Permanas

dan jika kebebasan adalah kata-kata yang tak terantai, maka ia tak perlu dipasung

Ketika Saya Lapar

Posted by permanas pada 4 Maret 2008

Makan adalah solusi satu-satunya ketika kau lapar, bukan. Masalahnya, terkadang tidak selalu tersedia makanan ketika saya merasa lapar dan harus makan. Ada kalanya memang benar-benar tidak tersedia makanan atau ada makanan tetapi tidak ada uang untuk membeli makanan (inilah masalah yang ternyata sering sekali saya hadapi) wah, terkadang saya merasa lebih beruntung kalau melihat daerah-daerah pelosok, tidak usah jauh-jauh, lihat saja desa-desa di daerah Banten. Mereka rela dengan mengkonsumsi nasi aking sehari-hari. Nasi aking adalah nasi daur ulang, nasi sisa di jemur dan dimasak kembali, tentu bukan dimakan kembali oleh si empunya melainkan dimakan oleh mereka yang sudah tidak sanggup lagi membeli beras.

Ya, ketika saya lapar, bahkan ketika saya lapar rohani, lapar kedamaian, lapar hasrat untuk bercengkrama dengan penuh kasih sayang, lapar untuk bercanda sekaligus membenci dengan seseorang. Saya akan berjuang mati-matian untuk mendapatkannya. Ketika saya lapar untuk mencintai, saat itu saya sadar dahaga saya sudah menunggu dengan rasa cemburu dan benci. Tapi ketika saya lapar ke-ilahi-an, saya tidak mau terjerumus untuk membenci tuhan, sekaligus mengubah diri menjadi tuhan.

Saya bukan manusia zuhud, tapi bukan berarti saya tidak lapar akan dahaga ke-ilahi-an. Ketika saya lapar dengan rasa ilahi tersebut, maka saya akan berubah menjadi seorang pemarah dan pengadu. Saya marah karena saya belum bisa memenuhi diri saya dengan kenikmatan rasa ilahi tersebut, dan saya akan menjadi pengadu dengan mencibir kepada orang-orang yang kenyang dengan rasa ilahi di rumah-rumah makan tuhan. Setelah itu, mungkin saya akan jadi pengemis karena kelaparan, mencoba mengetuk pintu rumah milik Tuhan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: