Permanas

dan jika kebebasan adalah kata-kata yang tak terantai, maka ia tak perlu dipasung

Bintang Jatuh

Posted by permanas pada 15 September 2008

Allahu Akbar!! aku rasa itu ucapan yang spontan aku keluarkan ketika pukul satu 14 ramadhan 1429 h = 14 september 2008 m, waktu aku keluar rumah dan mendongak ke atas langit yang cerah. satu meteor yang cukup terang berekor panjang melintas tepat di depan mata dan kepalaku sekitar sepersekian detik melintas dengan cepat sekali.

dan tiba-tiba saja aku merasa menjadi seseorang yang religius sekali -padahal jujur, jarang aku shalat- bukan karena kebetulan. sebenarnya, sebelumnya aku berkelakar dalam hati dengan Tuhanku itu. mengingat ini kali keduanya aku melihat bintang jatuh pada bulan ramadhan, satu kali aku lupa tahunnya dan tahun itu bukan hanya sekedar bintang jatuh melainkan hujan meteor, sungguh! aku jujur! beberapa kali lainnya di luar bulan ramadhan. aku rindu sekali ingin melihat sebuah meteor jatuh dihadapanku, atau sesuatu seperti setitik cahaya menyerupai bintang tapi tiba-tiba ia bergerak perlahan dan menghilang di balik kabut langit, atau bola api raksasa yang terbang pendek, percayalah, aku pernah juga melihatnya dengan jelas! dan beberapa kali aku mendongak ke langit tanpa sesuatu pun terjadi. dan tiba-tiba saja SLASSSSHHHHHHHHH!! sesuatu bergerak dengan cepat sekali dan sangat terang! aku bercanda, dan Tuhan aku mengabulkan permintaanku, meski aku berkelakar dalam hati, tapi sungguh itu benar-benar terjadi, kawan!

Tuhanku itu menghentikan candaku dan emngubah hatiku menjadi sebuah perenungan yang panjang, tapi hatiku penuh dengan kegembiraan yang meluap! kau tahu, energinya sampai sekarang masih mampu membuatku tetap tersenyum! camkan itu. tiada habisnya aku tersenyum dan mengingat kembali peristiwa malam itu, kenapa aku tahu tepat pukul satu, setelah kejadian itu aku langsung memeriksa jam dinding, dan ya, memang tepat pukul satu dini hari. itu sebelum sahur yak!

tiba-tiba juga, aku menjadi salah seorang yang sangat beruntung di dunia ini, selain permohonanku terkabul malam itu juga. aku mengingat peristiwa malam Lailatul Qadar, pertama kali Al Quran diturunkan ke bumi, pertama kali gunung, sungai, pohon-pohon, semua makhluk bumi tunduk menerima kehadirannya. dan, Masya Allah! andai saja malam itu benar-benar malam yang selalu di cari orang-orang yang zuhud, sungguh mereka sangat beruntung sekali dan Allah akan membalasnya ribuan kali, Insya Allah. mungkin aku akan menyesal karena tidak melakukan apa-apa selain spontan mengucapkan takbir, tanpa aku suruh, tubuh, jiwa, dan ragaku sudah tunduk terlebih dahulu mendahului aku.

kau tahu, aku memang selalu dipenuhi dengan keberuntungan! tentu saja aku mengucapkan permohonan kembali, dalam hati tentunya, setelah melihat bintang jatuh itu, kalau mitos itu benar-benar dimungkinkan ya, setidaknya tidak ada salahnya mencoba dan mengucapkan beberapa keinginanku untuk kembali dikabulkan, hehehehe, kapan lagi kesempatan datang, pikirku. tidak perlulah aku sebutkan di sini.

dulu aku pernah mengucapkan begini, kalau aku gagal jadi penulis, aku akan jadi juru masak. Tsui Hark (sutradara film laga) bilang, bekerjalah seperti seorang juru masak, coba berbagai hal baru, hasilnya mungkin masakan kelas satu, mungkin juga tidak! ya akhirnya aku memilih jadi jruu masak kalau cita-cita pertamaku gagal. kalau aku gagal jadi juru masak, aku memilih menjadi seorang astronomer. itu bukan ide gila, kawan! aku sungguh-sungguh, aku menyukai malam, aku menyukai bintang-bintang, planet dan pergerakan awan-awan kosmik dan menunggu kelahiran bintang baru! aku ingin menjadi salah satu penyaksi!

aku memang bukan satu-satunya saksi yang sering melihat betapa indahnya sebuah bintang jatuh (baca: meteor) tapi aku sangat berterima kasih sekali kepada Tuhanku, aku diberi kesempatan menjadi salah seorang penyaksi dari sekian banyak orang. terima kasih, Tuhan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: