Permanas

dan jika kebebasan adalah kata-kata yang tak terantai, maka ia tak perlu dipasung

AKU PUNYA MIMPI

# 01

APA YANG BISA KAU MIMPIKAN DALAM KEHIDUPAN, KEHIDUPAN SEPERTI APA YANG KAU MIMPIKAN, KAU MIMPI APA DALAM KEHIDUPAN . . . . .

“I have a dream.” said Martin Luther King, Jr.

“I have a dream.” said Michael Jackson

“I have a dream.” said every people in this world

“You may say i am a dreamer, but i’m not the only one.” said Jhon Lennon in one of his songs

“I have a dream, i am a dreamer, and i want it came true.” i said

# 02

aku punya mimpi yang masih terus aku usahakan untuk terwujud. aku mau karya aku bisa berubah bentuk menjadi sebuah buku, itu merupakan keinginanku sejak dulu. aku masih mau terus mewujudkannya. May God Help me, Amen!

# 03

aku pernah membaca perkataan seseorang, ‘hidup tanpa mimpi adalah dunia yang keras’, akhirnya, mimpi tinggal mimpi kalau kau tidak berbuat, bukan?

terkadang aku bingung dengan orang yang mengatakan ‘apa kau pernah ke sana?’ ketika kau menceritakan sebuah tempat yang barusan saja kau baca. ‘no imagine’ aku bilang. ini dunia sudah dalam tautan cyber tapi masih saja ada yang mengatakan hal seperti itu. oh, God! safe me from that people!

kau bisa kemana pun tanpa kau harus berada di sana. kau bisa memanfaatkan buku, kau bisa memanfaatkan teknologi, hei, bahkan kau bisa memanfaatkan televisimu sendiri untuk pergi ke suatu tempat yang bisa kau kunjungi. tiket satu-satunya adalah, kau hanya membutuhkan imajinasi yang kuat dari dirimu. kau bisa menggunakan. tapi ya itu, tidak semua orang bisa memanfaatkan imajinasi mereka dengan maksimal.

akhirnya, ini pun menjadi mimpi aku, kalau semua orang bisa menggunakan bakat imaji alamiah mereka untuk bisa berfantasi. supaya pikiran mereka berkembang, tidak bergerak di tempat, tidak monoton, tidak mati karena rutinitas, dan yang lebih buruk lagi, tidak bisa melakukan apa-apa karena daya imaji yang tidak ada.

ayolah, imaji itu barang murah, kau tidak perlu susah-susah untuk mencarinya. kau hanya butuh dirimu dan kemauan untuk melakukannya. jangan imaji selalu digunakan untuk berfantasi konyol dan jorok, bukan, meski mereka bisa latihan dengan cara seperti itu. hei, ada yang lebih baik lagi untuk diterapkan, sesuatu yang lebih besar lagi, yang agung dan dahsyat!

# 04

kadang aku berpikir, mungkin indah kali ya kalau dunia tidak ada kemarahan, tidak ada rasa benci, iri, dengki. ah seandainya saja langit itu bukan mengandung asap kelam melainkan rasa yang bisa membuat semua penghuni bumi saling mengasihi dan menyayangi. apa mimpi aku terlau muluk ya?

“tidak juga”

lalu kenapa masih saja terjadi perang?

“mungkin saja mereka sedang mencari perasaan cinta mereka yang telah hilang”

meski dengan membunuh?

“bisa saja seperti itu”

aneh…

“bukankah semua yang orang anggap aneh justru suatu saat bisa saja merubah dunia?”

bisa tambah buruk barangkali

“negatif adalah apa-apa yang menghilangkan positif. positif yang sudah hilang akan merubah semua keadaan menjadi negatif”

jangan bermain dengan logika

“tidak”

penyangkalan awal dari perusakan positif menuju negatif

“juga tidak harus begitu.”

bagaimana kita bisa berdamai?

“bicara jujur”

lalu

“saling menghargai”

dan

“menjaga perasaan masing-masing”

baiklah aku setuju. kita bisa berdamai. aku tidak mimpi, bukan?

“kau tidak sedang mimpi saat ini”

mungkin saja…. mungkin saja…

# 05

apa aku sudah terlalu banyak bermimpi? hah, rasanya belum cukup puas aku bermimpi. apa ya, aku pernah membaca sebuah buku, ia bilang, bermimpilah, maka Tuhan akan merangkulnya. yah mudah-mudahan saja. mimpiku kali ini, hmmmm….. baiklah, aku bermimpi semua orang menemukan kebahagian mereka, tanpa terkecuali. dan aku? untuk sementara biarkan aku sendirian, kalau itu bisa disebut kebahagian untukku, maka jadilah kesendirianku itu adalah kebahagiaan. hhhmmmm, kebanyakan mereka kesendirian adalah bukan kehendak mereka, dan aku, karena aku menginginkannya. mengambil jarak sebentar, hanya sementara saja…. hanya sementara…. itu tidak akan merusak waktu, bukan? tentu saja tidak…..

# 06

sampah membuat semua orang saling menuding dan berdebat bagaimana seharusnya mengatur sampah! padahal kalau aku pikir perilaku mereka sendirilah yang harus dirubah tentang bagaimana cara meminimalisir memproduksi sampah.

kupikir ini juga akan menjadi salah satu mimpi aku, hmmmm….. aku bermimpi suatu saat, mungkin juga besok, semua bentuk produksi masal yang digunakan manusia seluruhnya dapat didaur ulang, atau bisa digunakan kembali dan jika ada pabrik yang tidak menggunakan konsep ini akan dibekukan sampai mereka menemukan solusi untuk hasil produksi mereka. bahkan limbah yang dihasilkan juga harus benar-benar tidak merugikan lingkungan dan alam! aku benci jika alam harus menjadi korban keserakahan yang membabi buta. sungguh! apa kau tidak bosan dan terganggu nuranimu ketika setiap hari melihat sungai semakin hari semakin hitam pekat dengan bau amis dan busuk, atau pohon-pohon yang ditebang (baca: dibantai) seakan ia tidak memiliki hak hidup sama sekali. aku rasa sebatang pohon yang hidup lebih berarti daripada seorang pecundang yang hidup begitu-gitu saja (maaf) tapi, itulah kenyataan.

aku tidak takut untuk terus bermimpi untuk bisa melihat kehidupan di masa depan benar-benar bukan sebuah slogan kosong, ‘masa depan untuk kehidupan yang lebih baik!’

apa yang baik kalau semua kebaikan dihancurkan terlebih dahulu? kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan seharusnya dibuat untuk menjamin kelangsungan kehidupan manusia di bumi, bukan malah sebaliknya. teknologi memang sangat baik dan bermanfaat, tapi kalau seluruh kehidupan kita tergantung hanya kepada teknologi, aku rasa itu adalah sebuah kebodohan. mudah-mudahan saja aku salah. tapi aku tetap merasa sedih ketika sebuah pohon harus tumbang di tangan seseorang tepat dihadapanku.

“jangan gusar, setiap kemajuan membutuhkan pengorbanan.”

apa akan selalau seperti itu? apakah tidak ada jalan yang lebih baik tanpa harus mengorbankan siapapun atau apapun?

“… … …”

hah…..

# 7

aku sedih ketika seseorang berkata kepadaku, i’m just ordinary people in ordinary world. padahal, kalau kau tahu, manusia dilahirkan bukan untuk hal-hal yang biasa, kelahiran memang biasa tetapi memperjuangkan kelahiran itu sendiri membutuhkan perjuangan yang luar biasa hebatnya bukan. dan aku rasa, dunia bukanlah tempat yang biasa-biasa saja. setiap manusia dilahirkan untuk tujuan yang luar biasa hebatnya, ia mengemban tanggung jawab untuk tetap menjaga kehidupan di dunia ini karena dunia adalah bukan tempat yang biasa-biasa saja.

karena itu pula, aku menjadi bermimpi kalau semua orang adalah benar-benar luar biasa sesuai dengan tanggung jawabnya di dunia yang tidak pernah biasa-biasa saja. aku berharap, kalau ada yang bilang kalau dirinya adalah biasa-biasa saja, semoga ia mendapat pencerahan, kalau apa yang ada dalam diri, lingkungan dan kehidupannya adalah benar-benar luar biasa dan diluar kebiasaan. jadi, siapapun mereka, apapun pekerjaan mereka, mereka adalah orang-orang yang luar biasa dalam kehidupan mereka!

# 8

Tuhan aku itu memang benar-benar luar biasa sekali. dulu aku bilang, kalau saja aku punya perpustakaan sendiri… mimpi itu sudah lama sekali aku ucapkan ketika sedang bicara dari hati ke hati dengan teman dekatku -sekarang dia seorang pengacara- dan kami hanya tertawa saja ketika mengungkapkan mimpi masing-masing.

siapa sangka, malah sekarang aku benar-benar mengelola perpustakaan (biar itu perpustkaan lembaga yang dipercayakan kepadaku mengenai pengelolaannya) Yah, sudah kubilang, Tuhanku itu sangat sayang kepadaku. apa yang kuinginkan selalu dikabulkannya, kadang cepat, kadang lambat sampai aku tidak sabar sekali, bahkan suka marah kepadanya kenapa keinginanku itu tidak lekas dikabulkan. tapi sekarang…. tiga ribu lima ratus lebih buku, beberapa ratus referensi, dan laporan-laporan, ada dalam kendaliku! -maaf bukan aku bermaksud sombong- aku hanya terlalu tidak menyangka. aku memang menginginkan perpustakaan pribadi untukku. tapi Tuhan punya pikiran lain aku rasa, ilmu itu harus dibagi-bagi, hikhikhik, ya, aku rasa aku senang berbagi dengan orang lain. tapi aku paling benci ketika kupinjamkan buku, ada yang tidak pulang, ada yang pulang tapi dalam keadaan ’sakit’. ya, aku merawat buku yang rusak itu seperti merawat diriku sendiri, bayangkan, betapa marahnya aku kepada orang yang meminjam buku itu tapi tidak  merawatnya dengan baik. ingat ini, ketika meminjamkan kau adalah seorang teman, tapi pada saat menagih, kau adalah seorang musuh. dan aku adalah musuh yang paling ngeyel kalau sudah menagih buku. aku akan marah besar kalau si peminjam itu tidak mengembalikan buku sesuai jadwal. kan, banyak orang lain yang bisa saja ingin membaca buku yang sama.

jadi, yah, aku rasa, anak-anakku bertambah lagi -tiga ribu lima ratus buku lebih- yang butuh perhatianku. tapi aku senang, Tuhanku, mengabulkan permintaanku dengan caranya yang selalu tidak  pernah aku duga. jadi, untuk beberapa waktu ke depan aku akan menikmati perpustakaan yang dititipkan Tuhan melalui orang lain kepadaku, setidaknya selama tenaga dan pikiranku masih dibutuhkan, aku akan menunaikan amanah sebaik mungkin yang orang percayakan kepadaku -terutama dari Tuhanku.

TUHAN: jadi, uruslah perpustakaan itu. jangan sombong.

permanas: akan aku lakukan sebaik mungkin.

TUHAN: aku percaya

permanas: terima kasih. kalau boleh, aku punya permintaan lain

TUHAN: ….. …..!!!…..???

SUARA PETIR MENGGELEGAR DAN MENGENAI -MAAF- BOKONGKU. AKU RASA TUHAN MARAH LAGI KEPADAKU.

permanas: ya, sudahlah kalau begitu.

TUHAN: dasar manusia!

permanas: (manyun)

# 9

O ya, aku juga punya mimpi lain, di mana mimpi yang lama aku pendam ini dan sempat membuat aku iri terhadap sahabat-sahabatku sejak lama, aku punya mimpi untuk sekolah lagi. Sekarang aku sedang berusaha mewujudkan mimpi itu, untuk jadi nyata. Jika tidak, yah, aku rasa itu tetap akan menjadi sebuah angan-angan.

Kau tahu, rasa iri yang dibolehkan?

ya, iri ketika melihat orang lain melakukan kebaikan karena kita belum melakukannya, iri ketika orang membuang sampah pada tempatnya dan kita tidak pernah melakukannya dengan benar, iri ketika mereka merawat orang-orang terdekat mereka dan kita belum juga bisa merawat cinta kasih orang-orang terdekat kita yang mereka  berikan untuk kita, iri ketika melihat jenjang ilmu mereka yang tinggi tapi kita masih saja bodoh dan tidak berusaha untuk menjadi pandai. (mudah-mudahan kita tidak iri melihat kekayaan orang lain,  karena itu nantinya akan menjadi rasa dengki. Nah, itu yang tidak dibenarkan) kalau iri untuk berlomba dalam melakukan  kebaikan, itu sih sah-sah saja… selama dalam melakukan perbaikan diri dilakukan dengan cara yang benar, tidak menyimpang dari norma-norma hidup yang ada.

# 10

betapa indahnya ya menghabiskan hidup dengan orang yang benar-benar kita cintai. melahirkan, merawat dan membesarkan anak-anak yang dihadiahi surga hingga mereka yang merawat kita  kelak ketika kita renta.

kau pasti bertanya kan apa mimpiku kali ini, hehehe… baiklah, sebenarnya aku tidak ingin bermimpi untuk yang ini, aku akan menjadikannya kenyataan. well, aku hanya ingin menghabiskan sisa hidupku ini dengan satu perempuan saja. dan aku akan benar-benar mewujudkannya kali ini.

4 Tanggapan ke “AKU PUNYA MIMPI”

  1. Zaki berkata

    Meski telat, ndak apa2 kan? Aku juga punya mimpi. Dulu aku tidak percaya yang namanya mimpi tapi ketika sahabat berkata “mimpi adalah awal dari sesuatu yang pasti” tidak tau dapat bisikan dari mana aku mulai mempercayai mimpi dan ingin terus bermimpi agar menjadi sesuatu yang pasti. Aku memiliki mimpi yaitu menjadi seseorang yang pandai.(dalam banyak hal)
    ==’
    sampah sampah sampah. Hahaha di sekitar tempatku belajar saja sudah seperti tempat sampah, apalagi di ibukota sana? Kenapa banyak orang yang ngga peduli dengan sampah ya? Seandainya tidak ada sampah pasti Indonesia ini akan lebih baik. Tapi ngga mungkin ya?
    Hayo…kamu buang sampah di tempat sampah ndak?
    ==’
    Seandainya semua orang mau menerima satu sama lain pasti dunia ini akan menjadi damai, aman, tentram, terkendali. Haha. Maksudku, pasti semua orang akan merasa diakui dan dihargai. Tidak akan ada lagi orang yang merasa tersisihkan. Bener ga?
    ==’
    kudoakan semoga nanti kamu mempunyai perpustakaan sendiri. Amien. Kalau nanti kamu mau buka perpustakaan umum aku akan jadi penjaganya. Nanti peminjam yang tidak merawat buku biar aku bunuh pakai kunai. Hwehehehe(wah, kambuh ni)
    ==
    bikin karya ampe bosen ya?? InsyaALLOH aku akan terus mendukungmu. Ayo kita majukan karya2 tulis di Indonesia! Smangat! Smangat! (Nanti aku dikirimi. Yang banyak ya?) Mf jadi ngelunjak.

    Semoga kamu selalu sukses dengan apa yang kamu kerjakan. Amien…

    permanas menjawab: tidak apa-apa… perpustakaan yang sekarang aku urus untuk sementara cukup memadai untuk jendela wawasan aku -di samping internet-

    yaahh.. kalau bicara soal sampah memang menyebalkan, aku saja pernah dimusuhi teman-teman hanya karena mengkritik kebiasaan mereka tidak menjaga kebersihan… mereka malah semakin sengaja seenaknya saja dan sembarang membuang sampah??!!

    wah.. kalau perilaku bangsa kita seperti ini terus, gimana Indonesia ke depan?? aku gak bisa bayangin deeehh.

    ya.. sudah.. ayo kita lakukan yang terbaik dari apa yang kita mampu.. kenapa tidak, hehehe… jangan takut bermimpi, ayo mulailah sekarang juga jika belum sempat memiliki mimpi…

  2. feiSuha Saptadi berkata

    Aku pun punya mimpi… untuk bertemu sahabat lama yang berjanji singgah ke rumah yang kubangun di surga cinta. Peri-peri kecil yang berlarian telah membuatku lupa pada mimpi yang dulu pernah kurajut sejalan sahabat lamaku itu, menyusuri lautan kata dalam tingginya gelombang imaji. Sahabatku itu, bahkan belum sempat mengenalkan bidadarinya padaku. Sahabatku itu, mungkin saja kamu!

    permanas menjawab: mungkin saja, kawan. mungkin saja.

  3. isroi berkata

    Selamat menulis, sudah sampai di mana novelnya?
    isroi

    permanas menjawab: masih dalam proses penulisan. terima kasih untuk bertanya. bagaimana seri terakhir dari tetralogi ‘laskar pelangi’ apa sudah terbit? hei, tempat aku bekerja juga punya perpustakaan mini yang dapat diakses oleh masyarakat lho! senang rasanya bisa membuat orang lain tertarik untuk membaca. bahkan bisa mengajak mereka untuk menulis. Insya Allah…

  4. isroi berkata

    Salam kenal,
    Semoga bisa mewujudkan mimpi menyusun sebuah buku. Saya sedikit mau tukar pengalaman. Saya sudah menulis beberapa buku. Waktu pertama saya menulis, yang penting adalah tulis saja. Susun saja menjadi sebuah buku. Jangan dulu berfikir mau diterbitkan ke mana atau oleh siapa. Jangan berfikir dulu …ah … jangan-jangan buku saya jelek. Atau pikiran negatif lainnya. Sudah dengar kan kisahnya ‘laskar pelangi’. Buku itu sama sekali tidak pernah diniatkan untuk diterbitkan. Ternyata buku itu sukses luar biasa sekarang. Ok.. Selamat menulis dan menyususun buku. Kalau sempat silahkan mampir ke ‘rumah’ saya di http://isroi.wordpress.com

    permanas menjawab: aku berterima kasih ada orang yang memberi aku dukungan, sekali lagi aku ucapkan terima kasih kepada dukungan saudara isroi yang tulus. aku juga sedang mengerjakan sebuah novel. aku tidak berpikir apakah tulisan akan menjadi seperti apa, diterbitkan oleh siapa. setidaknya aku menulis. setelahnya bagaimana nanti saja setelah tulisan itu selesai. terima kasih.

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>