Permanas

dan jika kebebasan adalah kata-kata yang tak terantai, maka ia tak perlu dipasung

Mereka yang tidak beruntung

Posted by permanas pada 16 Juni 2009

Dunia ini memang dipenuhi orang-orang tidak beruntung, tapi mereka mampu bertahan dan menjalani ketidak beruntungan hidup mereka dengan tabah dan sabar. Sedikit tawa dan senyum yang mampu mereka ungkapkan, mungkin mengurangi rasa sakit mereka, meski hanya sedikit, tapi mereka bisa. Aku iri melihat kekuatan mereka melawan semua kegetiran hidup, sementara, mungkin, di sebelahku ada seseorang menyumpah serapah karena makanan yang mereka pesan tidak sesuai keinginan mereka kepada si pelayan. Hidup memang kontradiktif, hidup memang ironis, hidup memang mungkin hanya sebuah pangung dan lakon-lakon. Sayangnya, begitulah yang terjadi.

Bahkan apapun segala yang pernah kita rencanakan dalam kehidupan kita sendiri, tidak jarang semua itu menyimpang jauh dari angan-angan (aku bertepuk tangan salut kepada mereka yang berhasil mewujudkan impian-impian mereka, pasti dengan kerja keras dan bersusah payah). Tidak perlu jauh mencari contoh, tentu saja aku juga mengalaminya sendiri. Membuat rencana memang sangat menyenangkan dan memberi semangat hidup yang menggebu-gebu, namun ketika realitas ingin bicara sesuai kehendaknya sendiri, tanpa kita bisa mengendalikannya, tidak jarang dari kita terpuruk terlalu lama karena kegagalan dari rencana-rencana yang kita gaungkan kepada masa depan.

Ketidak beruntungan ternyata juga sanggup membuat banyak dari kita bisa bersikap sabar dan bijak dalam menanggapi segala situasi dan tindakan, tidak ceroboh dan gelap mata. Menanggapi setiap cobaan dengan arif adalah jalan terbaik, dan tetap pada tujuan adalah satu-satunya cara untuk tidak tenggelam dalam keterpurukan terlalu lama. Menangis sekali, hentak lima sampai sepuluh langkah, ibaratnya seperti itu. Bolehlah kita meratapi kegagalan-kegagalan kita, aku tidak malu kalau aku juga meratapi kegagalanku sendiri, lebih dari sekali, karena sudah terlalu banyak kegagalan yang kurasakan mungkin, hahaha, tapi itu tidak jadi soal. Masalahnya adalah apakah kita sanggup berdiri lagi dengan gagah dan menantang kembali masa depan dengan rencana-rencana baru, tentunya dengan tingkat kematangan yang lebih setelah belajar dari kegagalan kemarin, aku melawannya, ya, aku menantang ketidak beruntunganku sendiri dan bertaruh nasib dengan masa depan. Bukankah kita sering bilang kalau hidup hanyalah masalah pertaruhan saja, tergantung kita berani bertaruh besar atas diri kita atau tidak. Kau pesimis, kau bertaruh kecil saja, kau optimis, setidaknya kau sudah bertaruh besar dengan yakin atas dirimu, biar faktanya pun nanti kita tidak tahu apakah menang, kalah atau seri. Tapi, bukankah kita sudah menunjukkan diri kita atas pertaruhan itu. Setidaknya itulah yang membedakan kita dengan mereka yang hanya meratapi kegagalan mereka sendiri

Jadi, apakah kita akan diam menghadapi ketidak beruntungan atau malah maju kembali untuk melawannya, aku rasa itu masalah sikap masing-masing orang. Aku rasa, aku akan melawan dan menantang masa depan lagi. Biar gagal lagi, menantang lagi, gagal lagi, melawan lagi sampai hampir binasa. Setidaknya aku tahu, aku tidak tinggal diam begitu saja. Jika aku kalah, mungkin aku masih tetap bisa tersenyum karena aku bertaruh atas usaha terbaikku untuk menang. Bukankah ketidak beruntungan masih bisa mengajarkan kita untuk belajar dari pengalaman. Semoga saja aku bisa maju untuk melawan dengan pertaruhan yang lebih besar lagi. Bagaimana dengan kau?

2 Tanggapan to “Mereka yang tidak beruntung”

  1. Zaki said

    Ya, nanti akan kuajak kamu berteduh di bawah pohon sakura. Hey, sawahku sudah kutanami jagung… Nanti bulan puasa sudah tumbuh besar… Ayo, bantu aku mencangkul… Bang, lagi sibuk apa? Ah masa-masa SMA membuat semuanya tidak tersisa. Tapi, senyumku masih ada dan akan tetap ada. Sampai jumpa nanti… Mata aimashou…

    permanas menjawab: hahaha.. baiklah, baiklah…. tunggu aku. hmmmm.. tidak terlalu banyak kegiatan.. ayo kita bangkit lagi kalau begitu….

  2. Zaki said

    Osh… Salam kangen dari TA. Hmm tentunya bangkit bang. Ibaratnya kalau kita jatuh dari sepeda sangat tidak mungkin kita tidak bangkit. Meski banyak luka-luka di sekujur tubuh. Jadi, maju terus! Pantang mundur! Semangat! Semangat! Hehe. Nggak ada orang yang tidak beruntung bang… Semua ini keberuntungan… Sakuranya sudah ada, tapi lupa kutaruh di mana. Sejalan dengan waktu semua akan mengalami perubahan. Emm ayo kita latihan… Jangan lupa pakai dogi/karate-gi nya.

    permanas menjawab: waahhh… Haru!! Yah… kau si Sakura Musim Dingin…. Baiklah, sudah saatnya kau memiliki daun yang baru dan merekahkan bunga yang juga baru. Karate, hahaha, kau tahu aku tidak bisa, tapi kau bisa mengajakku berteduh di bawah pohon sakura, suatu waktu nanti…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: