Permanas

dan jika kebebasan adalah kata-kata yang tak terantai, maka ia tak perlu dipasung

Seorang Pelarian……

Posted by permanas pada 17 November 2008

Hah, kadang aku merasa sebagai seorang pelarian, tapi tidak tahu sesungguhnya aku berlari dari apa dan bagaimana aku bisa sebagai seorang pelarian. Nyatanya aku selalu berlari, berlari dari kenyataan, berlari dari tugas, berlari dari tanggung jawab, berlari dari keramaian, dan terlebih lagi, dan ini yang paling buruk dari pelarianku, aku lari dari diriku sendiri.

Rasa kecewa memang bisa membuat seseorang gelap mata, tidak mengakui kegagalan sebagai kenyataan yang harus ditelan sendirian. Terlebih ketika kau harus dipaksa mengakui sesuatu yang tidak pernah kau lakukan. Dan itu akan semakin memperburuk keadaan.

Biasanya aku memiliki tempat pelarianku sendiri, tidak dimana-mana. Aku hanya menenggelamkan diriku sendiri dalam kegelapan, membungkam cahaya sekaligus merindukan suaranya. Ah, bahkan cahayapun tidak pernah bersuara, atau mendesis. Baiklah, sekarang aku menjadi seorang pelarian tanpa tahu apa yang membuatku berlari dari sesuatu, dan aku belum memutuskan kapan harus berhenti. Karena sejauh yang aku tahu, aku paling benci menunggu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: