Permanas

dan jika kebebasan adalah kata-kata yang tak terantai, maka ia tak perlu dipasung

Pintamu

Posted by permanas pada 2 Mei 2012

Jadi, kau menungguku?

Sejak lama
geliat rindu
geliat sepi menari-nari di mimpimu; ceritamu padaku.

Aku tahu dalamnya matamu;
ah, aku tahu bahasa tubuh itu.
Kau ingin aku membacanya.

Sendiri malam
Sendiri pembaringan
Sendiri waktu
Sendiri aku;
Katamu.

Bawa aku
Tuntun aku
Simpan aku (di hati)
Pintamu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: