Permanas

dan jika kebebasan adalah kata-kata yang tak terantai, maka ia tak perlu dipasung

Dik

Posted by permanas pada 16 Oktober 2008

Dik,

Kesendirian ini mengingatkanku pada

Rumah yang lama kita tinggalkan.

Dendam yang harus segera dituntaskan,

Aku ingin membunuh kerinduan itu

Tapi tidak bisa.

Dik,

Di belakangku

Sejarah terserak begitu saja.

Photo-photo usang

Yang menggantung di bilik rumah kita

Siapa yang merawatnya sekarang?

Ah, semakin lama

Semakin ingin kutumpas saja

Semua rasa yang mengganggu

Tidurku ini.

Lain hari,

Aku bergelut sampai pingsan.

Luka-luka laki-laki yang kesepian

Dibalut kain yang basah air mata.

Hanya kekosongan menonton.

Selebihnya,

Cuma perahu-perahu tanpa penumpang.

Dan aku menunggu,

Dermaga dengan perahu yang tak kunjung pergi.***kampungmelayu/permanas/141008/buat a.p.r

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: