Permanas

dan jika kebebasan adalah kata-kata yang tak terantai, maka ia tak perlu dipasung

Bagaimana Kau Menghabiskan Sebagian Dari waktumu

Posted by permanas pada 15 Mei 2008

banyak orang menghabiskan waktu dengan melakukan sesuatu yang berguna untuk diri sendiri, ada juga yang menghabiskan waktu mereka untuk digunakan bagi dirinya dan orang lain. tapi ada pula yang menghabiskan seluruh waktunya untuk hal yang sia-sia, sepele, sesuatu yang tidak perlu dilakukan sebenarnya.

bagaimana kau bisa menghabiskan waktumu hanya untuk membicarakan kehidupan orang lain sementara kehidupan sendiri tidak tertangani dengan baik. kau mengejar keburukan-keburukan tetangga sebelah rumahmu, sementara keburukanmu sendiri kian menjadi-jadi. bagaimana kau mensyukuri kehidupan sementara kau merusaknya.

baiklah, kau tak perlu bunuh diri karenanya, atau karena kehidupan, atau karena kau sendiri. orang bijak bilang ‘selama kau masih hidup, belajarlah untuk hidup’. well, kehidupan memang tidak pernah membiarkan seseorang untuk berhenti belajar, kecuali orang itu sendiri yang menghentikan proses belajarnya sendiri, dalam kehidupan.

hidup terlalu kaya untuk dibiarkan merana, bukan?

2 Tanggapan to “Bagaimana Kau Menghabiskan Sebagian Dari waktumu”

  1. Anna said

    Somehow i missed the point. Probably lost in translation🙂 Anyway … nice blog to visit.

    cheers, Anna!!!

    permanas menjawab: terima kasih sudah mau menjadi salah satu tamu di rumahku. aku sempat berkunjung ke bodybook. sayang web itu masih dalam tahap konstruksi. tapi, baiklah. kalau sudah selesai aku akan bertamu ke sana. salam.

  2. syarifah said

    intinya kalau aku, kita harus dapat memanusiakan manusia.

    permanas menjawab: aku setuju. tantangannya adalah, kita tidak bisa merubah seseorang, selain mereka yang merubahnya. setidaknya, kita bisa merelakan diri kita menjadi sumberdaya mereka untuk berubah. misal, kita tidak perlu mengajari orang yang membuang sampah sembarangan, perlihatkan saja cara kita membuang sampah pada tempat yang benar dihadapan mereka. kita sentuh hati nurani mereka, dan biarkan pikiran mereka yang memperbaiki perilakunya. kalau tidak berhasil, ya ulangi. kalau tidak berhasil juga, ya, berdoalah agar usaha kita merubah orang lain atau suatu keadaan dapat berhasil dengan baik. ameen…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: