Permanas

dan jika kebebasan adalah kata-kata yang tak terantai, maka ia tak perlu dipasung

Arsip untuk ‘PUISI’ Kategori

Bangun kawan!

Ditulis oleh permanas di/pada 4 Agustus 2009

Bangun…..

Bangun, kawan!

Jangan mimpi menghadang jalan

Maju dan langkahkan

Ayo, lekas!

Ada janji yang harus dituntaskan

Kita pemuda; tak baik bermalas-malas

Bagi bangsa, pemuda adalah bunga dan harapan

Katakan apa yang hendak kau katakan

Kerjakan apa yang bisa kau kerjakan

Tak perlu malu dan sungkan

Mari, kita satukan tujuan dalam perbedaan

Bangun…..!

Bangun, kawan!

Hari sudah pagi menjelang

Di pundak kita nasib bangsa diletakkan

Kelak, kita akan melihat rekah kembang menjulang

Sawaludin Permana, Jakarta, 23 Agustus 2001

Ditulis dalam PUISI | Bertanda: , , , , , , , , , | Leave a Comment »

Kemerdekaan

Ditulis oleh permanas di/pada 4 Agustus 2009

Kemerdekaan bukanlah kebebasan tanpa batas

Bukan keserakahan yang membabi buta

Juga bukan penjara kehidupan

Ia lebih dari sekedar itu

Kemerdekaan adalah perjuangan suci

Kemerdekaan adalah suara hati nurani

Kemerdekaan adalah keberanian bertindak

Kemerdekaan adalah kebenaran dan keadilan

Kemerdekaan adalah kasih sayang; seperti pelukan seorang ibu

Kemerdekaan,

Ia sesuatu yang dicita-citakan semua manusia

Yang menolak rantai belenggu.

Kemerdekaan bukan kayu yang telah menjadi arang dan abu

Ia adalah pikiran;

Dan memerlukan kelanjutan.

Sawaludin Permana, Jakarta, 11 Juni 2001

Ditulis dalam PUISI | Bertanda: , , , , , , , , , | Leave a Comment »

Belajar mengeja DEMOKRASI

Ditulis oleh permanas di/pada 7 Juli 2009

D, E, M, O, K, R, A, S, I

DE…

MO…..

KRA…..

SI…….

DEMORKASI

aku sedang menyebut huruf demi huruf

lalu mengeja dan membaca perlahan-lahan

aku bahagia;

aku dapat mengeja kata “DEMOKRASI”

tapi tiba-tiba aku sedih

ketika bertanya pada banyak orang

apa itu demokrasi?

mereka menjawab,

katanya:

“kamu anak kecil

kamu belum boleh mengenal kata itu

lebih baik kamu tidur saja.

sana.”

aku pun beranjak tidur

terus bermimpi sampai tua

mencari-cari arti kata

demokrasi

sawaludin permana, Jakarta, 23 Juni 2001

Ditulis dalam PUISI | Bertanda: , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

Aku Kira

Ditulis oleh permanas di/pada 7 Juli 2009

Aku kira, kalau keadilan itu adalah kekasihku

Dan pedang di genggaman adalah sahabatku

Timbangan adalah penuntunku untuk berkata bijak

Ternyata aku salah menduga

Pedangku tumpul

Timbanganku berat sebelah

Kekasihku mulai menjauhi

Aku kira, perdamaian adalah tujuanku

Tapi, di tanganku sendiri ada sepucuk senjata

Mengarah kepada seorang bocah laki-laki yang menangis

Aku kira, di hadapanku bertebaran butiran cahaya mutiara

Kilatnya hilang dalam silau; mengilatkan mataku

Tapi, kurasa hanya kemiskinan menelikung

Aku kira, gelap tempat terbaik untuk bersembunyi

Tapi, temanku cuma ular kepala dua

Dan menyuruhku berlari

Menyembunyikan cahaya

Sekarang, aku sekarat

Karena racun-racun yang menyebar

Dari jiwa-jiwa mati

Sawaludin Permana, Jakarta, 20 Oktober 2000

Ditulis dalam PUISI | Bertanda: , , , , , , , , | Leave a Comment »

Orang Biasa

Ditulis oleh permanas di/pada 2 Juli 2009

Penyamun mabuk

Terhentak Terkesima

Ketika samar;

Ia mendengar


Perempuan itu berkata:

“Aku ini orang biasa.

Tapi aku masih perawan.”



Sawaludin Permana, Jakarta, 16 Maret ‘99

Ditulis dalam PUISI | Bertanda: , , , , , , , | Leave a Comment »

Tanpa henti

Ditulis oleh permanas di/pada 17 April 2009

baru saja kutikam

seseorang

yang hidup dalam nadiku

sekarang,

ia malah menjadi hantu

dan merangkaki

aliran darahku

sambil terus menampar dan memaki …

“Kenapa kau menyerah?!”

berulang-ulang

tanpa henti

memperkosa nuraniku

merobek-robek logikaku

dan mencuri hatiku

aku

tak mampu

mengangkat kepalaku

permanas/Jakarta, 170409/buat a.p.r

Ditulis dalam PUISI | Bertanda: , , , , , , , , , , , , , , | 3 Komentar »

Sakura Musim Dingin

Ditulis oleh permanas di/pada 13 Maret 2009

kupu-kupuku

kepak menggigil kaku

dan sayap beku

kau ceritakan padaku

ahh..

butiran salju musim dingin ini

merajut mimpimu

mengarungi bahasa yang keluar hangat

dari bibir bergetar

ke-absurd-an kita

adalah keheningan yang utuh

dan,

keindahanmu

seperti sakura

dengan bunga musim dingin

Jakarta 130309/permanas/untuk seseorang yang menggunakan nama Tokiya Mikagami  –ayolah, tetap tersenyum-

Ditulis dalam PUISI | Bertanda: , , , , , , , , , , , , | 13 Komentar »

tidak ada judul

Ditulis oleh permanas di/pada 5 Maret 2009

aaah..
waktu pun hanya tinggal waktu
biar sejarahmu dan sejarahku pun
wara-wiri dalam pita kusut

dusta dan kata-kata
juga tak jauh beda
ia tetap akan larut dalam
gelas-gelas kemuraman

setelahnya
mungkin hanya celotehan para badut
yang tetap mengisi panggung

permanas/Jakarta/050309

Ditulis dalam PUISI | Bertanda: , , , , , , , , , | Leave a Comment »

could you?

Ditulis oleh permanas di/pada 30 Januari 2009

when Cupid see

one men and one women

he know what he want to do

he want make miracle

to put

two heart

to become one

like roses

with shadow

never separated

could you to beloved

could you?

cause

i do

tangerang/des’08/buat a.p.r

Ditulis dalam PUISI | Bertanda: , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

in her silence

Ditulis oleh permanas di/pada 11 November 2008

dream

came

in to my sleep.

near

after

the long night,

a smiling face;

looking at me.

in her silence;

a man can lost his mind.

permanas/tangerang/oktober 08

Ditulis dalam PUISI | Bertanda: , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »