Permanas

dan jika kebebasan adalah kata-kata yang tak terantai, maka ia tak perlu dipasung

Kendala bagi seorang penulis scenario

Posted by permanas pada 16 Februari 2008

Kendala bagi seorang penulis scenario yang baru mencoba dan ingin mencoba mulai :

Mengapa sulit untuk menyelesaikan sekenario tersebut sampai usai ???

Mengapa ketika saya mencoba menulis saya tidak tahu harus memulai dengan apa dan berakhir dengan bagai mana ??

Oleh karena itu work shop kali ini dibuat untuk mencoba memberi jawaban atau penyelesaian terhadap kedua kendala yang umum terjadi tersebut.

Sederhananya, kendala diatas adalah akibatdari :

1. kurangnya pemaham akan pengertian skenario itu sendiri

2.. pentingnya bagi kita untuk memahami terlebih dahulu prosedur kerja yang benar dan bertahap didalam penulisan scenario film sebelum memulai menulisnya.

Mari kita jawab bersama :

1. Apa itu skenario ??

Pengertian skenario adalah

Naskah yang di dalamnya terdapat deskripsi visual dan audio yang terrangkai dalam sebuah pengadegan sebagai acuan untuk pra produksi , produksi dan paska produksi bagi tiap – tiap departemen didalam suatu produksi film .

2. Sarana apa saja yang dibutuhkan oleh seorang penulis skenario ??

A. Kertas dan alat tulis

Ini Penting sebagai alat perekam dari pada ide- ide kita yang menabjukan .. terkadang dengan atau tanpa spontanitas kita menemukan sebuah ide yang bagus , dan menemui kesulitan saat itu juga untuk menuliskannya dalam komputer.

Ide perlu direkam kedalam tulisan agar tidak begitu saja terlupakan dan hilang.

Dan juga karena sifat manusia yang memiliki sifat lupa

B. Perangkat keras dan lunak.

Perangkat Keras = Mesin tik atau computer

Perangkat lunak = yang paling sederhana adalah Microsoft word. Untuk tingkat yang professional dapat menggunakan format penulisan scenario film seperti Final Draft, Wind Word ,Sophocles dan lain- lain

C. Meningkatkan Wacana dan Wawasan

Seorang penulis tidak akan dapat menciptakan kaya yang inovatif, kreatif, representative dan eksploitatif apa bila tidak haus akan wawasan dan wacana

Wawasan dan wacana = ilmu

Tidak hanya ilmu pada bidang film itu sendiri. Seorang penulis harus mengerti berbagai disiplin ilmu lainnya seperti : Psikologis, komunikasi soial, antropologi, fisika , sastra dan lain sebaginya.

Namun ilmu yang menjadi pandasi adalah agama. Karena kecerdasan tak bias terlepas dari ketiganya:

Kecerdasan spiritual ( SQ )

Kecerdasan Emosi ( EQ )

Kecerdasan Otak ( IQ )

Bermula dari Kecerdasan spiritual ( SQ )

Kecerdasan Emosi ( EQ ) sebagai pondasi

Lantas terbentuk lah kecerdasan Kecerdasan Otak ( IQ ) yang cemerlang

Banyak cara meningkatkan wacana dan wawasan, beberapa di antaranya :

1. Memperluas akses informasi

a. Menjalin hubungan atau silaturahmi dengan orang- orang yag berpendidikan dan ahli dalam hal- hal tertentu.

b. Memberdayakan internet

c. Menjadi member atau anggota perpustakaan atau pusat kebudayaan atau lembaga kesenian, menjadi member konunitas film atau kine klub dan sebagainya

d. Mengikutu seminar, workshop dan berbagai diskusi tidak hanya film saja, apasaja jika betul- betul membawa manfaat bagi wawasan dan wacana yang baik.

e. Mengadakan diskusi atau studi banding

f. Dan masih banyak lagi

2. Mengasah apresiasi kehidupan

Mengasah apresiasi kehidupan meksudnya adalah tidak hanya menikmati tetapi juga mengamati mempelajari dan merenungkan arti dan nilai dari kehidupan serta memetik hikmah dari segala kejadian yang ada disekitar kita agar ilmu yang kita miliki dapat membawa kita kepada kebijaksanaan dan memacu kreatifias pikiran .

3. Bagai mana memulai skenario dan tahapannya seperti apa ?

A. Pertama adalah mengetahui bentuknya dulu .

Skenario film memiliki 2 bentuk , Yaitu naratif dan non- naratif

Naratif yaitu susunan cerita yang dibuat berdasarkan konvensi ( unsur- unsur ) dramatik tertentu. Ada tokoh Protagonis dan antagonis, serta kedua tokoh pendukungnya, konflik yang terus berkembang, akhir yang menyenangkan, tragis atau memberi pertanyaan lainnya yang belum terjawab.

Contohnya : Rambo, terminator,FTV, AADC, Dan sebagainya

Non Naratif yaitu susun atau diskripsi rangkaian gambar dari awal hingga akhir dengan tidak terpaku pada konvensi dramatik tertentu.

Contohnya : Semua film yang ada di Discovery Channel, Film Eksperimental, Video klip dan sebagainya.

B. Menentukan teori bertutur atau genre yang akan digunakan untuk skenario yang akan dibuat.

Genre adalah kategori yang memuat gaya atau bentuk isi tertentu, memiliki peraturan dan karakterisik tersendiri. Atau dapat di arikan pula cara bertutur kita. Apakah dengan humor atau canda, aksi- aksi yang menegangkan, atau dengan ketakutan- ketakutan atau dengan musik atau dengan konflik psikologis dan msih banyak yang lainnya.

Seperti Action ( Terminator ), Drama ( Titanic ), Horor ( Scary Movie ), Musical ( Petualangan Sherina ) dan lain sebagainya

Setelah kita mengetahu bentuk yang kita inginkan seperti apa dan genrenya bagaimana, baru kita berlanjut ke penulisan . Penulisan dibatasi dalam bentuk cerita naratif.

C. Mulai Menulis dan bertahap

a. Menentukan target penonton dan tujuan dari cerita.

Pikirkan ketika kita membuat cerita, cerita kita tujukan untuk siapa dan agar apa. Ini berguna bagi kita untuk mengetahui cara yang di pakai dalam berkomunikasi dan mengetahui esensi atau menfaat dari cerita yang kita buat.

b Menuliskan ide dalam satu kalimat atau satu paragraf.

Maksud dan tujuan dari cerika yang kita buat kita tulis dalam satu kalimat atau satu paragraph. Ada persoalan atau permasalahan , dan ada pemecahan. Ada akibat dan ada sebab. Ada aksi dan ada reaksi,

c. Merumuskan ide pokok

Ide pokok ini adalah satu kalimat perenungan yang sekiranya dapat di petik dari cerita tersebut. Contohnya : Kekersan di lawan kekerasan tidak menyelesaikan masalah.

d. Merumuskan tema.

Tema ini adalah satu kalimat yang menjelaskan tokohnya siapa dan apa kehendak yang inin di capai dari cerita di film dari awal hingga akhir

Contoh : ( ilm Children of Heaven ) eorang anak laki- laki dari keluarga pas- pasan yang berjuang untuk mengatasi persoalan akibat sepatu adiknya yang hilang.

e. Membuat sinopsis

Sinipsis disini adalah garis besar keseluruhan cerita yang inigin kita suguhkan . di dalamnya menjelaskan :

1. Tokoh protagonis dan antagonis. Tokoh pendukung lain dari protagonis

2. Apa kehndak si tokoh dari awal hingga akhir atau apa yang menjadi pencapai an terakhir dari apa yang di inginkan tokoh

3. Ada ketergangguan atau apa yang membuat tokoh protagionis terganggu kehendaknya

4. Ada Aksi. Maksudnya adalah tokoh melakukan sesuatu atau tindakan setelah merasa terganggu dan ada alasannya mengapa ia bertindak demikian.

5. Ada konflik yang terus berkembang. Maksudnya adalah ketika sitokoh melakukan sesuatu dalam pencapaian kehendaknya , si tokoh menemukan hambatan maka di situlah terjadi konflik.

6. Dan konflik berkemban jika dari awal hingga akhir intensits konflik tersebut semakin berkembang

7. Ada alur ceritanya. Maksudnya adalah plot- plotnya jelas, diawali dengan apa, pertengahannya bagiamana dan berakhir dengan apa

8. Ada penyelesaian. Maksudnya adalah cerita berakhir dengan apa/ jawaban dari kehendak yang ingin di capai tokoh protagonisnya bagaimana, menyenangkankah, menyedikankah atau terjadi pertanyaan baru

f. Unsur dan kerangka dramatik.

Unsur dramatic disini maksudnya adalah beberapa factor yang menjadi resep atau rumus bagaimana memberi nilai dramatic. Dan kerangka dramatic di sini adalah tingkat atau tangga dramatic yang bertahap dari awal cerita hingga akhir. Unsur dramatic terbagi menjadi :

a. Konflik . Yaitu bertemunya kehendak dengan hambatan.

Hambatan

 
 

Kehendak Tujuan

b. Suspens. Yaitu Penonton dibuat ragu akan tercapai atau tidaknya si tokoh dalam mencapai kehendak atau keinginannya.

c. Curiosity. Yaitu Informasi yang tidak ada hubungannya dengan adegan sebelumnya namun akan terjawab demikian. Disini maksudnya adalah untuk membuat penonton menjadi penasaran.

d. Surprise. Yaitu kejutan atau kejadian di dalam adegan yang tiba- tiba mebuat penonton merasa tertipu atau terkeceoh dengan tafsiran atau perkiraan ceritannya

e. Struktur 3 Babak

Struktur 3 babak merupakan struktur yang banyak di gunakan oleh para penulis skenario di seluruh dunia . Struktur ini di pakai agar menghasilkan skenario yang dapat memberikan cerita yang bisa menampung segenap kecendrungan-kecenderungan atau dampak bagi penontonnya. Yang bisa membuat penonton betah hingga film usai. Yang membuat penonton terhanyut dan terbawa kepada persoalan yang ada di dalm filmnya oleh karena ceritanya.

Skenario dengan sturktur 3 babak yang baik mengandung 6 faktor :

Memperkenalkan tokoh denga jelas

Segera menghadirkan konflik

Tokoh di landa krisis

Cerita mengalir dengan suspense

Jenjang cerita menuju klimaks dan setelah itu ant klimaks atau tanpa anti klimaks

Dan di akhiri dengan tuntas

Diagram Struktur 3 Babak

Babak I ( opening )

Babak II ( middle )

Babak III ( ending )

1. Perkenalkan karakter tokoh protagonisnya.

2. Hadapkan pada problem atau krisis

3. Perkenalkan tokoh antagonisnya

4. Bangunlah alternatif yang mengerikan

– Intensifkan problem sang tokoh protagonis dengan sejumlah komplikasi

– Pecahkan masalah seperti di kehendaki penonton yakni selamat, sukses atau sebaliknya, berkahir tragis

f. Mengetahui format bentuk fisik naskah dalam penulisan skenario

Bentuk fisik naskah skenario ada duamacam, yaitu naskah satu kolom dan naskah dua kolom

Naskah satu kolom. Dalam naskah satu kolom penulisan deskripsi unsur audio dan visual tidak di pisahkan . semua dituliskan berurutan tanpa pemisahan kolom. Biasa digunakan dalam film cerita …

Contoh :

3. MS – RUNIATI 3

Runiati pandangannya mencari seseorang di antara hiruk pikuk orang di peron. Ia berhenti dan wajahnya berseri ketika ia mengenali seseorang

RUNIATI

( melambai )

ibu

( memanggil lebih keras )

ibu

CUT TO :

4.. RUNIATI POV ( Point of View ) 4

ketika Bu Marto, seorang wanita cantik, usia tengah baya, percaya diri, mendengar panggilan Runiati dan memandangnya, Bu Marto Melambai dan dengan tergesa- gesa kearah Runiati

CUT TO :

 

5. 2 S – RUNIATI DAN BU MARTO 5

Kedua wanita itu berangkulan , Runiati menangis

BU MARTO

( Penuh perhatian )

Runi anakku.

( Menepuk – nepuk )

Jangan menangis, ada apa nak ?

Naskah Dua kolom

Dalam naskah dua kolom penulisan deskripsi visual seperti setting, gerakan kamera, instruksi acting, den efek visual di tuliskan di kolom yang terpisah dari kolom audio. Jadi , kolom audio khusus untuk menuliskan unsure- unsure audio termasik narasi, dialog, sound effect, musik dan instruksi acting . biasanya digunakan dalam membuat klip, iklan, animasi pendek .

Contoh :

 

video

Audio

23. INT – RUANG PAMERAN- MALAM

MLS. – Suasana Sarasehan

PANNING lukisan- lukisan

 

ZOOM TO CUT

NARASI : Affandi, pelukis yang karya- karyanya di sebut- sebut sebagai suatu coreng moreng itu sebenarnya siapa dia ?

 

 

Pada prinsipnya, dari segi isi, naskah satu kolom dan dua kolom akan menghasilkan produk yang identik . Namun, dari segi instruksi naskah dua kolom lebih kompak, sedangkan dari segi tata letak tanpak lebih konvensional. Walaupun demikian produksi yang sesungguhnya banyak sutradara lebih menyukai bentuk satu kolom. Alasannya , bagian kiri naskah yang kosong dapat di gunakan sebagai tempat untuk membubuhkan catatan khusus arahan. Misalnya, kapan harus CUT atau Dissolve dari satu kamera ke kamera lain , tanda atau clue gerak kamera atau objek, musik , sound effect, dan berbagai catatan lainnya.

Yang perlu di perhatikan dalam membuat penulisan skenario adalah riset penulisan skenario film dan proses editing informasi . proses ini penting sekali saekalipun dalam lingkup kecil . misalnya kita ingin membuat cerita tentang orang yang merasa tidaknyaman melihat orang lin yang sedang mengupil. Maka akan lebih matang lagi penyajian dalam film kita jika kita meriset permasalahan itu terlebih dahulu. Hal ini berguna sekali bagi kita agar kita mendapatkan informasi yang banyak mengenai persoalan yang kita ingin angkat tersebut. Setelah informasi dari hasil riset telah kita kumpulkan dengan usaha yang maksimal, lantas kita pilah – pilah kembali ( atau bisa disebut pengeditan ). Proses pengeditan informasi ini penting sekali , agar informasi yang kita suguhkan representative, dan hal ini mendukung sekali tercapainya efektifitas penyajian. Jadi informasi yang tidak terlaklu penting dapat kita hilangkan jika tidak mendukung dari pada cerita di dalam sekenario film yang kita ingin tuliskan.

Dalam membuat cerita dapat memadukan bebrapa genre yang ada. Yang jelas kita dapat memerdekakan pikiran kita dalammembuat suatu karya asalkan dengan catatan kita mengerti dan paham akan memformulasikan genre tersebut hingga penyampaian ide dapat di pahami.

Untuk supaya kita segera mendapatkan manfaatnya , ada baiknya segera memulai menulisnya. Siapkan kertas dan lainnya. Karena mulai menulis, mencoba dan terus mencoba adalah awal dari keberhasilan. Karena keberhasilan bermula dari kegagalan dan beranilah untuk gagal ……………..

Mohon maaf atas segala kekurangan

Penulis menerima kritik dan saran yang bersifat membangun bagi kepentingan bersama

Thank’s

Sumber :

Sepucuk ilmu, Langkah Praktis coba tau dan coba buat skenatio film. Agres setiawan

Buku, artikel internet, diktat mata kuliah penulisan skenario, materi workshop dan lain- lain

4 Tanggapan to “Kendala bagi seorang penulis scenario”

  1. sya'roni said

    terimakasih saya sangat berkeinginan bisa menulis scenario!

    permanas menjawab: kalau begitu, selamat menulis, semoga sukses!

  2. Shanty said

    gimana klo Qt kerjasama Nyari Final Draft????
    Al’y sayang bgt Ung, Q dh masUkin skEnario ke pH besar….cerita’y diterima! tp fOrmat’y blum….Coz, muSti di Format pake Final Draft!!!

    permanas menjawab: aku sudah dapat software-nya, tapi dalam bentuk trial gitu dan beberapa fitur tidak bisa aku pelajari… karena mungkin versi trial dengan sistem yang dibatasi kali ya. aku sudah coba.. kirim ke email samti.. tapi sayang.. file itu menolak untuk dikirim.. aku gak tau ya.. memang sistemnya tidak bisa mengirim atau akutidak tau cara lain untuk mengirimkannya.. wahahaha… aku juga lupa alamat tempat aku mendapatkannya… tapi cari saja di google.. mudah-mudahan bisa ketemu versi trialnya (karena versi full en gratisnya gak ada) aku cari craknya ajah sampai sekarang belum ketemu-temu.. bahkan keygen saja tidak bisa membuka serial number nya.. ya sudahlah.. akhirnya aku hanya mencicipi final draft hanya selama lima belas hari hahahaha… wah ngomong-ngomong, selamat ya, naskahnya bisa diterima.. tapi ya itu, sayang… aku tidak bisa membantu lagi… beberapa kali aku coba kirim duplikatnya.. tetap saja menolak dan tidak bisa terkirim haahhh.. ya.. aku tidak bisa apa-apa lagi deehh..

  3. shanty said

    aQ berAsal dri kota kecil, kndala saya adlah suLit mencari software final Draft…ada yg bisa bntu saya memformat’y dlm final draft???

    permanas menjawab: waahh.. sayangnya aku juga tidak punya software final draft yang kamu cari.. justruuuu.. aku juga sedang mencari-cari… hehehe.. kayaknya kita mencari barang yang sama nih… ya udah selamat memburu…

  4. violet afifah said

    oke deh, ternyata teorinya sederhana, saya sudah pelajari dan amalkan dan saya sudah membuat beberapa skenario, diantaranya masih draft awal, tapi satu dua yang sudah jadi, finish sampai the end setelah melewati revisi beberapa kali. sekarang masalahnya adalah menjual skenario itu nggak gampang seperti bikinnya. ternyata (saya baru tahu ) kalau jualnya lebih sulit. apalagi di indonesia ini belum pernah saya dengar ada agensi skenario yang bantu penulis jualin skenario. belum lagi kalau mikir sual buaya buaya pembajak yang lebih galak dari pada dinosaurus. miris dech! so saya punya beberapa skenario yang bagus, Mister, bisakah anda membantu saya menjualnya? atau menunjukk seseorang yang bisa melakukan hal itu? anggap saja ini bisnis yang akan sama sama menguntungkan, tapi mohon dimaklumi segala sikap penuh curiga saya karena itu sangat absah, normal, bahkan harus, di Indonesia ini. jangan lewatkan kesempatan mendulang intan dari pelosok, anda tidak akan bisa menduga sejauh apa ia bisa berkilau. balasan saya tunggu.

    permanas menjawab: ternyata bukan hanya aku ya yang mengalami kesulitan seperti itu. setelah karya jadi malah bingung untuk menjualnya. sekalinya dikirim ke beberapa prospek malah yang datang adalah surat tolakan. tapi jangan khawatir dan jangan menyerah. ketika karya aku ditolak, ya aku malah lebih merasa tertantang untuk dapat melakukan hal yang lebih baik dari tulisan sebelumnya. meskipun gagal lagi, ya setidaknya aku gagal dengan lebih baik. cukup membuat hati aku lega untuk memulai kembali. kalau masalah penjualan naskah skenario itu, aku tidak tahu harus kemana. tapi ada baiknya kamu cari informasi ke rumah-rumah production house saja. seperti starvision misalnya. kalau masalah plagiasi, indonesia, ya… kita tahu lah. justru itu merupakan tantangan kita ke depan, bukan? selamat berjuang teman-teman…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: