KASAK-KUSUK
# 01
Wah, aku lagi bingung nih. aku mau jual uang kunoku tahun 1961 sebesar 1 rupiah tapi tidak tahu harga pasarannya. kira-kira ada yang tahu gak ya?
# 02
Hehehehe … … Aku lagi PDKT sama seseorang neh. Jelas dong, seorang perempuan. HikHikHik, tapi aku tidak mau cinta buta. aku mau cinta yang melihat.
# 03
aku mau menegaskan bahwa semua tulisan yang bernaung dalam kategori ‘KAMU MAU TAHU’ adalah bukan tulisan aku melainkan tulisan orang lain yang pernah aku kumpulkan baik untuk bahan tulisan maupun sekedar bahan bacaan. sebisa mungkin aku selalu mencantumkan nama penulisnya, tapi jika tidak terdapat dalam tulisan yang aku posting, itu berarti aku juga tidak tahu penulis sesungguhnya. mungkin karena terlewat, atau bisa juga ketika aku menemukan sumber tulisan tersebut tapi tidak tercantum nama penulisnya. selain dari kategori tersebut, semuanya adalah tulisan aku. ini aku tegaskan untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, mengenai ketidakjelasan sumber tulisan. semoga para pengunjung permanas dapat mengerti dan memaklumi.
# 4
shit! (ups, maaf) kemarahan memang mengerikan. alat penghancur apa pun yang ada di dunia ini belum ada yang menandingi kedahsyatan sebuah kemarahan (koreksi kalau aku salah, yak) setidaknya aku merasakan sendiri. aku yang marah, bukan orang lain. tapi dampaknya terasa sampai sekarang. hah…. sepertinya aku harus berkata jujur untuk yang satu ini, kalau aku telah melakukan =@#%$*&^>…!!! sebuah kelakuan yang sangat <*^&%$@#$+|=*$^%$#%^&^%$#4@!#$%6%$$%^^8 hehehehe…. aku berkata jujur lho, sungguh!
kalau aku telah melakukan @#90(*&6554^&&***76656 sama orang itu….! betul, gak bo’ong, suer deh, sueeer…. setidaknya aku sudah bilang kalau aku *&%&%^%$6678(*&*&^%&***)*(**&^^.<.<<LO sama dia.
kalau tidak percaya ya sudah. lagi juga percaya sama aku kan jatuhnya musrik, ya kan?
# 5
sekali lagi tentang cinta….!
tidak ada yang masuk akal dalam hal cinta!
masak ya?!
kalau aku jadikan dialog dengan diri aku yang sedang tolol karena jatuh cinta… hhhhmmmm…. mungkin, kira-kira begini situasinya:
aku jatuh cinta lagi
“cinta yang kemarin kau kemanakan memang?”
dia terbang, pergi ke langit biru?
“setiap saat kau jatuh cinta? kepada siapa saja kau telah jatuh cinta?”
haaahhh (menarik nafas melankolis) kepada siapa saja, aku rasa. dari jenis kelamin perempuan!
“Oh, tuhan…..”
aku pergi dari ragaku dan bergabung dengan awan-awan kosmik, sebuah nebula, galaksi-galaksi telah lahir dari rahim seorang pencinta yang sendu, mungkin saja itu memang aku atau malah kau?
“sinting!”
ah, benih-benih sunyi itu kini berubah menjadi meteor yang melesat saling silang membakar atmosfir gelisah. dendam itu tidak akan pernah tuntas sebelum….
“sebelum kau bertemu pujaan hatimu itu kan?”
sebelum kekasihku menjemput bulan dan menimangnya dalam pangkuan penuh kelembutan…. dan bintang-bintang itu….
“pasti klise”
yah… memang klise… tapi dalam jiwa sepasang merpati yang birahi… tidak ada yang pernah bernama ‘klise!’
“apa pun bisa kau katakan…”
yang ada hanya kegembiraan yang sangat, yang membakar, yang dahaga….
“mungkinkah aku cemburu?”
dan memburu!
“mungkinkah aku iri?”
dan mencuri!
“siapa yang harus aku persalahkan sekarang, kau atau perempuan itu, atau perasaan itu sendiri. mungkinkah aku telah membunuhnya…?”
aku juga tidak tahu
“logika apa yang harus diberlakukan untuk mengukur cinta kalau begitu?”
tidak ada, tidak tahu, tidak pasti, tidak bisa tidak. kau harus merasakan sendiri perasaan itu dan kau akan terbakar habis, seperti mitos pheonix, kau akan terlahir kembali dari sisa-sisa abu dan tulang-tulang yang matang. kau menjadi jiwa yang benar-benar baru, sungguh benar-benar baru…
“beruntunglah laki-laki dan perempuan itu”
bisa kau, bisa aku
“dan perempuan itu?”
kita saling berbagi
“…. ….?!”
# 6
dan….. (lanjut ya) …. ….
sayang tidak ada yang perlu dibagi untuk saat ini, kawan.
ayolah, jangan meradang seperti itu
jangan kau hanya lihat satu titik hitam saja
sementara lainnya, yang membentang, tak kau indahkah…
ayolah
’shhhhhhhhh!’
apa
“aku sedang meditasi’
untuk apa
‘tidak untuk apa-apa’
dan lagu itu
‘misteri cinta’
nicky astria
‘ya’
kenapa
‘hanya mengenang masa lalu’
dan
‘aku akan melupakan dan menguburnya dalah-dalam. shit!’
apa
‘kau mengganggu ketenanganku untuk melupakan’
tidakkah ada yang lebih berguna dari sekedar melupakan? ayolah, jangan seperti anak kecil. ayo, kuajak kau melihat dunia, bahkan kau boleh melukisnya atau membuat puisi untuk dunia. tapi, lupakan, lupakan saja…
‘jadi’
hah, lupakan saja. percuma bicara dengan orang yang tidak punya hasrat akan kenangan. banci, kau. tidak berani melihat masa lalu yang kau lewati.
‘teraserahlah’
(yah, terserahlah. bertengkarlah kalian. aku bingung mau kalian apa di sini. dasar susah diatur!)
shit!
’shit!
# 7
kalau cinta itu kemistri aku akan menjadikannya sastra
kalau cinta itu sastra aku akan merubahnya menjadi erotika
kalau cinta itu erotika aku akan menambahnya dengan bahasa tubuh
kalau cinta itu bahasa tubuh aku akan berdialog dengannya
kalau cinta itu dialog aku akan berdiskusi
kalau cinta itu diskusi aku akan beri rasa saling pengertian
kalau cinta itu pengertian aku akan mengasihi
kalau cinta itu mengasihi maka aku membutuhkan seseorang
kalau cinta itu seseorang maka aku akan memperjuangkannya
kalau cinta itu perjuangan maka aku akan mempertahankannya
kalau cinta itu mempertahankan maka aku akan bertempur
kalau cinta itu bertempur maka aku akan membela
kalau cinta itu membela maka aku akan bertindak adil
kalau cinta itu adil maka aku tidak akan berat sebelah
kalau cinta itu tidak berat sebelah maka aku membutuhkan kesetaraan
kalau cinta adalah kesetaraan maka kesamaan hak dan kewajiban adalah penting
kalau cinta adalah penting maka aku membutuhkan seseorang untuk aku cintai
maka, kalau cinta adalah cinta itu sendiri maka mungkin saja cinta itu adalah….. kau
# 8
tersingkir dari sebuah perkumpulan atau komunitas memang sangat menjengkelkan kita, terlebih hanya karena ide-ide yang kita terapkan tidak diterima dengan tangan terbuka. masalahnya, banyak dari kita tidak mengerti bagaimana menangani sebuah konflik. biasanya kita menyebut dengan istilah ‘manajemen konflik’ di mana seseorang diharapkan mampu mengatasi permasalahan-permasalahan yang timbul disekitar mereka, bahkan di sekitar saya sendiri. sebenarnya hanya ada dua tipe orang di sini yaitu, mereka yang apatis dan mereka merespon. tipe apatis, mereka akan membiarkan masalah terjadi begitu saja dan tidak menghiraukan masalah-masalah yang timbul tersebut, meski mereka mengetahui gejala-gejala permasalahan yang timbul, selama kepentingan mereka tidak terganggu mereka akan tetap bertindak apatis. walaupun mereka bertindak setelah kepentingan pribadi mereka terusik, mereka hanya bergerak sebatas menyelamatkan kepentingan mereka pada zona aman mereka. berbeda dengan mereka yang merespon masalah tersebut, mereka memilih menyesesaikan masalah tersebut, meski mereka juga tahu kadang mereka tidak mampu menyelesaikan semuanya, setidaknya mereka beranggapan ada sesuatu yang bisa diselesaikan di sana. justru tipe orang seperti ini adalah tipe orang yang bergerak aktif, meski tidak ada sangkut paut dengan kepentingan pribadinya, tapi kepentingan sosial mereka yang terusik yang membuat mereka bergera.
memang respon orang terhadap satu permasalahan berbeda-beda, ada yang mengambil langkah diskusi, melakukan pertemuan, dialog, tapi juga tidak sedikit yang melakukan anarkisme dan vandalisme, seperti main hakim sendiri, misalnya. atau mengambil tindakan sepihak. sayangnya, lebih banyak lebih suka mengambil jalan pintas, penghakiman massa, adalah alternatif tercepat dan termudah, meski biaya setelahnya tidak semudah dan secepat ketika melakukannya, terutama, memakan biaya yang tidak sedikit.
tapi, biar bagaimanapun, akan selalu tersedia orang-orang yang mengambil posisi untuk menyelesaikan permasalahan dengan kesedian berdialog, diksusi, sharing permasalahan dan pemecahannya. mudah-mudahan setiap masalah membuat orang menjadi lebih dewasa dan bersikap bijaksana dalam bertindak, dan menciptakan situasi dan kondisi yang menyenangkan dengan budaya saling pengertian di antara masyarakat.
# 9
haahh.. gagal lagi.. gagal lagi.. tapi tidak apa-apa. aku belum kalah, aku tidak kalah. siapa yang bilang aku kalah akan menjadi api di tungku dan menggodok semangatku bergolak semakin dahsyat. jadi, gagal bagiku adalah cara lain untuk mencari jalan kesuksesan. sakit memang, tapi itu adalah batu tempaan yang membuat aku bisa menjadi sekarang. perih memang, tapi itu yang membuat akusemakin kuat berjuang. jadi, untuk beberapa saat, aku akan kesepian. tapi tidak lama.
# 10
aduuhhhh… beberapa waktu kemarin, aku tidak bisa mengakses wordpress. untungnya kali ini sudah mulai normal kembali. aku rasa ada perbaikan-perbaikan di sana sini. tapi, alhamdulillah, sekarang sudah mulai bisa diakses meski terkadang suka hilang sendiri. dan…. saatnya untuk mulai mengupdate tuliasn lagi. beberapa waktu kemarin, aku benar-benar kesulitan untuk memposting tulisan baru. mudah-mudahan tidak ada masalah lagi.
Hideki Ryuga/Tokiya Mikagami berkata
Dan…kawan, aku bukan Yantysa. Bukan! Aku bahkan tidak mengenalnya. Nama animeku banyak, tapi nama asliku tetap satu. Initialnya: A. Hanya itu kawan. Entah kamu percaya atau tidak. Yang pasti aku jujur(itu karena aku tak ingin berbohong padamu dan aku tak ingin berbohong untuk ke sekian kalinya). Bohong itu menyedihkan. Sayonaaraa. Dan jika “AKAI ITO” dapat diikat kembali, maka mata aimashou…
permanas menjawab: iya, iya udah ah, kenapa kamu pakai banyak anonim siiihhh?? Hhhmmm ‘A’ kayak inisial perempuan yang aku puja deh, hihihihiihii… tapi ia masih menolak aku, jangan khawatir, kami masih teman baik, kok..
Hideki Ryuga/Tokiya Mikagami berkata
“Cinta itu tidak akan pergi, kawan”
Tapi aku tidak setuju akan hal satu itu. Cintaku berada jauh bersama bintang2 itu.
“Jangan sampai kau terjebak dalam cinta, kawan”
Tidak akan coy.
“Ya, semoga saja begitu”
Emm, kita…
“Kenapa kawan?”
Aku tidak sebanding denganmu. Kita pisah saja.
“Kenapa? Kok tiba2…”
Orang yang kucinta itu adalah kamu, kawan. Dan kita tidak mungkin bersama. Lupakan ini semua. Thanks a lot selama ini mau jadi sohib aku.
permanas menjawab: kenapa kamu bicara seperti itu. ayolah jangan murung, nanti aku akan kirim kamu suatu rahasia deh ya supaya tidak kebanyakan murung dan mengeluh.
feiSuha Saptadi berkata
kalau ente bukan orang lain, kita pernah kenal baik. meski waktu dan status merenggangkannya. Dan ane seorang bunda, tapi masih tetep muda, lah! penuh semangat belajar hidup. Kalo ente orang yang sama, ente kebangetan banget gak mau ngenalin bidadarimu, yang dulu pun yang kini. Pangeranku kan, juga kau kenal.
Kadang pengen juga ada waktu untuk reuni dengan semua teman-teman dulu, kurasa semua sudah berdiam di surganya masing-masing. Mudah-mudahan dengan surga kecil-surga kecil yang terbangun akan lahir anak-anak adam yang akan membangun kerajaan surga di mana kebahagiaan menjadi suluhnya. Aku percaya itu, karena itu bagiku keluarga sangat penting artinya. Pengertian, komitmen, kesetiaan, cinta, tanggung jawab, akar dari kebahagiaan itu. Seandainya saja semua orang mau seperti itu dalam seluruh aspek hidupnya….
Kalau ente orang yang sama, tapi kalau bukan…? Apes dah, gua….
permanas menjawab: maafkan anakmu ini, bunda, kalau sudah berbuat tidak adil terhadapmu. tapi sungguh! aku benar-benar tidak mengerti, kalau bunda tidak yakin dengan aku, bunda lihat tautan pada look at me di ’see me’ dan sebenarnya itulah aku, bunda, aku masih seorang ‘nomaden’. tapi kalau bukan, jangan salahkan diri bunda. kalau bunda merasa kehilangan, biarkan aku tetap menjadi anakmu yang hilang itu. semoga itu bisa sedikit mengobati perasaan bunda. kalau bunda yakin tentang aku tapi aku masih kehilangan arah, tolong nyalakan suluhmu untuk menerangi kealpaan dan kelupaanku, bunda, mudah-mudahan bunda memberi jalan lapang untuk aku titi. ameen…
kalau bidadariku itu, bunda, ah… akhirnya aku mengadu padamu…. aku tidak memaksa bunda, cinta tidak perlu memaksa…. aku hanya ingin cinta yang hening -tapi entah kenapa sesuatu mengusiknya- dan aku tidak pernah memaksa apa pun kepada orang lain, bunda. bukankah pemaksaan adalah penindasan? dan terutama, aku bukan seorang pengganggu yang kurang kerjaan -menyia-nyiakan waktu!- dan kalau bunda mengerti, aku masih seorang ‘nomaden!’
feiSuha Saptadi berkata
Jangan marah-marah, nanti cepat botak, loh! Btw. sudah jadi orang tua belum, nih? Kalo sudah, harus tambah berlatih kesabaran. Aku gak tahu, karena kontakmu tidak juga datang. Nomor hape masih rajin berubah? Duh, kayak orang kehilangan jejak! Feiku cantik tidak kalah manis dengan Suhaku.
permanas menjawab: aku belum tua-tua amat sih, seandainya tua pun, yah… tua-tua keladi-lah, hehehe… kesabaran, di jaman sekarang, memang benar-benar dibutuhkan, bung. kau kan tahu kalau negeri ini sendiri pun memiliki kemarahan-kemarahannya sendiri. entah kapan ia akan meledak dengan letupan mega dahsyat! Masya Allah, mudah-mudahan itu tidak kembali terjadi di negeri yang aku cintai ini, Indonesia. (hehehe, nasionalis banget yak?) tapi begitulah, apa pun yang terjadi, aku mencintai bangsa, negeri, negara Indonesia. meski kadang aku juga jengkel dengan politisi-politisi berengsek itu.
hei, kalau begitu selamat datang di negeri yang katanya demokratis ini, kawan. tapi kerja belum selesai, renung Chairil Anwar suatu ketika, belum apa-apa.
tapi aku penasaran juga nih, ngomong-ngomong kita pernah kenal gak sih di dunia nyata?
feiSuha Saptadi berkata
Jangan pernah buta karena cinta, ya! Karena cinta masih memiliki hitungan. Hati nurani yang akan bicara, tepatkah dia untukku? Paskah porsinya untukku?
Mudah-mudahan gadis itu kini telah menjadi bidadarimu yang senantiasa memandu langkahmu. Cinta yang tak buta akan membuat sepasang manusia berjalan bersama, menautkan jemari, dan saling menunjukkan langkah. Kebahagiaan yang seirama dalam rasa saling percaya, karena cinta takkan pernah menjatuhkan.
Semoga bahagia dalam bercinta! Sepertiku dan belahan jiwaku….
permanas menjawab: dia sudah terbang, kawan. aku kini menemukan kembali cinta yang baru. mudah-mudahan, itu adalah pelabuhanku yang terakhir.