Permanas

dan jika kebebasan adalah kata-kata yang tak terantai, maka ia tak perlu dipasung

Aku Terjebak

Posted by permanas pada 3 Maret 2009

Aku terjebak, terjerumus dalam dunia hitam dan aku tak tahu mesti ke mana. Satu-satunya yang kutahu aku pergi ke tempat di mana aku bisa bebas terbang melayang seperti burung yang pergi ke mana pun dia suka. Biar orang mau bilang apa, biar otang mau melakukan apa, tidak peduli kalau dunia ini terus bergerak atau tidak, atau waktu semakin meruncingkan jarumnya dan menusuk manusia-manusia pemimpi dan penidur. Aku sendiri seorang pemimpi dan terjerat selimutnya sendiri. Aku semakin terlilit.

Malam menjadi jubah megah,menutup tubuh-tubuh kurus yang telah dicemar oleh dosa-dosanya sendiri dan menjadi tuhan kegelapan. Menyusuri lorong seperti tikus-tikus menyusuri comberan dan menggerogoti tong sampah untuk mengais makanan busuk. Merenda malam dengan tawa kesakitan lalu menghiasnya bersama kumpulan orang buangan dari dunia yang tak bahagia. Siapa mereka, siapa aku, semua sama sekarang dalam mangkuk kesialan.

Aku lari, aku bersembunyi dari kenyataan, seperti pengecut yang lari sebelum berkelahi. Api membara dalam jiwa ini padam, musnah dihembus ketakutannya sendiri. Sementara lampu-lampu membiaskan sinarannya di antara kebisingan malam. Aku menyingkir, menjauh, mencari kesunyian dan merangkuli sambil mencumbunya. Keremangan cahaya kota itu menjadi pudar dan hanya tinggal keangkuhan di sana, lelap.

Setiap malam, orang buangan dari dunia yang tak bahagia itu, mereka selalu datang, bicara dari hati ke hati, tertawa lepas dan bebas meskipun gelap menghimpit dada mereka yang membuat sakit dan sesak. Di sini kumpulan manusia pemimpi dan penidur bersatu, melayangkan pikiran dan melupakan semua menjadi ganjalan hati dan rintangan kebebasan. Di sini semua lepas, tak ada ikatan.

Bercerita tentang dunia penuh keramahan dan senyuman, bukan perang dan saling curiga dari dunia yang mereka huni sekarang adalah dunia yang tak bahagia, selalu membayangkan dunia penuh kebahagiaan, entah itu terletak di bumi sebelah mana.

Aku lihat dalam mata mereka,masih ada harapan bersemayam di sana dan hati yang meluap-luap untuk mencari sesuatu yang hilang, bagian dari diri mereka masing-masing yang belum mereka rasakan dan mereka temukan. Rindu ini tersimpan begitu lama hampir tak pernah dibuka untuk diingat-ingat tentang apa yang mereka rindukan. Aku rindu diriku yang dulu dan mereka rindukan diri mereka masing-masing dan memang ada sesuatu yang hilang, yang dirindukan di sini.

Hanya dalam kegelapan aku dapat menjadi sesuatu, hanya dalam gelap semua terasa begitu terang, indah, gemerlap, bukankah karena gelap cahaya begitu dirindukan dan diinginkan meskipun kegelapan tidak pernah dianggap sebagai sebagai ibu dari cahaya. Dan penerang dari bumi yang lama tertutup selimut hitamnya.

Aku bebas sekarang dari lubang yang membuatku terjerumus dan terjebak, aku benar-benar seperti apa yang aku inginkan sekarang. Hampir seperti burung itu, terbang lintasi dunianya sendiri dan merentangkan sayapnya lebar-lebar. Ini bukan lagi kesunyian dan tidak lagi jeritan yang membelah buaian malam. Ini sebuah kemenangan bukan sebuah retorika atau kata-kata kosong belaka. Bumi ini tetap bergerak dan jarum waktu tetap berputar. Yang terjadi bukanlah sebuah kesia-siaan.

Bangun, kawan, lekas kita pergi dari sini dan mengarungi kehidupan kita masing-masing. Bukan pemimpi kita sekarang, bukan penidur kita sekarang. Tetap, bagian dari sejarah waktu kita sekarang. Bukan lagi saatnya kita terlelap, ini bukan sebuah akhir tapi awal dari kebangkitan kita untuk membangun kehidupan. Ayo lekas, jangan terlelap ketika orang-orang menjaga hari-hari mereka. Aku katakan ini kepadamu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: