Permanas

dan jika kebebasan adalah kata-kata yang tak terantai, maka ia tak perlu dipasung

Saya Superman

Posted by permanas pada 22 Juli 2013

Suatu kali, saya bertanya kepada diri sendiri apa yang akan terjadi ketika melakukan sesuatu hal diluar tindakan saya sebagai manusia biasa. Katakanlah apa yang orang pikirkan kalau saya memakai pakaian Superman, atau Spiderman, bahkan Superwomen ditengah keramaian dimana pada saat itu tidak sedang diadakan pesta kostum apapun untuk mengekspresikan diri melalui pahlawan-pahlawan import itu.

Mungkin, lebih dari yang saya  harapkan, atau pikiran-pikiran menjelma menjadi sebuah apriori masal, menganggap ketidakbiasaan saya pada saat itu adalah merupakan kegilaan sesaat ketika kewajaran bukan lagi kebiasaan melainkan anomali singkat dari psikologis seseorang (baca: saya) menginginkan sesuatu yang lain daripada himpitan rutinitas kehidupan dimana seseorang dihadapkan pada situasi itu-itu saja sepanjang ingatannya yang tidak pernah melakukan hal lain, kecuali apa yang selalu dilakukannya setiap hari.

Maka, adakalanya saya merasa beruntung bahwa saya selalu diingatkan oleh pikiran bawah sadar saya kalau saya diberi hak dan kebebasan penuh untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu di dalam pikiran sadar saya. Sejatinya, pikiran saya selalu bermetamorfosis, ambigu, tidak tetap satu wujud, melainkan banyak rupa.

Saya sempat dibuat repot waktu pikiran saya menyusupi  ingatan-ingatan yang tidak ingin saya lihat lagi, tidak ingin saya ungkap lagi. Maka untuk menunjukkan siapa tuan dari pikiran tersebut, sepanjang ia tetap membuat saya waras, saya merubah diri saya menjadi sesuatu yang lain, yang kuat, manusia yang memiliki segala keunggulan daripada manusia-manusia lain dan bersembunyi diantara banyak keramaian. Jadilah, pilihan saya jatuhkan pada pahlawan-pahlawan import itu. Karena selama ingatan masa kecil saya, mata saya (pikiran saya) telah mengalami pencucian otak dimana, melalui televisi, merekalah yang terkuat dibandingkan manusia lain (bahkan juga menyusup dalam iklan komersial). Jadi, mau tidak mau, keterpaksaan itulah yang membuat saya pada saat sekarang ini berada ditengah kerumunan dengan memakai kostum Superman sedapatnya, maksudnya semampu pikiran saya berkreasi. Tapi, toh, itu tidak memadamkan hasrat menggebu untuk meninggikan ke-euforia-an saya yang sesaat itu bahwa saya mampu berpikir kalau saya bisa melebihi siapapun, bahkan termasuk Anda. Jangan remehkan kekuatan pikiran anda. Salam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: