bisnis mereka dalam suasana santai dan penuh kekeluargaan. acara yang santai tapi anda akan mendapatkan harga anda yang tinggi dengan sedikit humor. meski demikian, mengiklankan diri adalah tetap menjadi pilihan nomor satu para pebisnis. anda harus menjadi iklan bagi produk anda. bukan orang lain yang menentukan sukses anda, andalah yang menentukan kapan anda sukses. sukses untuk anda.

  2. “STRATEGI PEMASARAN DAN PENGENDALIAN MUTU PRODUK” yang menarik..terima kasih atas infonya..

    permanas menjawab:
    semoga bermanfaat :-)

  3. bagaimana cara pendekatan pemasaran dalam bentuk penelitian produk pertanian seperti gula,

    permanas menjawab: wah kalau itu saya tidak tahu. maaf mengecewakan.

  4. zurairi mohd nazim said

    cmna nak pasarkan produk..saya dah cuba pelbagai teknik..

  5. Guerikus Dyaksa Adi Widadya said

    mas permanas,saya mau tanya.
    apa strategi bagi pengusaha mainan tradisional agar produknya laku kembali?’kan kita sendiri tau bahwa jaman sekarang ini masyarakat terutama anak2 lebih menyukai mainan modern semacam game online.
    terimakasih jawabannya.

    permanas menjawab: saya pernah melihat beberapa film dokumenter mengenai budaya lokal termasuk permainan-permainan tradisonalnya. pada dasarnya permainan-permainan tradisional masih cukup digemari oleh anak-anak, yang jadi permasalahan utamanya adalah para pengrajinnya yang berkurang atau memang sudah tidak ada generasi penerusnya sehingga beberapa permainan atau mainan itu mulai hilang dan tidak dapat ditemui oleh anak-anak atau oleh orang tua yang ingin membelikan anaknya mainan tersebut. sebagai imbasnya, kekosongan permainan itu diisi, bahkan diganti oleh mainan-mainan impor yang memang jujur saja lebih menarik dan mudah dijangkau.

    satu yang saya pelajari, beberapa mainan lokal masih bisa bertahan adalah karena masih adanya pembuat dan pencintanya, satu yang bisa saya sebut adalah permainan gasing, yang dibeberapa daerah masih bisa didapat dan dipertahankan keberadaanya karena itu adalah salah satu budaya suatu daerah yang memang harus dijaga kelestariannya. kedua adalah pengkaderan, mengajari generasi-generasi penerus untuk mencintai dan terutama teknik-teknik pembuatan dan perakitannya. ketiga adalah masalah tempat dan ketersediaan bahan baku yang juga harus diperhitungkan; desain-desain dan motif yang bisa mengikuti perkembangan jaman juga merupakan salah satu hal yang patut dipikirkan.

    kita bisa lihat permainan layang-layang, permainan tradisional yang hingga kini masih tetap mampu berdaya saing dan bertahan di masyarakat, karena ketiga hal tersebut masih tersedia. motifnya juga beragam dan mengikuti perkembangan jaman saat ini. tidak hanya bermotif garis saja atau satu warna kertas seperti masa kecil saya dulu.

    mengenai masalah pemasaran produk, salah satu faktor utama yang saya kutip dari pak Hermawan Kartajaya, adalah masalah diferensial, suatu produk akan sangat diminati apabila ia berbeda dari yang lain, meski produk atau jasanya serupa tapi kalau diberi sedikit sentuhan kreatif, maka ia akan menjadi hal pembeda yang melekat pada produk tersebut. memang banyak hal yang harus dilakukan, jaringan, perluasan,dan riset terus menerus harus perlu dilakukan, jika tidak, maka siap-siap kita akan tertinggal dan tergerus oleh para pesaing yang sudah mengejar di belakang, bahkan sudah mendahului.

  6. hafnisa anggreani hsb said

    banyak kendala yang saya hadapi dalam menghadapi konsumen,yaitu susah meyakinkan agar komsumen ingin membeli produk baaru yang kita jual bagaimana caranya agar konsumen berminat untuk membeli produk baru yang kita jual?????

    permanas menjawab: cara tergampang sih, coba dulu aja produknya sendiri, jika memang bermanfaat untuk kita, kita bisa beri tertimoni kepada mereka. cara ini lebih gampang karena kita sendiri yang merasakan manfaatnya, bukan. meski menggunakan tertimoni orang lain juga bisa dipertanggungjawabkan, tpai kalau kita menggunakannya sendiri kan akan lebih mudah menyampaikannya kepada konsumen kita.

  7. ADYMUDDIN MANURUNG said

    tank’s buat smua kawan2, dgn adanya materi ini sangat bermanfaat buat aku pribadi. aku harap kita bisa saling berbagi pengetahuan lagi,.
    sekali lagi aku ucapkan tank’s.

    permanas menjawab: sama-sama. terima kasih buat yang menulisnya ya….

  8. hasyim said

    banyak teory tentang pemasaran hal ini sangat mudah bagi orang intelek atau berpendidikan trus bagaimana teory pemasaran ini bisa di aplikasikan dlm bentuk masyarakat yang tradisional yang minim dengan pendidikan ataupun sebangsanya?

    permanas menjawab: justru itulah seharusnya tugas para intelektual mengajarkan dan mengaplikasikan kepada orang-orang yang tidak tahu atau tidak mengerti. bukankah itu yang membuat pengetahuan seseorang berkembang dan berguma, yaitu bisa bermanfaat untuk orang banyak. bagaimana dengan Anda?

  9. dewi okta said

    maaf,, saya mw mnanyakan,,
    bagaimana cara meyakinkan planggan ibu-ibu saat mmpromosikan produk ???
    karna yg saya tw ibu-ibu i2 suka cerewet dan mrah2 ,,,!!!
    tlg djwb scepatx ya ??? thanks

    Permanas menjawab: gimana kalau kita posisikan diri kita juga seperti ibu-ibu. hayo, gimana?

  10. julia said

    apa sic tujuan jangka panjang dan pendek pelayanan eksternal?
    10 contoh pelayan purna jual?
    berikan sinyalemen kepuasan pelanggan?
    sebutkan beberapa materi atau objek yang dapat digunakan untuk memberikan kepuasan kepada pelanggan?
    berikan jenis-jenis pelayanan berdasarkan waktu pemberian pelayan kepada pelanggan?
    please d bntu yh..

  11. naryoto said

    sya pngen sekali mmasarkan produk mkanan sya ke masyarakat biar luas,,,,,,,tpi gmna pak ya apkah sya hrus dtangin tmpt2 yg bsa memasarkan produk kami

  12. naryoto said

    maaf pak,klo sya bkrja d sbuah pbrik makanan sjenis sosis n nugged,,,,tpi pmsrannya sngat lambat,,,,,,bgaimana pak ya cranya msuk k pmsaran alfamart atau indomaret,,,,,,biar tdak d beli lngsng k konsumen

  13. nice artikel. cukup membuka wawasan

    permanas menjawab: jangan berterima kasih pada saya, saya hanya membantu menyebarluaskan saja. tapi terima kasih juga kalau ternyata banyak membantu teman-teman.

  14. doni said

    terima kasih pak atas segala informasinya………….

  15. ghaniy said

    thks infonya bos… kalau ada terobosan baru tentang pemasaran di info kita2 ya. sekali lagi thks alot

  16. dealer pulsa said

    kepuasan pelanggan yang paling utama, oke thanks

    permanas menjawab: dalam bidang jasa, justru itulah nafas utama bisnis. jika tidak, bagaimana kita bisa menghidupi bisnis kita?

  17. dien said

    makasih banyak ya
    info-infonya sangat membantu
    semoga pahalanya mengalis sebagai amal jariyah
    amiiiin

  18. aderomahmattulloh said

    malam kk,kk aku mau tanya nih apa beda ya pemasaran hotel dengan pemasaran berhubungan???
    thank

  19. triwik said

    terima kasih kami ucapkan kpd bapak hadi yang terhormat …atas pengetahuan yang telah bapak berikan sehingga bisa bermanfaat untuk kami,dari tiem pemasaran produk rokok kami. doa kami semoga nasib baik berpihak pada bapak hadi sekeluarga.amin

  20. destia istiqomah said

    thx bgt atas infonya…
    sangat…sangat membantu tugas aku sekarang… =)

    permanas menjawab: waahh…. senang juga sudah bisa membantu. terima kasih sudah bertamu.

  21. Dhikteks said

    Assalamu’alaikum…

    mas/mbak permanas yang setia menyebarkan ilmu ini dengan Ikhlas semoga pahalanya lancar
    trims banget yah atas informasi ini.. tak lupa saya ijin utk mengcopy cos udah terlanjur masuk flash disk he..he..

    kebetulan saya sekarang lagi PKL Di IKM dan ingin sekali membantu IKM dalam meningkatkan mutu produk dan pemasarannya. semoga bermanfaat sak lawase….AMIN

    sekali lagi matur nuwun…oia dimana lagi saya bisa baca tulisan pak Hadi sugito??punya websitnya tak??

    permanas menjawab: wa’alaikumsalam… iya.. iya… terima kasih juga sudah mau bertamu ke rumah aku. entah ya, web pak hadi sugito sudah tidak bisa diakses.

  22. teresa maria da silva said

    terima kasih pak Hadi atas ilmunya kami sudah membacanya semua pak jadi kami minta terima kasih banyak pada bapak inilah bidang
    kami kami akn pelajari semua ini dengan baik kami juga mohon sama bapak kalau bisa lebih menjelaskannya lagi pak mengena cara pemasaran dan cara menarik perhatian pelanggan dan kami juga mau lebih tau tentan pekerjaan sebagai seorang marketing atau seksi
    pemasaran itu yang kami belum mengerti betul pak karena saya sebagai seksi pemasaran di nasional.terima kasih pak atas ilmunya bapak wasalam………

    permanas menjawab:
    sayangnya saya bukan pak hadi, tapi saya juga bekerja sebagai marketing. karena itu saya juga banyak belajar dari tulisan pak hadi.

  23. deni said

    thank’s infonya pak, good luck

    permanas menjawab: Waah, terima kasih sama yang nulis. Saya hanya membantu menyebarkannya saja. Tidak lebih.

  24. iwan said

    kirim file tentang teknologi pemasaran dong.dua buah prodak yg jensnya sama tapi pemasarannya beda buat tgs nih.

    permanas menjawab: wah, kalau itu sih kamu harus berusaha sendiri lah, hehehe.. selamat mengerjakan tugas ya.

  25. ari said

    Assalamu’alaikum

    Terima kasih atas ilmunya Pak Hadi, singkat, padat, jelas dan tepat
    Jika diperbolehkan, minta di kirim soft filenya..

    Terima kasih

    Wassalamu’alaikum

    permanas menjawab: wa’alaikum salam, maaf, saya bukan pak hadi, saya hanya membantu menyebarluaskan saja. silahkan copy paste kalau untuk kepentingan pengetahuan asal dijelaskan siapa penulis dan sumbernya. terima kasih atas perhatiannya.

  26. zoloyankey said

    Boss, copy file bwt tgas ya….

    Thanks bwget,,,,,,,,

    permanas menjawab: iya, silahkan saja asal menyebutkan penulis dan sumber aslinya. karena itu bukan tulisan saya. terima kasih.

  27. abdul gofur said

    mantaps, singkat, jelas. thanks ya pak

    Permanas menjawab: terima kasih kepada yang menulisnya, saya hanya membantu menyebarluaskan pengetahuan saja.

  28. taufik said

    lengkap banget!!!!

    permanas menjawab: waaahh.. kalau mau berterima kasih, jangan sama saya, ya. terima kasih sama yang menuliskannya. saya hanya membantu menyebarkan informasinya saja, pak Taufik. salam.

  29. bimpesat said

    TERIMA KASIH PAK HADI
    STRATEGI PEMASARAN DAN PENGENDALIAN MUTU PRODUK INILAH KIRANYA DAPAT KAMI GUNAKAN UNTUK PEMBINAAN DI BIM (BINA INSAN MANDIRI).
    SEMOGA BERMANFAAT BAGI SEMUANYA.

    permanas menjawab:
    Semoga Bina Usaha Mandiri bimpesat semakin maju.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 921 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: