Aku Kira
Ditulis oleh permanas di/pada 7 Juli 2009
Aku kira, kalau keadilan itu adalah kekasihku
Dan pedang di genggaman adalah sahabatku
Timbangan adalah penuntunku untuk berkata bijak
Ternyata aku salah menduga
Pedangku tumpul
Timbanganku berat sebelah
Kekasihku mulai menjauhi
Aku kira, perdamaian adalah tujuanku
Tapi, di tanganku sendiri ada sepucuk senjata
Mengarah kepada seorang bocah laki-laki yang menangis
Aku kira, di hadapanku bertebaran butiran cahaya mutiara
Kilatnya hilang dalam silau; mengilatkan mataku
Tapi, kurasa hanya kemiskinan menelikung
Aku kira, gelap tempat terbaik untuk bersembunyi
Tapi, temanku cuma ular kepala dua
Dan menyuruhku berlari
Menyembunyikan cahaya
Sekarang, aku sekarat
Karena racun-racun yang menyebar
Dari jiwa-jiwa mati
Sawaludin Permana, Jakarta, 20 Oktober 2000