Permanas

dan jika kebebasan adalah kata-kata yang tak terantai, maka ia tak perlu dipasung

EKSPRESI PUBLIK

ruang ini bisa kamu jadikan ajang untuk mengekspresikan diri. mengeluarkan isi hati, tulisan, kritik, saran, sumbangan, mengomel barangkali. silahkan saja. syaratnya nggak macem-macem kok, isinya tidak mengandung SARA, pornoaksi, pornografi, dan tidak mengundang konflik yang mengganggu stabilitas dan keamanan negara, ya, hehehe….. aspiratif boleh, anarkis jangan. serius boleh, santai boleh, slenge’an boleh, ya, pokoknya terserah kamulah. selamat berekspresi! aku tunggu ya…

4 Tanggapan to “EKSPRESI PUBLIK”

  1. Naning said

    hay permmmm,

    maaf, neh tmen pesbok kmu ada yg menclok di siniiii neh…

    permisi yahhh, minta ijin ngacak2 web kamu, pngen ngintip cerpen2,
    Makasihhhhhhhhhhhhhhh,,,,,,,,,

    _Naning_

    permanas menjawab:
    naning (o.O) wew… silahkan jadi tamu perm. siapa saja boleh kok bertamu ke rumah aku. selamat mengintip ruang-ruang yang ada di rumah perm.

  2. Bagaskara said

    Mohon ijin copy Paste materi ke Blog
    senimantegal.blogspot.com
    permanas menjawab: jika itu untuk menambah pengetahuan bagi siapapun yang membutuhkan, silahkan! jangan sungkan-sungkan. tapi jangan lupa menyebutkan sumbernya ya, terutama dari kategori ‘KAMU MAU TAHU (DARI BERBAGAI SUMBER)’ karena semua tulisan yang bernaung di dalam kategori tersebut bukan tulisan aku. selamat membaca

  3. Bagaskara said

    Kenapa susah bikin ending cerita?
    Kadang pada proses produksi, ketika mendekati ending, Mood sudah berkurang akhirnya ending pasti melenceng dari scenario…. yunior sih… he..he..
    Mohon pencerahan.

    permanas menjawab: jangan khawatir, aku juga merasakannya. bukankah seharusnya membuat ending suatu cerita itu lebih mudah daripada memulai suatu cerita. aku sih biasanya, membuat ending yang, yah, katakanlah, nyeleneh, tidak disangka-sangka. karena aku memang tidak pernah memikirkan ending sebuah cerita, hahaha… meski bagaimana pun, sebuah cerita harus diakhiri, bukan? kalau sedikit melenceng, ya, kamu harus merevisinya. memang berat, tapi itulah yang harus dilakukan, revisi, dalam artian ‘melihat’ kembali apa yang sudah kita tulis. menilik kembali ide-ide yang sudah tertuang, disitulah kesempatan kita untuk meluruskan hal-hal yang kita kira telah melenceng dari alur yagn telah kita tentukan. jadi, jangan menyerah, masak sudah mendekati pelabuhan kapal kita harus tenggelam, sayangkan? baik, selamat menulis!

  4. Mmm…komentar saya, salam kenal aja, deh.

    Salam…
    permanas menjawab: salam kenal juga. terima kasih sudah bertamu ke rumah aku. kapan-kapan aku yang akan berkunjung ke sana.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: