Permanas

dan jika kebebasan adalah kata-kata yang tak terantai, maka ia tak perlu dipasung

rumahku

Posted by permanas pada 21 Oktober 2012

rumahku, di sana,

gadisku.

aku membangunnya sendiri.
kejujuran yang kujaga bertahun lamanya,

telah kujadikan pondasi.
rasa malu-ku jadi dindingnya.
pintu itu,

ah,

itu hatiku yang selalu terbuka menyambut.

keringat dan kerja keras
adalah atap yang menjaga rumahku
tetap bertahan dari panas dan hujan.
jika kau bertamu ke rumahku,
terang sudah kegelapan
yang mendekam di dalamnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: